Health

BPOM RI Uji Adanya Gas Etilen Oksida pada Mie Sedaap Usai Jadi Sorotan di 3 Negara

Gas Etilen Oksida

Menyusul Hong Kong, Singapura melakukan penarikan produk Mie Sedaap bahkan empat varian sekaligus termasuk rasa soto dan kari. Malaysia belakangan ikut mewaspadai peredaran batch Mie Sedaap yang dicurigai memiliki kontaminasi kandungan Gas Etilen Oksida.

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan kementerian telah mencatat dua batch mi instan Mie Sedaap Korean Spicy Soup, dengan tanggal kadaluarsa 17 Maret dan 21 Mei tahun depan, yang diduga terkontaminasi etilen oksida.

“Keberadaan Gas etilen kksida dilarang dalam produk makanan di bawah Peraturan Makanan 1985. itu adalah campuran gas kimia karsinogenik yang sering digunakan untuk pengasapan,” jelas Noor Hisham.

Kementerian, katanya, akan terus memantau situasi dan menegakkan pengujian dan persetujuan produk makanan di semua titik masuk negara untuk menjaga kesehatan masyarakat.

Banyaknya negara yang mewaspadai kandungan gas etilen oksida pada Mie Sedaap membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) melakukan uji sampling. Demi kepastian keamanan, sampling dilakukan pada beberapa produk yang dikhawatirkan terkontaminasi, termasuk Mie Sedaap Korean Spicy Chicken.

“Soal Mie Sedaap ini, BPOM sedang melakukan kajian dan masih sampling. Tapi produk yang terdaftar di Indonesia aman,” kata Penny, Selasa (11/10/2022).

Penny memastikan produk Mie Sedaap yang beredar di Indonesia tetap bisa dikonsumsi dengan aman lantaran sudah melewati pengawasan keamanan pangan sebelum akhirnya diedarkan. Namun, sebagai kehati-hatian uji sampling dilakukan untuk memperkuat rekomendasi penggunaan di masyarakat Indonesia.

Sementara Head of Corporate Communications & CSR WINGS Group Indonesia Sheila Kansil, sebelumnya sudah membantah produk Mie Sedaap dengan varian apapun memiliki kandungan etilen oksida yang mungkin digunakan sebagai pengawet.

Benarkah Etilen Oksida Bisa Bikin Kanker?

Pakar farmasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Zullies Ikawati menjelaskan Gas etilen oksida pada makanan digunakan sebagai pengawet, serta membunuh bakteri dan jamur.

Risiko Gas etilen oksida pada tubuh sebenarnya bergantung pada tingkat paparan. Semakin tinggi paparannya, semakin besar risiko. Namun dalam kadar tertentu sesuai batas aman, etilen oksida tidak memicu risiko kesehatan.

“Sebetulnya efeknya pada tubuh tergantung dari jumlahnya, saya kira kandungan itu (etilen oksida pada mie Sedaap) pasti kecil sekali. Gas etilen oksida memang tidak sering dipakai karena ada macam-macam pengawet lain seperti natrium benzoat misalnya,” terang Prof Zullies

Prof Zullies membenarkan, gas etilen oksida memang termasuk senyawa karsinogen yakni pemicu kanker. Namun, hal tersebut didapatkan dari uji coba hewan.

Pada manusia, tidak ada kepastian bahwa etilen oksida bisa memicu risiko kanker. Mengingat, penyebab kanker sulit diketahui.

“Ya kalau misalnya ada pasien kena kanker, kita kan nggak tahu penyebabnya apa. Termasuk apakah dia mengonsumsi makanan dengan paparan etilen oksida dalam jangka waktu panjang,” pungkas Prof Zullies.

Gas etilen oksida pemicu kanker payudara
Gas etilen oksida pemicu kanker payudara

Hasil Riset Gas Etilen Oksida

Badan internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) mengklasifikasikan bahwa bahan kimia berbahaya etilen oksida sebagai karsinogenik. Bukti terbaru oleh Environmental Protection Agency (EPA) mengungkapkan bahwa paparan etilen oksida melalui inhalasi dapat meningkatkan potensi risiko pengembangan kanker limfohematopoietik. Contohnya seperti leukemia limfositik, mieloma, dan limfoma non-hodgkin.

Paran etilen oksida, meskipun sedikit, dapat meningkatkan risiko bahaya kesehatan. Seperti, penglihatan kabur, kesulitan bernapas, kanker payudara, dan masalah pada sistem saraf. Menelan gas etilen oksida diketahui dapat menyebabkan sakit perut dan nyeri.

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) yang merupakan bagian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan etilen oksida sebagai zat yang dapat menyebabkan kanker pada manusia. Paparan jangka pendek terhadap etilen oksida kemungkinan dapat meningkatkan risiko kanker yang sangat kecil.

Selain itu, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa gas etilen oksida juga beracun bagi sistem reproduksi dan janin. Hal ini berarti zat gas ini sangat berbahaya bagi ibu hamil dan janin. Begitu juga pada anak-anak yang terpapar etilen oksida, mereka akan mengalami efek yang sama seperti yang dialami orang dewasa yang terpapar. 

Efek paparan gas etilen oksida pada tubuh bisa berupa:

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Kesulitan bernapas
  • Mengantuk
  • Kelemahan
  • Kelelahan
  • Mata dan kulit terbakar
  • Menggigil
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top