Health

5 Gaya Hidup yang Membahayakan Sperma

sperma 5 Gaya Hidup yang Membahayakan Spe.rma

Banyak pasangan muda yang baru menikah mengaku mengalami kesulitan dalam mendapatkan momongan. Tentunya hal ini berkaitan erat dengan kesuburan baik si wanita maupun si pria. Kesuburan pria sangat dipengaruhi oleh kualitas sperma yang ia miliki. Sperma dianggap berkualitas jika memenuhi beberapa syarat tertentu. Apabila sperma yang telah memenuhi syarat tertentu tersebut maka akan dianggap berkualitas dan siap untuk membuahi o-vum si wanita.

Sayangnya, gaya hidup di dunia serba modern ini pria cenderung acuh terhadap kualitas sperma yang ia miliki. Gaya hidup yang cenderung ‘sembrono’ tanpa disadari turut mempengaruhi kualitas. Gaya hidup Seperti kebiasaan merokok, makan makanan yang tidak bergizi, dan aktivitas sehari-hari lainnya. Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa kebiasaan atau gaya hidup yang membuat sperma tak berkualitas:

Baca Juga : Puasa dan Kualitas Sperma

  1. Merokok

Perilaku merokok jelas sangat berbahaya bagi manusia. Otomatis gaya hidup ini juga membahayakan kualitas sperma pada pria perokok. Kandungan nikotin pada rokok akan berakibat pada masalah pergerakan sperm, serta gangguan ereksi pada pria. Selain itu, nikotin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga zat-zat yang berguna untuk pembentukan sel sperma akan terhambat. Hal ini tentu menyebabkan kualitas sperma pada pria perokok menjadi sangat buruk. Pada beberapa kasus ditemukan bahwa pria perokok dapat meningkatkan resiko bayi lahir premature.

  1. Celana Jeans Ketat

Dalam keseharian, pria memilih celana jeans yang relatif ketat untuk melakukan aktivitasnya. Namun tanpa disadari, bahaya yang sedang mengintainya di balik pemakaian jeans ketat. Celana ketat dan terbuat dari bahan jeans akan menyebabkan lingkungan di sekitar ke-lamin menjadi panas. Suhu panas sangat tidak menguntungkan bagi pertumbuhan sperma. Sebaiknya kurangi pemakain celana jeans ketat dan memilih alternatif lain seperti memakai celana berbahan katun atau jika sedang bersantai di rumah lebih baik kenakan celana ‘kolor’.

  1. Alkohol

Kebiasaan meminum minuman beralko.hol sangat berdampak pada sperma yang dihasilkan. Selain menyebabkan gangguan er.eksi (disfungsi er.eksi), sperm yang dihasilkan oleh peminum alko.hol juga tidak berkualitas. Sperma yang disusun oleh zat dalam tubuh akan melemah, akibatnya sperma tersebut tidak akan bertahan lama dan tidak mampu berenang jauh menuju tuba fallopi untuk membuahi sel telur. Produksi testosteron juga mengalami gangguan.

  1. Telepon dan Laptop

Tanpa Anda sadari seringkali menyimpan telepon genggam pada saku celana. Hal ini bisa membuat testikel terpapar gelombang elektromagnetik yang bisa merusak. Penelitian dalam jurnal Fertilty and Sterility memaparkan bahwa memakai perangkat handsfree dengan telepon seluler bisa mempengaruhi fertilitas pria apabila telepon dalam modus bicara diselipkan dalam saku celana yang cenderung dekat dengan testikel. Selain itu menaruh laptop pada pangkuan dapat berakibat buruk pada sperma, karena batrei yang mengeluarkan panas akan membuat daerah di sekitar skrotum menjadi panas. Seperti kita tahu, lingkungan yang panas tidak menguntungkan bagi pertumbuhan sperma.

  1. Olahraga Terlalu Keras

Kaum pria sangat identik dengan kegiatan olahraga baik hanya sekedar hobi atau untuk menunjang penampilan. Tak jarang olahraga yang dilakukan menjadi berlebihan dengan alasan mencapai target bentuk tubuh yang diidamkan. Namun tahukah Anda bahwa olahraga terlalu keras dapat menyebabkan penurunan kualitas pada sperma. Olahraga berlebihan dapat menyebabkan hormon steroid adrenal diproduksi dalam jumlah lebih tinggi sehingga  menurunkan kadar testosteron dalam tubuh. Jika testosteron menurun, maka produksi pun ikut menurun. Usahakan olahraga secukupnya sehingga kadar testosteron dalam tubuh tetap seimbang.

Baca Juga : Manfaat dan Bahaya Menelan Sperma

Bagaimana? Masih mau melakukan kebiasaan-kebiasaan / gaya hidup tersebut? Semoga dengan beberapa info di atas, kita bisa menghindari segala kemungkinan terburuk untuk kualitas sperma kita. Kalau bukan kita, siapa lagi, guys?

To Top