Fashion & Beauty

Loafer, Pilihan Tren Tepat Bila Bosan High Heels

Loafer, Pilihan Tren Tepat Bila Bosan High Heels

Lebih dulu populer di kalangan pria, membuat loafer pada mulanya tidak digunakan untuk sepatu wanita. Tetapi, beragam motif, warna dan kreasi detail yang kini ada membuat loafers bisa menjadi alternatif saat bosan menggunakan sepatu hak tinggi, namun ingin tetap tampil gaya dan cantik.

Memang, kebanyakan loafer bersol datar dan tidak masuk ke dalam jenis sepatu hak tinggi. Namun, seiring perkembangan zaman loafers kini bisa tetap digunakan bagi kamu pecinta sepatu hak meskipun hak yang ada di loafer ini berbentuk kotak bukan runcing, menyerupai platform shoes dan tidak terlalu tinggi. Loafer memang lebih mengutamakan kemanan dan kenyamanan, namun tak meninggalkan kesan stylish-nya.

Untuk pemakaian loafer ke acara formal seperti pergi ke kantor, sebaiknya pilih loafer berbahan kulit dan berwarna gelap.

Tanpa hak tinggi bisa tetap cantik dan memungkinkan terciptanya kenyamanan bekerja seharian di kantor. Namun, dengan adanya hak pada loafer berbahan kulit juga akan membuatmu tampil gaya dan beda.

Dipopulerkan sejak era 1990-an, loafer masih memiliki penggemar setia. Beberapa brand seperti Prada, Dolce & Gabbana dan Stella McCartney masih memproduksi sepatu jenis ini hingga sekarang. Loafers memang klasik dan timeless. Karakteristik klasiknya yang populer hingga kini adalah aksen simpul tali pada bagian depan.

Sebab memiliki aksen simpul tali, banyak yang mengira loafer sama dengan sepatu moccasin. Padahal, keduanya beda. Simpul tali di loafers biasannya hanya sebagai pemanis, sedangkan sepatu moccasin selalu memiliki tali di bagian depan yang berfungsi sebagai pengikat. Loafers dipakai secara ‘slip on’ dan tidak memakai tali pengikat, sesuai namanya, loafers, yang berarti sepatu tanpa tali.

Loafer adalah sepatu yang terbuat dari potongan kulit yang di jahit. Meski begitu, untuk tampilan kasual loafer juga ada yang berbahan suede (kulit lunak) dengan beragam pilihan warna dan motif.

Tips Loafer

1. Hindari membeli loafer berbahan kulit bila sedang berhemat. Belilah loafers yang menggunakan bahan kulit asli demi menjaga daya tahan kualitasnya. Loafer berbahan kulit biasanya akan terasa panas dan berkeringat bila dipakai. Maka dari itu, loafers berbahan kulit asli penting untuk menghindari terserapnya keringat dan panas ke dalam kulit sepatu. Namun, bila yang ingin kamu beli adalah loafers berbahan suede atau kulit lunak, mungkin tidak kulit asli pun tidak masalah.

2. Pilih loafer dengan motif dan warna sederhana untuk tampilan kasual atau semiformal. Hal ini memungkinkanmu untuk memakai loafer yang sama ke berbagai acara tanpa terkesan berlebihan. Detail dan aksen pun perlu diminimalisir. Sebab, secara tidak sadar, loafers dapat mewakili penampilanmu di atas semua fashion item yang kamu gunakan saat itu.

3. Buat loafer senyaman mungkin saat digunakan. Untukmu yang tak ingin memakai kaus kaki saat mengenakan loafer, boleh saja. Namun, loafers berbahan kulit akan mudah membuat kakimu panas dan berkeringat, tidak nyaman dikenakan tanpa kaus kaki. Kenakan kaus kaki transparan untuk menyiasati hal ini.

4. Padu padan tepat. Celana panjang dan kemeja merupakan padanan tepat saat memakai loafer. Bisa tambah dengan blazer untuk tampilan seniformal. Kemeja lengan panjang motif garis dipadu dengan celana jeans yang bagian bawahnya di roll-up, adalah cara cerdas tampil kasual dan simple. Sementara untuk kesan feminim, padukan loafer dengan rok mini atau bahkan rok panjang. Hindari penggunan loafers bersamaan drngan rok selutut, sebab akan membuat outfit-mu terlihat timpang, kuno, dan kaki terlihat lebih pendek.

Hati-hati memadukan loafer dengan fashion item lainnya. Loafer memang klasik, namun salah gaya bisa membuatmu tampil jadul. Semoga adanya tips ini dapat membantu, ya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top