Health

Hati-Hati, 8 Hal Sederhana Berikut Menyebabkan Kematian Bayi Secara Mendadak

Hati-Hati, 8 Hal Sederhana Berikut Menyebabkan Kematian Bayi Secara Mendadak

Bayi berusia di bawah satu tahun sangat memerlukan perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Terutama untuk para bayi yang masih berusia dua hingga empat bulan sangat rentan mengalami sindrom kematian mendadak. Karena itu, sangat penting bagi para orang tua untuk mulai mengenal sindrom ini, berikut dengan penyebab hingga pencegahannya.

Kematian mendadak pada bayi dikenal juga dengan sebutan  Sudden Infant Death Syndrome atau SIDS. SIDS biasanya terjadi saat bayi sedang tidur. Sayangnya, belum diketahui secara pasti apa penyebab munculnya SIDS pada bayi. Menurut data yang telah dihimpun di seluruh dunia, kebanyakan kasus SIDS terjadi pada bayi yang berusia dua hingga empat tahun.

Kasus SIDS biasanya terjadi karena sumbatan pada saluran pernafasan pada bayi, yang dapat disebabkan oleh posisi tidur bayi yang menghalangi saluran pernafasannya. Selain itu, SIDS juga bisa terjadi karena bayi muntah atau tersedak susu. Bayi yang lahir dengan berat badan rendah pun juga bisa mengalami infeksi pernafasan, sehingga berujung pada sindrom kematian mendadak atau SIDS.

Riwayat prenatal yang rinci serta pemeriksaan yang intensif terhadap fungsi kardiorespiratik dan neurologic sebenarnya mampu menghasilkan bukti bahwa bayi-bayi yang memiliki potensi SIDS sedang tidak berada dalam keadaan yang normal sebelum munculnya SIDS. Sayangnya, banyak orang tua bayi yang tidak memahami dan menyadari gejala-gejala tersebut. Lalu, bagaimana cara mencegah agar SIDS tidak menyerang bayi kita? Berikut ini kami telah menghimpun beberapa Penyebab sekaligus pencegahan SIDS yang bisa dilakukan.

  1. Lupa tak Periksa Kondisi Janin.

Ibu harus melakukan pemeriksaan janin dan ibu di dokter kandungan selama masa kehamilan. Hal ini penting untuk dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi ibu dan janin selalu dalam kondisi yang baik. Selain itu, perhatikan juga asupan makanan ibu, karena makanan yang dikonsumsi ibu juga akan dikonsumsi oleh janin.

  1. Bayi Salah Posisi Tidur

Selalu posisikan bayi dalam keadaan terlentang saat bayi sedang tidur. Posisi terlentang merupakan posisi yang paling aman bagi bayi yang sehat, terutama untuk menghindari resiko SIDS. Usahakan untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa mempengaruhi pernafasan bayi selama dia tidur, seperti memberikan dia empeng, menaruh tangan di atas atau menindih bayi, atau memposisikan bayi tidur tengkurap.

  1. Ditengkurapkan Sebelum Waktunya.

Jangan mencoba untuk menengkurapkan bayi secara sengaja, jika bayi belum memasuki masa tengkurap sendiri secara alami.

  1. Menggunakan Kasur Yang Terlalu Empuk dan Rata

Gunakan kasur atau matras yang tidak terlalu empuk dan rata. Resiko SIDS dapat meningkan ecara drastis jika bayi diletakkan di kasur yang terlalu empuk.

  1. Bayi Terselimuti Sampai Muka

Jauhkan juga berbagai selimut atau kain yang lembut, lemas, dan berbulu. Jauhkan juga mainan yang berisi kapuk atau kain dari sekitar tempat tidur bayi. Hal ini penting untuk mencegah bayi terselimuti atau tertindih benda-benda tersebut. Jika memang diperlukan untuk menyelimuti bayi, usahakan kaki bayi berada di ujung ranjang, selimut tidak lebih tinggi dari dada bayi, serta selimut yang berada ke arah kaki bayi terselip di bawah kasur atau matras sehingga kain selimut terhimpit.

  1. Menghisap Asap Rokok

Pastikan orang di sekitar bayi tidak merokok. Bayi yang tercatat sebagai perokok pasif sangat beresiko mengalami SIDS.

  1. Bayi Kegerahan Saat Tidur

Jangan biarkan bayi dalam keadaan kepanasan atau kegerahan selama bayi tertidur. Buat bayi tetap hangat, namun jangan sampai dia kepanasan. Karena itu penting untuk men-setting kamar bayi berada pada suhu yang nyaman, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta hindari memilih kamar bayi yang dekat dengan garasi mobil.

  1. Bukan Asi ekslusif

Berikan ASI ekslusif pada bayi. Sebab menurut penelitian di Jerman, pemberian ASI secara Ekslusif sanggup menurunkan separuh angka kematian mendadak pada bayi.

Meskipun bayi sudah bisa tengkurap, jangan biarkan bayi tidur tengkurap tanpa pengawasan. Perlu untuk menjaga agar bayi tidak tidur tengkurap sendirian dalam waktu yang cukup lama.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top