Health

Kandungan dan Manfaat Tumbuhan Lidah Buaya

Kandungan dan Manfaat Tumbuhan Lidah Buaya

This post is also available in: English

Bahkan, sektor agroindustri belakangan ini telah menjadi primadona yang mampu membantu meningkatkan perekonomian nasional dan pendapatan atau devisa negara. Salah satunya tanaman Lidah Buaya.

Dewasa ini produk berbahan baku alami semakin disukai masyarakat. Bahkan, di luar negeri, penggunaan produk berbahan baku alami telah menjadi trend di masyarakat luas. Tanaman lidah buaya (aloe vera) selama ini hanya dikenal sebagai bahan dasar pembuatan shampo dan tanaman hias di pekarangan rumah. Kini penggunaannya sudah semakin luas, baik dalam industri kosmetika maupun farmasi.

Tanaman lidah buaya (aloe vera) yang diduga berasal dan Kepulauan Canary di sebelah barat Afrika. Telah dikenal sebagai obat dan kosmetika sejak berabad-abad silam. Dalam Egyptian Book of Remedies, dicatat bahwa pada zaman Cleopatra, aloe vera telah dimanfaatkan sebagai bahan kosmetika untuk kecantikan, yakni sebagai pelembap kulit. Sementara itu, penggunaannya di bidang farmasi pertama kali dilakukan oleh orang-orang Samaria sekitar tahun 1750 SM.

Lidah buaya diperkirakan masuk ke Indonesia sekitar abad ke-17, yakni dibawa oleh seorang petani keturunan Cina. Meskipun demikian, pemanfaatan tanaman obat ini di Indonesia masih sedikit, hanya terbatas sebagai tanaman hias di pekarangan rumah. Sebagai tanaman hias, tumbuhan ini memang tampak indah karena keunikan daunnya yang tebal berduri dan corak bunganya yang berwarna kuning hingga oranye. Pemanfaatan aloe vera secara komersial sebagai bahan minuman baru dimulai pada tahun 1990, oleh petani di Kalimantan Barat.

Manfaat Tanaman Lidah Buaya

Kandungan dan Manfaat Tumbuhan Lidah Buaya

Lidah buaya merupakan 10 jenis tanaman terlaris di dunia. Mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman obat dan bahan baku industri. Di Amerika Serikat, Australia, dan negara di Eropa, lidah buaya telah dimanfaatkan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman kesehatan.

Tanaman lidah buaya diketahui mempunyai banyak manfaat dan khasiat, seperti anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri, dan regenerasi sel. Di samping itu, berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung bagi penderita HIV.

Pada tahun 1977 dilaporkan dalam Drugs and Cosmetic Journal bahwa rahasia keampuhan aloe vera / lidah buaya terletak pada senyawa yang dikandungnya. Terutama pada glukomannan, asam-asam amino esensial dan non-esensial, enzim oksidase, katalase, lipase, dan protease. Enzim ini membantu memecahkan jaringan kulit karena rusak dan membantu memecah bakteri, sehingga gel aloe vera bersifat antibiotik, sekaligus meredam rasa sakit. Sementara itu, asam amino berfungsi menyusun protein pengganti sel yang rusak.

Zat aloin yang terkandung pada lidah buaya dan berfungsi sebagai pencahar, sudah digunakan oleh orang Yunani sejak abad ke-4 SM. Hal ini dikemukakan oleh Celsus dan ditegaskan Dioscordes bahwa lidah buaya berguna untuk mengobati sakit perut, sakit kepala, gatal, kerontokan rambut, perawatan kulit, dan luka bakar.

Di Amerika Serikat, lidah buaya mulai populer pada dekade 1930-an. Ekstrak gel aloe vera dapat digunakan mengatasi luka akibat sinar X dan luka bakar akibat radiasi sinar radium. Dalam hal ini, pemanfaatan daging lidah buaya lebih banyak dari pada pemanfaatan kulitnva. Gel lidah buaya mengandung glukomannan, yakni suatu bagian kelompok polisakarida dan bradikininase, yaitu suatu inhibitor protease, magnesium laktat, senyawa antiprostaglandin, serta anti-inflamatori.

Penggunaannya sebagai salep (ointment) mempunyai pengaruh antimikroba untuk penyembuhan luka lebih cepat dibandingkan dengan salep Perak sultaclazina. Di samping itu, ekstraknya terdiri dari berbagai aktivitas antibakteri Stapbylococcus aureus, Klebsilla pneumonia, Pseudomonas aeruginosa, dan Mycobacterium tuberculosis.

FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat menyetujui penggunaan ekstrak gel lidah buaya dengan bahan aktif acemannan untuk mengobati aphthous stomatitis. Sampai saat ini masih berlangsung penelitian terhadap antiviral dan imunomodulator untuk membantu pengobatan pasien yang terinfeksi HIV. Sementara itu, penelitian di laboratorium membuktikan bahwa acemannan adalah suatu immunoenbancer yang dapat meningkatkan respon monotif terhadap alloan-tigen. Menstimulasi sitotoksik limposit T (membunuh sel T), dan bekerja secara sinergis dengan terapi antiviral lainnya, seperti zidovudine atau retrovir dan acyclovir yang akan menghambat replikasi viral.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top