Health

Gejala dan Penyebab Ruam Popok Pada Bayi

Gejala dan Penyebab Ruam Popok Pada Bayi

Gejala dan penyebab ruam popok pada bayi sudah seharusnya diketahui dan diwaspadai oleh setiap orang tua. Meskipun penyakit ini tidak membahayakan bayi namun ruam popok sangat mengganggu kenyamanan bayi.

Sikecil rewel saat ganti popok ? dan terdapat bercak kemerahan pada bagian bokong ataupun lipatan selangkangannya, maka besar kemungkinan bayi terkena ruam popok.

sangat umum terjadi pada bayi dan umumnya terjadi pada usia 9  – 12 bulan. Jadi meskipun bunda sudah sangat telaten dalam menjaga kebersihan sikecil, ruam popok tetap dapat menyerang.

GEJALA – GEJALA RUAM POPOK

  1. Terdapat bercak atau bintik – bintik merah pada bagian bokong, lipatan paha, selangkangan dan bagian kulit lainnya yang bersentuhan langsung dengan popok
  2. Bayi menjadi lebih rewel dari biasanya terutama jika bunda menyentuh bagian yang tertutup popok, terlebih lagi saat mengganti popok.

Jika sikecil ternyata mengalami kedua gejala diatas, maka perlu dilakukan penanganan cepat agar kondisinya tidak bertambah parah.  Cara mengatasi ruam popok pada bayi bisa dilakukan sendiri dirumah, namun jika penanganan sendiri tidak membuahkan hasil maka itu artinya bunda harus segera menghubungi dokter.

Pada beberapa kasus ruam popok bisa menyebar ke bagian tubuh bayi yang lain, dan bukan hanya itu ruam popok bisa memicu infeksi seperti luka lecet, bernanah serta rasa kantuk yang berlebihan pada bayi. Nah jika sudah sampai seperti ini maka diperlukan obat – obatan dengan resep dokter untuk mengatasinya.

PENYEBAB RUAM POPOK

 1. Terlalu lama menggunakan popok yang tercemar urine dan kotoran / pup

Kulit bayi yang sensitif sangat rentan terhadap bakteri yang terkandung pada urin dan kotoran bayi, oleh karena itu segera ganti popok jika bayi telah selesai buang air.

2. Menggunakan popok yang terlalu ketat

Kulit bayi masih sangat tipis dan sangat mudah lecet jika terus mendapat gesekan dari popok yang ketat. Selain itu kulit bayi juga membutuhkan sirkulasi udara yang baik agar dapat “bernafas” sempurna sehingga tidak mudah lembab.

3. Kulit terinfeksi jamur atau bakteri

Kulit bayi yang tidak mendapat sirkulasi yang baik maka akan sangat mudah menjadi lembab dan meningkatkan kemungkinan tumbuhkan jamur dan bakteri

4. Menggunakan produk bayi yang tidak sesuai dengan jenis kulitnya

Salah memilih produk bayi bisa menjadi faktor penyebab terjadinya ruam popok contohnya sabun, detergen, baby oil bahkan penggunaan tisu basah yang salah

5. konsumsi jenis makanan yang baru

ketika bayi mulai mengkonsumsi makanan baru maka kotorannya juga akan mengalami perubahan, kandungan baru yang terdapat pada kotoran inilah yang dapat menjadi salah satu faktor penyebab ruam popok.

Gejala dan Penyebab Ruam Popok Pada Bayi
Ruam Popok Pada Bayi

MENCEGAH RUAM POPOK

  1. Segera ganti popok bayi ketika diketahui sikecil telah selesai buang air, jangan pernah menunda-nunda karena meningkatkan potensi ruma popok pada bayi.
  2. Bersihkan bagian yang tertutup popok dengan seksama ketika sikecil selesai buang air, hindari menggunakan tisu yang mengandung alcohol saat mengelap bokong, selangkangan dan bagian lainnya. Hal ini dikarenakan alkohol dan pewangi yang terdapat pada tisu basah dapat memperburuk kondisi kulit bayi
  3. Jaga tingkat kelembaban kulit bayi bahkan jika memungkinkan biarkan bayi tidak menggunakan popok untuk beberapa saat untuk memastikan kulit bayi tetap kering
  4. Lapisi kulit bayi dengan minyak pelindung atau bisa juga dengan gel petroleum
  5. Gunakan popok yang longgar memiliki sirkulasi udara yang baik

Gejala dan penyebab ruam popok diatas sangat sederhana dan mudah untuk bunda waspadai. Menjaga kebersihan kulit bayi serta penggunaan popok dan produk perawatan yang tepat dapat menghindarkan bayi dari terkena ruam popok.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Cara Mengatasi Ruam Popok Pada Bayi - LoperOnline.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top