Health

Jangan Memaksa Anak untuk Makan

Jangan Memaksa Anak untuk Makan

Setiap orang tua sering sekali merasa stress ketika anak susah makan dan akhirnya tanpa disadari terdapat unsur paksaan ketika memberi makan anak. Memang tidak mudah menjadi orang tua namun hal tersebut bukan alasan bagi orang tua untuk memaksa anak agar makan karena menurut Leona Victoria jangan memaksna anak untuk makan sebagai seorang ahli gizi Leona menekankan bahwa memaksa anak untuk makan justru memiliki efek yang lebih banyak negatifnya dari pada positifnya. Menurutnya anak perlu memiliki hubungan baik dengan makanan yang dimakannya agar dapat menikmati makanan yang mereka makan sehingga nutrisi dapat diserap secara maksimal oleh tubuh anak.

Jangan Memaksa Anak untuk Makan

Jangan Memaksa Anak untuk Makan

Jangan Memaksa Anak untuk Makan

Memaksa anak untuk makan justru memberikan banyak efek negatif terhadap pertumbuhan fisik dan psikologi anak:

  1. Trauma terhadap makanan tertentu

Ketika anak masih belum mampu untuk menentukan apa yang ingin dimakannya biasanya tugas orang tualah yang memilih makanan terutama ketika anak sedang dalam tahap belajar makan. Orang tua pasti mengalami saat dimana anak lahap makan namun ada kalanya tidak lahap justru menolak. Saat anak menolak untuk makan jangan paksa anak untuk makan apalagi menghabiskan makanannya karena justru dapat menimbulkan trauma, efeknya justru anak akan mengalami gangguan perilaku makan. Yang lebih parah lagi gangguan perilaku makan seperti anoreksia dan bulimia bisa menjadi dampak jangka panjang yang akan semakin sulit ditangani ketika sudah menjadi masalah psikologi.

  1. Kecenderungan Makan Secara Berlebihan

Selain trauma terhadap makanan tertentu memaksa anak untuk makan juga dapat berdampak sebaliknya yaitu anak jadi cenderung makan lebih banyak karena adanya dorongan emosi sehingga berdampak pada masalah berat badan atau obesitas.

Perkenalkan Aneka Jenis Makanan Sejak Dini

Oleh karena itu sangat penting bagi orang tua untuk memperkenalkan aneka jenis makanan sejak dini yaitu ketika anak berumur 6 bulan. Lakukan perlahan dan bertahap sehingga anak bisa merasakan rasa makanan satu persatu tanpa tambahan penguat rasa seperti garam, gula atau msg. WHO memperkenalkan sistem MPASI menggunakan sistem menu empasi tunggal dan 4 bintang bertujuan untuk mengatasi hal ini. Ketika anak diperkenalkan dengan menu tunggal, mulai dari sayur, buah, daging, nasi, kacang-kacangan dan lain sebaginya orang tua dapat mengetahui jenis makanan yang menjadi favorit anak dan selain itu orang tua juga dapat mengetes reaksi alergi sejak dini sehingga dapat makanan pemicu dapat dihindari. Sementara menu 4 bintang yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati dan sayur bertujuan untuk maemastikan bahwa anak mengkonsumsi cukup nutrisi dan dengan mengetahui makanan favorit anak orang tua juga bisa berkreasi mencampur rasa sayur yang tidak disukai anak dengan kaldu ayam yang rasanya gurih sehingga nutrisi anak tetap terpenuhi dan anak bisa makan dengan lahap, bukannya justru memaksa anak untuk makan makanan yang tidak mereka sukai.

Anak menolak untuk makan tentu ada alasannya, pada umumnya memang karena anak tidak suka dengan makanan yang mereka makan namun bisa juga karena gangguan kesehatan lain seperti sakit perut atau bahkan akrena tekstur makanan yang tidak disukai anak karena ada anak yang tidak suka makan makanan yang dibuat terlalu lembek atau justru terlalu keras. Jangan memaksa anak untuk makan tapi sebagai orang tua wajib mencari tahu apa yang menjadi penyebab utamanya sehingga masalah kecukupan gizi anak tetap dapat terpenuhi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top