Health

Hari Kesehatan Mental Sedunia, Ini 4 Jenis Gangguan Mental Yang Harus Dikenali

Hari Kesehatan Mental Sedunia, Ini 4 Jenis Gangguan Mental Yang Harus Dikenali

Pada peringatan Hari Kesehatan Mental 10 Oktober kemarin, WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) mengangkat tema “Mental health care for all: let’s make it a reality” (Perawatan mental untuk semua: mari kita wujudkan.

Pemilihan tema tersebut berasal dari pandemi COVID-19 yang mempengaruhi banyak hal, terutama kesehatan mental.

WHO menyebut, pandemi telah berdampak pada kesehatan mental banyak orang di seluruh kalangan umur maupun pekerjaan.

Jenis-jenis Gangguan Mental

Dilansir dari situs resmi WHO, ada beberapa jenis gangguan kesehatan mental dengan wujud yang berbeda. Umumnya gangguan-gangguan tersebut memiliki ciri berupa kombinasi pikiran, emosi, perilaku maupun hubungan dengan orang lain yang tak normal. Berikut beberapa jenis gangguan mental.

Depresi

Salah satu gangguan mental paling umum dan menjadi salah satu penyebab utama disabilitas di seluruh negara. Diperkirakan 264 juta orang di dunia menderita depresi dengan penderita paling banyak perempuan.

Lihat Juga: 4 Manfaat Teknologi untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Depresi ditandai dengan kehilangan minat atau kesenangan, sedih yang berlarut-larut, perasaan bersalah, gangguan tidur, nafsu makan menurun, kelelahan hingga kurang konsentrasi.

Orang dengan gangguan kesehatan mental ini juga mempunyai banyak keluhan fisik, tetapi dengan penyebab yang tak jelas.

Depresi juga bisa berlangsung lama maupun berulang. Pada tingkat yang lebih parah, depresi dapat menyebabkan bunuh diri.

Bipolar

Bipolar memengaruhi 45 juta orang di dunia. Gangguan mental ini berhubungan dengan suasana hati yang berubah sangat cepat.

Perubahan suasana hati yang diderita orang dengan bipolar mencakup emosi tertinggi (fase manik saat sangat senang atau hipomanik untuk yang lebih ringan).

Lihat Juga: Ciri-Ciri Teman Toxic, Yang Tidak Baik Untuk Kesehatan Mental Kamu

Pada fase manik penderita bipolar memiliki suasana hati yang lebih mudah tersinggung, bicara cepat, harga diri yang tinggi, aktivitas berlebihan hingga kebutuhan tidur yang menurun.

Orang yang mengalami fase ini namun tak mengalami depresi juga termasuk mengidap gangguan mental bipolar.

Skizofrenia

Merupakan gangguan mental parah yang ditandai dengan distrosi dalam berpikir, bahasa, emosi dan perilaku. Gangguan skizofrenia yang umum adalah halusinasi (melihat, mendengar atau merasakan hal-hal yang sebenarnya tidak ada).

Lihat Juga: It’s Okay To Not Be Okay, Drama Dengan Isu Kesehatan Mental

Selain itu termasuk juga delusi (kepercayaan atau kecurigaan palsu yang tetap dipercaya walau ada bukti-bukti sebaliknya). Gangguan ini akan mempersulit penderitanya untuk belajar maupun bekerja secara normal.

Demensia

Sekitar 50 juta orang di dunia mengidap demensia. Gangguan mental ini umumnya bersifat kronis di mana penderitanya akan mengalami penurunan fungsi kognitif (kemampuan berpikir).

Demensia akan mempengaruhi cara berpikir, kapasitas belajar, menghitung, mengingat hingga bahasa. Gangguan mental ini dapat disebabkan oleh penyakit atau cedera yang mempengaruhi otak. Selain itu, alzheimer dan stroke juga dapat menjadi penyebab demensia.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top