Health

Jenis-Jenis Diet Penurun Berat Badan

Penurunan berat badan kerap identik dengan pengaturan pola makan atau biasa disebut dengan diet. Ketika Anda menargetkan berat badan di angka tertentu, diet adalah hal pertama yang mesti Anda lakukan. Sayangnya, tidak semua jenis diet cocok dengan tubuh Anda. Salah-salah, diet bisa membahayakan tubuh Anda apalagi jika Anda memilih diet ekstrim. Untuk itu Anda perlu mengetahui dulu jenis-jenis diet sehingga Anda bisa mempertimbangkan diet mana yang kira-kira cocok dan sanggup Anda jalani. Berikut kami merangkum untuk Anda.

Diet Atkins

Bagi Anda yang mampu menahan diri untuk tidak mengonsumsi karbohidrat, tidak ada salahnya mencoba diet atkins. Diet ini biasa dipakai untuk menurunkan berat badan dengan cara mengurangi atau bahkan tidak mengonsumsi karbohidrat sama sekali.

Tidak adanya karbohidrat tentu akan membuat tubuh Anda kelaparan. Namun, karena tidak adanya karbohidrat itulah tubuh Anda diharapkan dapat membakar lemak demi mendapatkan energi. Sebagai ganti karbohidrat Anda disarankan mengonsumsi protein seperti makanan laut, daging, telur dan kacang-kacangan.

Orang-orang yang melakukan diet ini berhasil menurunkan 7 – 10 kilogram dalam kurun waktu 6 bulan. Tertarik menerapkan diet atkins? Jika iya, Anda disarankan menerapkan diet ini seumur hidup. Jangan takut tidak mengonsumsi karbohidrat selama seumur hidup, ya. Larangan mengonsumsi karbohidrat hanya berlangsung di tahap awal. Selanjutnya, Anda boleh memasukkan menu karbohidrat ke dalam diet ini secara bertahap.

Diet 5:2

Diet 5:2 adalah jawaban tepat untuk diet Anda jika Anda sanggup berpuasa selama dua hari. Sebagai ganti puasa, ada 5 hari tersedia untuk makan normal. Anda diharuskan menerapkan pola makan 5 hari makan normal dan 2 hari berpuasa.

Selama dua hari berpuasa, Anda mungkin akan mengalami gangguan seperti pusing, mudah marah dan sulit berkonsentrasi. Kendati demikian, diet ini diklaim dapat meningkatkan usia hidup, lho! Diet 5:2 dipercaya dapat menurunkan resiko penyakit diabetes tipe 2, kanker yang berhubungan dengan kegemukan dan kanker payudara. Diet ini juga dapat melindungi otak dari demensia (pikun) dan Alzheimer.

Selama 5 hari makan normal, Anda disarankan mengonsumsi makanan dengan menu 10% protein, 56% lemak dan 34% karbohidrat pada hari pertama dan 9% protein, 44% lemak dan 47% karbohidrat pada hari ke 2-5.

Jenis-Jenis Diet Penurun Berat Badan

Gambar: Freepik.com

Diet Mayo

Jika Anda sanggup menahan diri untuk hanya mengonsumsi makanan yang hambar, tidak mengandung garam, maka diet mayo mungkin cocok untuk Anda.

Garam yang ada dalam tubuh menjadi salah satu penyebab berat badan berlebih. Dengan menerapkan diet mayo ini, diharapkan garam di dalam tubuh tersebut dapat keluar bersama urin dan feses. Maka selama menerapkan diet ini Anda juga sangat disarankan meminum air putih sebanyak minimal 8 gelas per hari. Selain garam, Anda juga dilarang meminum air es dan berbagai macam makanan dingin selama menerapkan diet ini.

Diet mayo berlangsung selama 13 – 14 hari. Jika dalam waktu tersebut Anda tidak dapat menahan diri walau cuma satu hari, maka Anda dianggap gagal melakukan diet mayo ini. Diet mayo dipercaya dapat menurunkan bobot tubuh hingga 7 – 8 kilogram.

Diet Food Combining

Sesuai namanya, diet food combining tidak mengharuskan Anda menahan lapar yang biasanya membuat Anda tersiksa. Diet ini hanya mengharuskan Anda mengombinasi beberapa jenis makanan untuk Anda konsumsi dan memperhatikan aturan-aturan mengonsumsi makanan dengan tujuan menjaga pH dalam darah tetap netral.

Diet ini mengutamakan konsumsi bahan makanan yang tidak mengalami proses masak seperti buah-buahan dan sayuran segar. Anda sangat disarankan  untuk memasukkan kombinasi protein hewani dan sayuran dalma menu yang Anda makan. Konsumsi protein dan karbohidrat secara bersamaan tidak dianjurkan selama menjalani diet ini.

Aturan-aturan dalam diet food combining juga wajib Anda terapkan jika ingin berhasil menurunkan berat badan. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi buah lebih dulu sebelum mengonsumsi makanan apa pun. Hal ini dikarenakan buah mudah dicerna jika dikonsumsi sendirian. Sebaliknya, gula dalam buah akan sulit dicerna jika dicampur dengan makanan lain.

Aturan lain dalam diet ini adalah pemberian jeda untuk setiap makanan yang dikonsumsi. Catat, ya. Jika ingin berhasil dalam diet ini, Anda disarankan makan berat dua jam setelah makan buah, makan protein setelah karbohidrat dan makan karbohidrat empat jam setelah makan protein.

Nah, apakah Anda sudah menemukan diet mana yang kira-kira cocok? Meski banyak sekali jenis diet yang bisa Anda coba untuk mendapatkan berat badan impian, Anda tetap harus mengutamakan kesehatan karena tidak sedikit diet yang menimbulkan efek samping. Diet yang berhasil tentu tidak akan membuat tubuh Anda sakit. Akan lebih baik jika Anda berkonsultasi dengan dokter gizi Anda sebelum memutuskan untuk berdiet. Ingat untuk tetap menjaga kesehatan dengan olahraga teratur dan istirahat yang cukup. Apa pun jenis diet yang Anda pilih, semoga Anda konsisten dalam menjalaninya, ya! Selamat menurunkan berat badan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top