Health

Junk Food Ternyata Dapat Menyebabkan Alergi

Junk Food

Siapa yang tidak suka makan burger atau piza yang super lezat? Makanan seperti burger, french fries, dan piza termasuk golongan dalam makanan junk food. Makanan tersebut dapat berakibat buruk jika dikonsumsi terlalu sering dan berlebihan. Junk food memang menggiurkan dibanding makanan sehat.

Selain dapat menyebabkan kolesterol dan obesitas, ternyata junk food dapat menyebabkan alergi. Risiko ini mudah dijangkiti anak-anak yang lebih rentan. Berdasarkan studi Universitas Federico II, alergi anak yang makan junk food meningkat tajam. Wah, kenapa kok bisa ya?

Alergi Akibat Junk Food

Anak usia 6 hingga 12 tahun bisa terjangkit dua jenis alergi yang berbeda, yakni alergi pernapasan dan alergi makanan. Anak dengan alergi makanan memiliki senyawa alergi yang tinggi di bawah kulitnya. Senyawa tersebut disebut senyawa Advance Glycation End Products atau AGEs. Senyawa ini banyak ditemukan pada olahan makanan dengan suhu panas, molekul gula terbentuk dengan berikatan pada protein atau lemak.

AGEs dapat ditemukan di kentang yang digoreng dalam minyak super. Proses memasak itulah yang dapat membuat kadar AGEs tinggi dalam junk food yang bisa menyebabkan anak berisiko mengidap alergi makanan. AGEs tidak baik untuk tubuh, sayangnya sering dimiliki dalam makanan lezat junk food.

Untuk itu, kita harus pandai memilih makanan yang baik untuk tubuh. Terutama untuk anak-anak yang dapat mengidap alergi makanan sedari kecil. Saat ini sudah ada banyak produk home food yang dapat diolah dengan baik dan lezat. Kita bisa mengakalinya dengan membuat jus buah-buahan atau memasak salad yang lezat agar tidak terbiasa makan junk food.

Meski bisa junk food mengandung kadar AGEs yang tinggi, alergi tidak hanya berakibat dari satu faktor saja. Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab alergi selain junk food.

Faktor Lain Penyebab Alergi Makanan Selain Junk Food

Junk food menjadi makanan yang tidak menyehatkan bagi tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Makanan cepat saji itu dapat membuat kolesterol, diabetes, penyakit jantung hingga alergi. Tetapi alergi makanan, lebih-lebih pada anak-anak, dapat diakibatkan dari beberapa faktor berikut ini:

1.     Terlambat Mengenalkan Beberapa Jenis Makanan

Faktor pertama salah satunya adalah terlambat mengenalkan makanan yang dapat membuat alergi, misalnya kacang, ayam, dan telur. Makanan tersebut dikenal dapat membuat alergi. Selain itu, konsumsi berlebihan beberapa makanan juga dapat meningkatkan alergi.

2.     Terjadinya Perubahan Iklim

Selain berdampak pada lingkungan, perubahan iklim yang menimbulkan suhu yang tidak stabil tersebut dapat memengaruhi kekebalan tubuh. Sehingga risiko alergi terhadap makanan dapat tinggi.

3.     Gen

Ibu hamil yang pernah mengalami alergi juga dapat menurunkannya pada anak. Selain itu, pola makan yang tidak sehat juga memengaruhi bakteri. Akibatnya, bakteri yang berkaitan dengan sistem imun tersebut lemah.

4.     Penggunaan Obat Tertentu

Selain makanan, penggunaan beberapa obat tertentu seperti antibiotik pada anak dapat meningkatkan risiko terkena alergi. Antisida yang dikonsumsi juga bisa memengaruhi pH lambung. Cara usus mencerna dan mengolah nutrisi akan berbeda dan risiko alergi meningkat. Di samping itu, penggunaan sabun yang terlalu sering menyebabkan kekebalan tubuh kurang toleran terhadap pantogen atau zat penyebab penyakit.

Pencegahan Alergi

Pencegahan alergi dapat dilakukan semenjak dini. Sayangnya, ini sulit dilakukan oleh orang yang memiliki alergi turunan (gen). Kita bisa mengenalkan makanan kacang dan telur di usia muda pada anak-anak kita. Jangan mengkonsumsi makanan yang dapat menimbulkan alergi secara berlebihan. Jangan lupa untuk menerapkan gaya hidup sehat. Kita juga dapat berkonsultasi pada dokter untuk mengatasi pencegahan alergi.

Menangani Alergi

Ketika sudah terlanjur memiliki alergi, lalu apa yang harus kita lakukan? Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pemicu alergi bermacam-macam. Seperti dapat dari makanan, obat, gen, dan lingkungan. Dalam beberapa kasus, alergi dapat berakibat sangat buruk hingga kematian jika kita sembarangan mengonsumsinya.

Untuk menangani alergi, kita perlu mengetahui kondisi tubuh. Jika tiba-tiba tubuh kita sensitif terhadap kondisi atau makanan tertentu, segeralah memeriksakan ke dokter. Tindakan tersebut penting untuk mengetahui diagnosa lanjutan, dan kamu perlu mengetahui langkah selanjutnya. Setelah mengetahuinya, kamu perlu memilah makanan yang tidak mengandung bahan-bahan yang menyebabkan alergi.

Beberapa obat untuk alergi mudah ditemui. Obat bebas seperti antihistamin merupakan obat untuk gejala alergi ringan. Tetapi alangkah lebih baiknya jika kamu memeriksakan diri sebelum terlambat. Obat tanpa resep dokter itu dapat dibeli setelah kamu sudah memeriksakan diri dan mengetahui alergi yang kamu idap.

Ada satu kondisi alergi, yakni alergi akut atau anafilaksis sering berakibat fatal jika salah penanganan. Orang yang mengidap alergi ini, jika mengonsumsi makanan yang membuatnya alergi, perubahannya seperti sesak napas, tenggorokan membengkak, lidah membengkak, sulit bicara, batuk terus menerus hingga pucat. Jika ada satu kondisi tersebut menimpa teman kita, kita perlu menanganinya secara medis, seperti membawanya ke rumah sakit untuk perawatan lanjutan. 

Berita Terkini

To Top