Health

Gara-gara Paracetamol, 66 Anak Gambia Meninggal Gagal Ginjal

Paracetamol

Kementerian Kesehatan Gambia telah meminta rumah sakit untuk berhenti menggunakan sirup paracetamol. Keputusan ini diambil setelah kematian anak Gambia karena paracetamol.

Sedikitnya 66 anak telah meninggal karena gagal ginjal akut setelah “peningkatan kasus yang tiba-tiba” di antara anak-anak berusia lima bulan hingga empat tahun, kata kementerian itu dalam laporan 8 Agustus, tanpa menyebutkan kapan mereka meninggal.

“Kami memiliki bukti klinis untuk mencurigai sirup parasetamol mungkin salah satu penyebabnya,” kata Mustapha Bittaye, direktur layanan kesehatan, kepada AFP.

“Kami menyarankan staf kami tentang obat-obatan untuk diberikan sambil menunggu kesimpulan dari penyelidikan,” tambah direktur.

Dalam sebuah surat yang dikirim ke direktur kesehatan regional negara itu, kepala eksekutif rumah sakit, dan klinik minggu ini, Bittaye mengutip E. coli sebagai kemungkinan penyebab lain, dan mendesak para pejabat untuk mendorong mencuci tangan di institusi mereka, serta mengganti tablet parasetamol dengan sirup.

Polisi di Gambia pada hari Sabtu mengumumkan bahwa mereka meluncurkan penyelidikan atas kematian puluhan anak, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas obat-obatan impor yang memicu kematian anak gambia paracetamol.

WHO pada hari Rabu mengeluarkan peringatan atas empat sirup obat batuk dan pilek yang dibuat oleh Maiden Pharmaceuticals di India atas kemungkinan hubungan dengan kematian tersebut.

Pengujian laboratorium telah menemukan tingkat kontaminan yang berpotensi mengancam jiwa yang tidak dapat diterima, kata WHO, menambahkan bahwa produk tersebut mungkin telah didistribusikan di luar negara Afrika Barat.

Otoritas kesehatan Gambia pada 23 September memerintahkan penarikan kembali semua obat yang mengandung parasetamol atau sirup prometazin akibat kematian anak Gambia karena paracetamol.

Efek Samping Paracetamol pada Tubuh

Paracetamol adalah obat analgesik dan antipiretik untuk meredakan demam, sakit kepala, dan nyeri ringan. Ketua Umum Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Abraham Andi Padlan Patarai mengatakan paracetamol merupakan salah satu jenis obat yang jarang mendapatkan laporan terkait efek samping.

Pada sebagian kecil orang, konsumsi paracetamol dapat menimbulkan mual dan kadang disertai muntah.

“[Efek samping] hanya sesaat. Mungkin saat minum paracetamol masih kosong lambungnya, terus minum, [lalu mual dan muntah],” kata dokter Bram

Bram menjelaskan paracetamol termasuk kelompok obat antipiretik yakni obat anti demam. Untuk penggunaan dosis tunggal, sangat jarang terjadi efek samping.

Laporan dari NHS juga menunjukkan paracetamol sangat jarang menimbulkan efek samping jika dikonsumsi dengan dosis yang tepat. Dalam kasus yang sangat jarang, reaksi alergi serius atau anafilaksis terhadap paracetamol mungkin terjadi.

Menurut Bram, alergi mungkin terjadi jika paracetamol yang dikonsumsi sudah kedaluwarsa atau konsumsi parasetamol dengan unsur obat-obatan lain.

Paracetamol juga kerap dikemas bersama unsur obat lain. Seperti gabungan paracetamol dengan obat batuk atau obat pilek.

Periksa efek samping yang mungkin terjadi pada kemasan obat. Konsumsi parasetamol sesuai petunjuk penggunaan obat atau resep dokter.

Gejala Overdosis Parasetamol: Mual hingga Tubuh Menguning

Konsumsi parasetamol yang berlebih baik karena disengaja maupun tidak disengaja dapat menyebabkan overdosis. Kondisi ini memunculkan sejumlah gejala overdosis parasetamol.

Gejala biasanya muncul dalam hitungan jam atau hari. Berikut gejala overdosis parasetamol:

1. Mual dan muntah

Konsumsi parasetamol berlebih menyebabkan seseorang mengalami reaksi berupa mual dan muntah yang berulang.

2. Sakit di bawah tulang rusuk

Dikutip dari Patient, overdosis parasetamol menyebabkan kerusakan di hati. Kondisi ini akan menimbulkan rasa sakit di bawah tulang rusuk di sisi kanan.

3. Kulit menguning

Kerusakan di hati menyebabkan kulit dan mata menguning.

4. Kebingungan

Overdosis parasetamol juga mempengaruhi otak. Otak dapat diorientasi dan menjadi kebingungan.

5. Bernapas lebih cepat

Overdosis menyebabkan penumpukan asam dalam darah sehingga membuat seseorang dapat bernapas semakin cepat.

6. Hipoglikemia

Overdosis juga membuat gula darah menjadi rendah atau dikenal dengan hipoglikemia. Seseorang bisa lemah hingga pingsan.

7. Pengurangan urine

Kondisi ginjal juga dapat terpengaruh karena overdosis parasetamol. Ginjal dapat rusak dan mengalami kegagalan sehingga urine berkurang. Akibatnya tak jarang akan mengalami gagal ginjal.

Itulah gejala overdosis parasetamol. Kondisi ini harus segera mendapatkan pertolongan. Dalam kondisi yang parah, overdosis parasetamol dapat menyebabkan kerusakan organ dan kematian.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top