Health

Indonesia Laporkan Hepatitis ‘Misterius’, Apa Bedanya dengan Hepatitis Biasa?

Indonesia Laporkan Hepatitis ‘Misterius’, Apa Bedanya dengan Hepatitis Biasa?

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan temuan tiga kasus meninggal dunia terkait hepatitis ‘misterius’ dalam rentang dua pekan hingga 30 April 2022. Ketiga pasien tersebut dirawat di RSPN Dr Cipto Mangungkusumo (RSCM) usai dirujuk dari beberapa rumah sakit di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Gejala Hepatitis ‘Misterius’ yang Dilaporkan:

  • Mual
  • Muntah
  • Demam
  • Diare berat
  • Jaundice (kuning)
  • Kejang
  • Kesadaran menurun

Dalam surat edaran terkait hepatitis ‘misterius’ yang ditetapkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO, Kemenkes menguraikan definisi operasional kondisi hepatitis yang disebut Hepatitis Akut yang tak diketahui etiologinya (Acute hepatitis of unknown aetiology) itu.

Lihat Juga: Hepatitis C – Pengertian – Diagnosis – Penyebab – Gejala – Perawatan

Kasus Positif:

Hingga kini belum diketahui

Probable:

Seseorang dengan virus non-hepatitis A, B, C, D, E (hepatitis akut) dengan Aminotrasferase Aspartat (AST) atau Alanin Transaminase (ALT) di atas 500 IU/L, berumur di bawah 16 tahun (1 Januari 2022).

Epi-linked:

Seseorang dengan virus bob-hepatitis A, B, C, D, E (hepatitis akut) dari seluruh usia yang mempunyai hubungan epidemiologis dengan kasus yang terkonfirmasi sejak 1 Januari 2022.

Vaksin COVID-19 Diduga Jadi Penyebabnya

Kemenkes RI sebelumnya melaporkan tiga pasien dari Jakarta Timur dan Jakarta Barat meninggal dunia diduga karena hepatitis ‘misterius’. Sejumlah spekulasi muncul mengenai dugaan penyebabnya, mulai dari adenovirus hingga vaksin COVID-19.

Tentang dugaan yang mengaitkan penyebab hepatitis ‘misterius’ dengan vaksin COVID-19, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengatakan bahwa hal tersebut tak sesuai dengan fakta ilmiah.

“Hipotesis ini tidak didukung data, karena sebagian besar anak-anak yang terkena hepatitis misterius ini justru belum menerima vaksinasi COVID-19,” tulis Zubairi lewat akun Twitter pribadinya.

Lihat Juga: Imunisasi & Vaksinasi Yang Wajib Untuk Bayi Beserta Jadwalnya

Dalam laporan terbaru WHO, disebutkan bahwa adenovirus menjadi hipotesis yang paling kuat. Lebih dari 170 kasus dari 12 negara, sebanyak 74 kasus di antaranya terdeteksi berkaitan dengan adenovirus tipe 41.

Sementara itu, soal tiga kasus meninggal terkait hepatitis ‘misterius’ di Indonesia prof Tjandra Yoga Aditama yang pernah menjadi Dirjen WHO Asia Tenggara berharap Kemenkes segera melakukan pemeriksaan dan mengumumkan hasilnya. Termasuk juga hasil pemeriksaan laboratorium Hepatitis A, B, C, E.

“Selain itu tentu juga bagaimana hasil ada tidaknya Adenovirus 41 yang kini banyak diduga sebagai penyebab Hepatitis di lintas benua ini,” tulisnya lewat pesan singkat kepada awak media.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top