Health

Kenali 6 Vaksin Covid-19 Yang Resmi Ditetapkan Untuk Proses Vaksinasi Di Indonesia

Vaksin Covid-19 Vaksinasi Di Indonesia

Hingga saat ini, dunia masih belum bisa mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh virus Covid-19. Setiap hari, korban yang disebabkan oleh Covid-19 terus bertambah termasuk di Indonesia. Hari ini, (18/12/2020) total kasus yang disebabkan oleh Covid-19 sudah mencapai 643.508 dengan korban meninggal sekitar 19.390 jiwa.  

Setelah sekian lama dunia menunggu vaksin untuk Covid-19, kini vaksin tersebut telah diresmikan, bahkan telah didistribusikan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Saat ini, pemerintah Indonesia telah menetapkan enam jenis vaksin yang nantinya akan digunakan untuk proses vaksinasi Covid-19. Vaksin-vaksin tersebut diproduksi oleh sejumlah produsen yang berbeda. Kira-kira apa saja vaksin yang resmi digunakan di program vaksinasi mendatang? Untuk itu, simak baik-baik ya.

6 vaksin yang akan digunakan di Indonesia

Pemerintah telah menetapkan 6 jenis vaksin yang akan digunakan di Indonesia. penetapan ini berdasarkan Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan tentang Penentapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Berdasarkan SK tersebut, vaksin untuk Covid-10 akan bisa digunakan setelah medapatkan izin edar ole Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

Diproduksi oleh produsen yang berbeda. Meskipun demikian, cara kerja keenam vaksin ini pun pada dasarnya sama. Hingga pertengahan Desember 2020 ini, pemerintah sendiri belum memberikan pengumuman resmi terkait harga. Inilah beberapa produsen yang memproduksi vaksin tersebut, antara lain:

1. AstraZeneca

Vaksin yang diproduksi oleh AstraZeneca ini dibuat dari versi lemah virus flu biasa. Sebelum resmi digunakan, vaksin virus Covid-19 yang diproduksi oleh AstraZeneca dilakukan uji coba bersama dengan Oxford University dimana hasil pengujian menunjukkan keefektifan rata-rata mencapai 70%. Hasil pengujian yang didapatkan menunjukkan adanya respon imun yang kuat pada orang tua.

Hingga saat ini, uji coba dengan vaksin yang diproduksi oleh AstraZeneca masih terus dilakukan pada 20.000 relawan. Proses pendistribusian vaksin AstraZeneca dianggap mudah karena tidak perlu disimpan di suhu yang sangat dingin.

2. Vaksin PT Bio Farma

Vaksin Merah Putih ini merupakan salah satu vaksin produksi dalam negeri yang didapatkan dari hasil kerja sama antara PT Bio Farma (Persero) dengan Lembaga Eijkman Institute. Pemerintah sangat berharap jika vaksin Merah Putih ini dapat selesai pada akhir 2021.

Selain itu, PT Bio Farma juga menjalin kerja sama dengan perusahaan vaksin asal China bernama Sinovac Biotech demi pengadaan vaksin Covid-19 di Indonesia. Sebanyak 1.620 relawan mengikuti uji klinis tahap tiga penyuntikan hasil kerja sama dengan Sinovac. Hingga saat ini, pihak BPOM masih menunggu hasil dari uji klinis tahap ketiga tersebut.   

Pada Oktober 2020, Bio Farma telah menetapkan harga vaksin yang diproduksi bersama dengan Sinovac sekitar Rp. 200.000 per dosisnya. Namun untuk vaksin Merah Putih, Bio Farma masih belum memberikan keterangan mengenai harganya. Hal itu dikarenakan vaksin tersebut masih dalam proses produksi.

3. China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm)

Kurang lebih satu juta orang yang ada di China telah dilakukan proses penyuntikan vaksin di bawah izin penggunaan darurat. Saat ini, masih dalam tahap pengujian yang belum sepenuhnya selesai. Sebelum terbukti berhasil sepenuhnya, vaksin ini hanya digunakan oleh para pejabat China, pelajar, dan pekerja yang bepergian. Vaksin buatan Sinopharm ini termasuk jajaran lima vaksin dari China yang melakukan uji klinis di luar negeri. Pada bulan September 2020, Uni Emirat Arab menjadi negara pertama yang menyetujui penggunaannya.

4. Moderna

Moderna menganggap bahwa vaksin yang dibuatnya memiliki tingkat efektivitas sebesar 94,5%. Pada akhir November 2020, pihak dari Moderna telah mengajukan perizinan penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 kepada regulator Amerika Serikat dan Eropa. Moderna yakin bahwa efektivitas suntikan dan catatan keamanan dari vaksin Covid-19 buatannya ini baik dan telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh BPOM Amerika Serikat untuk penggunaan darurat

5. Pfizer Inc and BioNTech

Vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Pfizer Inc and BioNTech ini telah mengajukan perizinan penggunaan darurat kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) dan Eropa. Uji coba terakhir dilakukan pada 18 November 2020 yang menghasilkan tingkat efektifitas sebesar 95% dimana mereka yakin bahawa vaksin yang dibuatnya mampu menangkal virus Corona dan tidak menimbulkan efek samping pada masalah kesehatan.

Di Amerika Serikat, pemberian vaksin ini telah dilakukan kepada relawan yang bersedia untuk di uji coba. Pihak BPOM terus memantau kegiatan pemberian vaksin Pfizer tersebut. Hal ini dilakukan setelah mereka menemukan sebanyak empat relawan vaksin Covid-19 Pfizer yang mengalami kondisi Bell’s Palsy saat kegiatan vaksinasi berlangsung. Namun, pihak BPOM mengatakan bahwa kondisi tersebut bukan karena vaksin Pfizer yang diberikan.

6. Sinovac Biotech Ltd

Sinovac Biotech Ltd memberikan nama pada vaksin buatannya yaitu CoronaVac. Saat ini, CoronaVac telah memasuki uji coba tahap tiga. Sinovac Biotech Ltd melakukan uji coba vaksin buatannya di negara Brasil, Bangladesh, hingga Indonesia. Sebelumnya, Sinovac Biotech Ltd melakukan uji coba pada seekor monyet yang menunjukkan bahwa vaksin tersebut menghasilkan antobody yang dapat menetralkan galur Sars-Cov-2.

Pada Minggu, (6/12/2020), vaksin CoronaVac buatan Sinovac Biotech Ltd telah tiba di Indonesia. Pada kloter pertama, vaksin yang didatangkan sebanyak 1,2 juta dosis. Sedangkan sisanya sebanyak 1,8 juta dosis akan datang pada bulan januari 2021. Kini, CoronaVac ini sedang menyelesaikan uji klinisnya di Bandung, Jawa Barat.

Vaksin akan diberikan secara gratis

Berkaitan dengan vaksin Covid-19, Presiden Indonesia, Joko Widodo melalui YouTube Sekretariat Kepresidenan pada Rabu, (16/12/2020) menyampaikan bahwa vaksin Covid-19 ini akan diberikan secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia. Beliau juga menegaskan bahwa dirinya akan menjadi orang pertama yang menerima. Hal ini dilakukan supaya masyarakat Indonesia percaya dan yakin terkait keamanan dari vaksin Covid-19 yang akan digunakan.

Selain Joko Widodo yang menjadi orang pertama sebagai penerima vaksin, ada beberapa pihak lainnya yang menjadi prioritas penerima yang datang di kloter pertama. Pihak-pihak tersebut adalah para tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, maupun tenaga penunjang yang bekerja di dalam fasilitas pelayanan kesehatan.

Nah itulah informasi mengenai enam jenis vaksin yang akan digunakan program vaksinasi di Indonesia. Saat ini, kita hanya bisa menunggu kapan Indonesia memulai untuk melaksanakan program vaksinasi agar rasa khawatir kita terhadap penularan virus Covid-19 sedikit mereda. Selain itu, dengan adanya proses vaksinasi tersebut setidaknya dapat mengurangi persentase kasus terinfeksinya virus Covid-19 pada masyarakat Indonesia.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top