Health

ASI Perah Beraroma Tengik, Kenali Penyebab Dan Cara Mencegahnya

ASI Perah

Bagi para ibu-ibu yang memiliki bayi namun masih tetap bekerja, pemberian air susu ibu (ASI) perah adalah solusi terbaik agar hak bayi untuk mendapatkan ASI tetap terpenuhi. Meskipun pemberian ASI termasuk cara yang efektif, namun tetap saja masih ada beberapa masalah yang kerap kali terjadi yaitu ASI perah yang cepat berubah warna dan berbau tengik atau apak.

Penyebab ASI perah berbau tengik dan berubah warna

Jika ibu memiliki persediaan ASI perah berlebih, maka sisanya akan disimpan di dalam lemari es agar awet. Namun, banyak yang mengatakan terutama para ibu bahwa menyimpan ASI di lemari es akan memunculkan aroma tengik dan rasanya seperti sabun. Aroma tersebut kadang dianggap bahwa ASI telah kadaluarsa.

Padahal aroma tengik yang muncul di ASI perah adalah wajar. Hal itu bukan berarti basi. Bau tengik yang dikeluarkan oleh ASI setelah disimpan di lemari es disebabkan oleh tingginya enzim lipase di dalamnya. Kadar enzim lipase yang terlalu tinggi memang menyebabkan perubahan bau, rasa, dan warna pada Air Susu Ibu (ASI).

Meskipun demikian, enzim lipase ini sangat bermanfaat bagi bayi. Enzim lipase yang terkandung dalam ASI memiliki fungsi penting meliputi melumpuhkan protozoa yang dapat menginfeksi bayi dan memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol agar vitamin (vitamin D dan A) yang ada di lemak larut dan mudah dicerna oleh tubuh bayi. Ketika enzim lipase ini aktif memecah lemak, maka akan memunculkan aroma seperti sabun hingga tengik. Hal itu bergantung seberapa banyak lipase yang terkandung di dalam ASI perah.

Cara mencegah Air Susu Ibu (ASI) beraroma tengik dan berubah warna

Sebenarnya tidak ada cara khusus untuk mencegah aroma tengik pada ASI perah. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi aroma tengik, diantaranya:

1. Gunakan teknik scalding

Teknik scalding di sini yaitu memanaskan ASI perah sebelum dimasukkan di lemari es. ASI dimasukkan ke dalam panci kemudian dipanaskan hingga muncul gelembung-gelembung kecil di tepi panci. Setelah itu, dinginkan sebentar lalu masukkan ke lemari es.

Proses scalding ini berfungsi menonaktifkan enzim lipase sehingga proses pemecahan lemak tidak akan terjadi. Penggunaan teknik ini memang bisa mengurangi kandungan gizi lain pada ASI. Namun, ASI perah yang telah melewati proses pemanasan tetap lebih baik dibandingkan dengan susu formula.

2. Jangan terlalu lama menyimpan ASI

Untuk mencegah ASI beraroma tengik dan berubah warna, hindari untuk menyimpan ASI terlalu lama di lemari es. Para ibu dapat langsung memberikan ASI yang telah diperah secara langsung atau beberapa jam setelah proses memerah. Yang pasti jangan terlalu lama menyimpannya.

3. Usahakan mencatat waktu setelah proses memerah

Mencatat waktu pada kantong ASI adalah cara selanjutnya yang dapat dilakukan. Umumnya, perubahan bau dan warna bisa terjadi dalam waktu 23 sampai 24 jam, bahkan bisa memakan waktu beberapa hari setelah proses penyimpanan. Untuk mengetahui kapan enzim lipase akan mengubah rasa pada ASI, para ibu bisa melakukan sistem trial dan error untuk melihat kapan bayi mulai menolak ASI perah yang telah disimpan. Setelah itu, ibu dapat menyesuaikan durasi penyimpanan yang sesuai.

Untuk itu sangat perlu bagi ibu mengetahui dengan tepat berapa hari yang dibutuhkan enzim lipase mengubang rasa dan bau. Oleh karena itu, para ibu yang memiliki bayi wajib untuk selalu memeriksa ASI perah yang disimpan dan mencatat perubahan yang terjadi.

4. Sesuaikan dengan tekanan dan kecepatan

Baca Juga : Tips Simple Melancarkan ASI

Tekanan dan kecepatan dalam memerah payudara bisa dibilang dapat mempengaruhi bau dan rasa pada ASI. Apabila memerah payudara dalam tekanan dan kecepatan yang rendah, maka hal itu membantu meningkatkan rasa dan bau pada ASI. Untuk itu, sebelum memerah ASI dengan pumping tools, para ibu harus memahami cara kerjanya berdasarkan pedoman yang tertulis di buku panduan alat pumping tools.

5. Campur ASI dengan makanan lain

Untuk menutupi bau tengik pada ASI perah, para ibu bisa menggunakan cara dengan mencampurkannya ke makanan lain apabila bayi sudah bisa mengkonsumsi makanan padat. Rasa susu yang memiliki kadar enzim lipase yang tinggi bisa ditutupi oleh rasa makanan. Beberapa makanan yang bisa dicampur dengan ASI ini seperti sereal bayi maupun smoothie.

Baca Juga : Manfaat ASI Eksklusif bagi Ibu dan Bayi

Nah itulah penyebab dari Air Susu Ibu (ASI) kadang memunculkan bau tengik beserta cara mencegahnya. Munculnya bau tersebut bukan berarti basi. Selama Anda menyimpannya dengan benar, maka ASI perah akan tetap dalam kondisi baik dan aman untuk dikonsumsi bayi.

To Top