Health

8 Manfaat dan Bahaya dari Makanan Pedas

8 Manfaat dan Bahaya dari Makanan Pedas

Makanan pedas, adalah salah satu makanan favorit semua orang di dunia. Hampir semua orang suka makanan pedas, apalagi masyarakat Indonesia. Banyak dari makanan khas di Indonesia yang pedas, dan masyarakat Indonesia suka dengan semua itu. Jika tak makan makanan pedas rasanya itu kurang enak, begitu kata lidah orang Indonesia. Makanan pedas tidak hanya berupa makanan utama, tetapi juga berupa jajanan yang pedas, roti, cookies, kue, dan lain – lain. Banyak sekali manfaat yang kita dapat dari makanan pedas yang kita makan. Selain itu ada pula bahaya yang akan kita dapat jika kita memakan makanan pedas.

Kali ini kita akan bahas apa saja manfaat dan bahaya makanan pedas bagi tubuh kita.

Keuntungan memakan makanan pedas.

8 keuntungan dan kerugian makanan pedas

 

 

 

1. Mengurangi berat badan.

Jika kita ingin melakukan diet atau menurunkan berat badan, maka salah satu cara tetap enak adalah memakan makanan pedas. Karena kita tidak perlu repot mengatur jadwal makan, mengurangi porsi makan, apalagi sampai tidak makan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang ada pada cabai dalam makanan pedas, yaitu kapsaicin memiliki efek termogenik dan dapat menyebabkan tubuh untuk membakar kalori bonus selama 20 menit pasca chow-down. Tapi, jangan mencoba untuk yang hanya memiliki bobot yang 40kg,  bisa – bisa anda kekurangan berat badan.

2. Mengandung banyak vitamin C.

Didalam sebuah cabai, terdapat jutaan vitamin C. Dan kita tahu bahwa vitamin C sangat baik untuk kekebalan tubuh dari berbagai penyakit, seperti flu, demam, sariawan. Studi menunjukkan, bahwa orang yang suka makan makanan pedas lebih jarang sekali sakit daripada mereka yang tidak.

3. Menghindarkan dari penyakit Kanker.

Yang keren, juga ada penelitian dari American Association for Cancer Research tentang penyakit kanker. Dengan memakan makanan pedas, maka secara otomatis kita terhindar dari penyakit kanker. Bukan “kantong kering” :-D.

Karena zat kapsiasin dalam cabai dapat menghambat dari penyebaran dan pertumbuhan tumor penyebab kanker. Ditemukan bahwa ekstrak dari zat ini sama dengan obat yang dipakai para dokter untuk menyembuhkan penyakit kanker.

4. Baik untuk pencernaan.

Makanan pedas juga baik untuk pencernaan kita, karena mereka meningkatkan sekresi klorida dalam perut kita. Kapsaicin juga membantu membunuh bakteri seperti H. pylori dan membantu untuk mencegah atau mengobati sakit maag pada beberapa orang yang tidak alergi rasa pedas.

5. Baik untuk pernafasan.

Ketika kita selesai memakan makanan pedas, pasti kita akan merasa flu dan mengeluarkan air mata dan lendir hidung. Tidak beberapa lama, anda akan merasa lega dan nafas jadi lebih enak dari sebelumnya. Zat pedas pada paprika bertindak sebagai ekspektoran, dan dapat membantu penderita asma, bronkitis kronis, emfisema, sinusitis dan kondisi pernapasan lainnya bernapas lebih mudah. Paprika dapat membantu Anda untuk bernafas lebih baik dengan membuka saluran hidung tersumbat.

6. Menurunkan tekanan darah.

Jika memakan sate, atau gulai, dan lain – lain yang menyebabkan tekanan darah tinggi, lain halnya dengan makanan pedas. Selain menurunkan berat badan karena membakar kalori, makanan pedas dari cabai atau paprika dan bahan pedas lain akan membakar lemak jenuh atau kolesterol.

Dengan demikian, akan menurunkan darah anda, dan anda tidak khawatir akan terjadi darah tinggi, dan stroke.

7. Menghalau penyakit Arthritis.

Memakan makanan pedas dapat mengurangi peradangan sendi dan kerusakan tulang. Zat itu berasal dari bahan makanan pedas yaitu Jahe. Jadi, dengan memakan makanan pedas diimbangi olahraga atau banyak gerak dapat menghindarkan kita dari penyakit radang sendi dan tulang.

8. Meningkatkan adrenalin kita.

Ini yang akan kita rasakan jika setelah memakan makanan pedas. Tubuh kita akan berkeringat dan rasanya kita menjadi bersemangat. Itu karena cabai, paprika, jahe, dapat melepas hormon adrenalin yang berfungsi membuat tubuh bergairah, semangat, dan lebih baik dari pada sebelumnya.

 

Kerugian jika kita memakan makanan pedas.

8 keuntungan dan kerugian makanan pedas

1. Menyebabkan sakit perut dan diare.

Jika anda tidak tahan atau mungkin terlalu banyak memakan makanan pedas, maka yang terjadi adalah perut anda sakit mulas, kentut secara terus menerus, hingga diare. Itu karena makanan pedas yang terlalu banyak membuat asam lambung berlebihan yang menyebabkan kadar air dan gas dalam perut menjadi banyak, itu mengapa sampai diare dan kentut terus. Hal serupa juga terjadi pada orang yang alergi pedas.

2. Menyebabkan kepala pusing dan telinga berdengung.

Jika terlalu banyak makanan pedas juga menyebabkan kepala anda pening dan telinga berdengung. Itu adalah gejala awal dari tekanan darah rendah. Jika berlanjut terus, anda akan terkena tekanan darah rendah. Sebaiknya jika terjadi demikian, minum air putih yang banyak dan obat penambah darah.

3. Menyebabkan sakit lambung.

Sakit lambung salah satunya juga disebabkan oleh makanan pedas. Seperti saat anda kebanyakan makan makanan pedas. Selain akan diare, dan kentut terus, perut bagian kiri bawah (letak lambung) akan terasa sakit karena asam lambung dan zat asam dari makanan pedas berlebihan mengikis permukaan dinding lambung.

Dalam jangka panjang anda akan terkena penyakit lambung akut, yang memperpendek umur anda.

4. Menyebabkan Insomnia.

Jika anda menyangka meminum kopi menyebabkan anda susah tidur, begitu juga halnya dengan makanan pedas. Sama seperti efek kafein pada kopi, efek ini juga dirasakan pada makanan pedas karena hormon adrenalin banyak yang bekerja menyebabkan tubuh aktif terus dan menyebabkan susah tidur.

5. Mengurangi nafsu makan.

Berkurangnya nafsu makan karena banyak memakan makanan pedas ada kaitannya dengan rusaknya lambung. Jika terlalu sering terserang sakit lambung, maka otomatis anda akan merasa lapar itu jarang sekali. Anda akan merasa kurang nafsu makan. Karena, lambung mengeluarkan gas yang membuat kita merasa kenyang dan tidak nafsu makan.

6. Menyebabkan panas dalam.

Jika setelah kita makan makanan pedas dan langsung minum dingin, maka kita akan mudah terserang panas dalam hingga radang. Karena kerongkongan kita mengembang saat dilewati benda panas, dan langsung mengerut saat dilewati benda dingin. Menyebabkan bengkak pada kerongkongan atau panas dalam. Jika berkelanjutan bisa terjadi radang.

7. Menyebabkan penyakit Ulkus Peptikum.

Penyakit Ulkus Peptikum merupakan penaykit pada permukaan organ pencernaan karena terlalu sering mencerna makanan pedas yang bersifat asam. Sementara sifat asam adalah mengikis.

8. Menyebabkan penyakit usus buntu.

Jika terlalu banyak memakan makanan pedas, bisa menyebabkan penyakit usus buntu. Karena biji – biji pada cabai, paprika dan lainnya akan menempel pada usus buntu sewaktu dicerna. Jika lama – kelamaan usus buntu akan terganggu dan akan pecah. Kita tidak akan terasa bahwa mual – mual, muntah, diare berlebihan, nyeri diantara dada dan pusar kita adalah gejala radang usus buntu. Jangan sampai usus buntu anda pecah.

Demikian penjelasan dari saya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda para pecinta makanan pedas. Terima kasih telah membaca.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top