Health

COVID-19 Belum Usai, WHO Kini Peringatkan Kemungkinan Adanya Wabah Virus Marburg

WHO Kini Peringatkan Kemungkinan Adanya Wabah Virus Marburg

WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) memberikan peringatan terkait adanya potensi wabah virus Marburg. Virus yang mirip seperti Ebola ini menurut WHO berisiko kematian hingga 80%. Namun bisa ditekan dengan perawatan kesehatan yang baik.

Walaupun namanya tidak banyak dikenal, namun sebenarnya Marburg bukanlah virus baru. Virus ini pertama kali terdeteksi di salah satu kota di negara Jerman. Kala itu, pada 1967, sebenarnya virus Marburg (MVD) juga ditemukan di kota lainnya, seperti Frankurt dan Beograd di Serbia. Selanjutnya, wabah menyebar hingga ke Angola, Kongo, Kenya, Afrika Selatan dan Uganda. Pada 2008 lalu, dua kasus dilaporkan setelah dua wisatawan mengunjungi gua di Uganda yang dihuni oleh kawanan kelelawar Rousettus di Uganda.

Cara Penularan Virus Marburg

Lihat Juga: Mutasi Virus Corona B117 Ditemukan Di Karawang!

Awalnya, penularan MVD kepada manusia dikarenakan adanya kontak dengan intensitas lama di tambang maupun gua yang dihuni koloni kelelawar Rousettus. Namun kemudian, MVD dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak langsung. Seperti dari kulit yang terluka atau selaput lendir, darah, maupun organ atau cairan tubuh lainnya. Bisa pula melalui permukaan benda, misalnya tempat tidur atau pakaian yang terkontaminasi oleh cairan tubuh tersebut. sementara masa inkubasinya sendiri berkisar 2 hingga 21 hari.

Gejala Yang Ditimbulkan

MVD dapat menimbulkan gejala secara tiba-tiba. Mulai dari demam tinggi, sakit kepala hingga nyeri otot. Saat Virus Marburg melanda Eropa pada 1967, menurut catatan ruam yang tidak gatal merupakan ciri gejala yang ditimbulkan setelah 2-7 hari.

Selain itu, antara 5-7 hari setelah gejala timbul banyak pasien mengalami manifestasi perdarahan. Sementara kasus palign fatal, kematian biasanya terjadi pada hari ke-8 atau 9 setelah gejala terjadi. Biasanya akan didahului dengan kehilangan darah dan syok. Untuk mengetahui apakah seseorang terinveksi virus tersebut, berikut beberapa metode yang dapat digunakan untuk diagnostik:

  1. ELISA (Antibodi-canpture enzyme-linked immunosorbent assay
  2. Tes netralasi serum
  3. Mikroskop electron
  4. RT-PCR (Uji reaksi berantai transcriptase polimerase terbalik
  5. Isolasi virus menggunakan kultur sel.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top