Fashion & Beauty

Pakai Kembali Makeup yang Sudah Rusak, yuk!

Pakai Kembali Makeup yang Sudah Rusak, yuk!

Akibat berdandan dengan terburu-buru, tidak jarang makeup yang kita gunakan menjadi rusak. Yang berupa pensil biasanya patah, eyeshadow retak atau maskara yang menggumpal akibat jarang dipakai atau bisa juga karena tidak ditutup kembali setelah digunakan. Dibuang sayang, maka jangan langsung buang makeup-mu yang rusak. Intip tips di bawah untuk ‘mendaur ulang’ makeup tertentu agar bisa kembali digunakan, atau bahkan, bisa dijadikan sebagai makeup lain.

Maskara menggumpal (kering)

Rendam tube maskara dalam air hangat. Atau, tetesi obat mata secukupnya ke dalam cairan maskara yang menggumpal.

Eyeliner patah

Yang digunakan adalah eyeliner pensil. Kumpulkan patahan-patahan tersebut, taruh di atas sendok atau sesuatu yang berbahan logam. Panaskan sendok tersebut di atas lilin, hingga patahan-patahan tersebut melumer. Eyeliner pensil yang patah, bisa digunakan kembali sebagai eyeliner berbentuk gel.

Lipstik patah

Lipstik yang patah, bisa diutuhkan kembali dengan cara membakar atau memanaskan kedua ujung yang patah, rekatkan kemudian simpan dalam freezer agar kedua bagian yang patah merekat sempurna. Jangan lupa, sebelum dibakar, ujung kedua lipstik harus dihaluskan lebih dulu agar permukaannya sama rata.

Eyeshadow retak

Jangan langsung buang bila kamu memiliki eyeshadow yang retak. Campur saja dengan lipbalm tanpa warna, maka jadilah sebuah blush on yang warnanya akan tetap mengikuti warna eyeshadow yang retak tersebut.

Perlu dicatat, tips di atas hanya digunakan pada makeup yang rusak, dan bukan makeup yang sudah melewati batas tanggal kadaluarsa. Jangan sampai kamu berpikiran untuk mendaur kembali makeup yang sudah kadaluarsa, ya. Cantik tidak dapat, malah kulitmu bisa terkena imbasnya. Agar lebih waspada, ini ciri-ciri tertentu yang dapat menunjukkan bahwa sebuah makeup telah kadaluarsa.

Lipstik / lipgloss. Umumnya ciri lipstik yang sudah kadaluarsa akan menggumpal dan berbau seperti crayon atau bau tidak sedap lainnya. Kamu bisa coba beralih ke produk pewarna bibir–lipstik maupun lipgloss–yang cara menggunakannya harus dipencet keluar dulu dari kemasannya. Hal ini bisa menjadikan awet karena cara penggunaan seperti ini terhindar dari mengaplikasikan lipstik atau lipgloss secara langsung, jadi bisa mengurangi resiko terjadi penimbunan bakteri.

Bedak / blush on. Baik bubuk maupun padat, bedak dan blush on yang warna sudah pudar atau bahkan berubah menjadi gelap baiknya segera dibuang. Agar bedak dan blush on padat bisa awet, maka rajinlah membersihkan permukaan paling atas bedak dan blush on padat tersebut, untuk mencegah terjadinya penumpukan bakteri.

Foundation. Jenis makeup ini, ada yang oil-based dan water-based. Ciri kadaluarsa dari oil based adalah saat cairan foundation tersebut sudah terpisah menjadi dua bagian–nampak seperti minyak yang menggumpal dalam air. Sedangkan untuk water based, buanglah benda ini bila sudah kering di tempat atau bahkan berubah jadi kerak.

Kuteks. Buang benda ini ketika cairan warna ini sudah berubah jadi kental, terasa lengket bahkan memiliki serabut-serabut di dalamnya.

Parfum. Pada umumnya, parfum tidak memiliki batas kadaluarsa. Hanya saja penggunaan produk parfum yang sudah lama tidak akan berarti apa-apa karena makeup jenis ini bila sudah terlalu lama, aromanya akan berkurang dan cenderung tidak tahan lama.

Eyeliner pencil / pensil alis / lip liner. Makeup jenis pensil seperti ini, lebih lama daya tahan penyimpanannya. Malah, cenderung yang membuatnya dibuang oleh si pemilik adalah karena patah dan bukan karena sudah terlalu lama disimpan. Tips agar makeup jenis pensil ini tahan lama dan aman, rautlah secara berkala agar kuman tidak mengendap di permukaan paling atas. Selamat berkreasi cantik, ladies!

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top