Kini Pria Gay Bisa Donor Darah!

Larangan mendonorkan darah bagi pria homoseksual (gay) dan biseksual di beberapa negara sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Mengapa? Larangan ini ada karena untuk mencegah adanya penularan virus HIV/AIDS melalui darah yang didonorkan oleh pria gay. Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat menyatakan bahwa seorang pria gay akan memiliki risiko tinggi tertular penyakit HIV/AIDS.

Di Amerika Serikat, larangan ini sudah lama dan sudah banyak diprotes karena dianggap mendiskriminasi kaum minoritas. Tak hanya itu, dengan adanya larangan ini pun Amerika dinilai akan menimbulkan citra buruk bagi negaranya sendiri. Namun, para ahli dari American Medical Assocation telah mengembangkan pengujian terhadap virus HIV/AIDS dan mengatakan bahwa larangan bagi gay untuk mendonorkan darahnya sudah tidak diperlukan.

Walaupun larangan ini sudah dicabut, namun Amerika masih melarang pria gay yang melakukan hubungan badan dengan sesama jenis pada 1 tahun terakhir untuk mendonorkan darahnya. Pemerintah Amerika mematok waktu 1 tahun yaitu karena memerlukan waktu 2-4 minggu untuk bisa mendeteksi adanya infeksi virus HIV/AIDS dari sebuah sampel darah. tidak hanya itu, diperlukan waktu beberapa bulan juga untuk mendeteksi adanya virus hepatitis B.

Syarat 1 tahun yang diterapkan di Amerika ini pun berlaku di beberapa negara lain, seperti Jepang, Australia dan Inggris. berbeda dengan Kanada yang memberlakukan syarat yang lebih lama, yaitu 5 tahun. Untuk negara lain, seperti Spanyol, Italia, Meksiko, Rusia, Portugal dan Polandia, tidak memiliki larangan apapun bagi pendonor yang merupakan pria homoseksual hanya saja menerapkan kuisioner yang lebih ketat.

Tidak jauh berbeda dengan Amerika, larangan donor darah bagi pria gay akan dicabut oleh pemerintah Perancis. Dengan dicabutnya larangan ini, tentu ada syarat yang berlaku. Namun syarat ini lebih ringan jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Syarat yang diberlakukan di Perancis yaitu, pria gay akan diperbolehkan donor darah apabila tidak melakukan hubungan seksual selama satu bulan.

Menteri Kesehatan Perancis menyatakan bahwa seharusnya orientasi seksual tidak menjadi halangan untuk seseorang agar bisa mendonorkan darah. Hal ini berdasar pada pendirian bahwa donor darah adalah salah satu tindakan kebaikan yang boleh dilakukan oleh semua orang.

Selanjutnya Menteri Kesehatan Perancis juga mengatakan bahwa sebelumnya, donor darah yang terdiri dari kombinasi sel darah merah, plasma, dan platelet akan sama dengan Amerika yaitu pria gay akan diperbolehkan donor jika tidak berhubungan seksual sejak 1 tahun lalu. Apabila hanya ingin mendonorkan plasma darah atau komponen cair dari darah, akan diperbolehkan jika tidak melakukan hubungan seksual sejak 4 bulal sebelumnya.

Peraturan ini tetap dianggap menunjukkan diskriminasi terhadap orientasi seksual oleh advokasi SOS Homophobie. Mereka mengungkapkan protesnya karena tentunya seorang pria gay pun tidak memiliki aturan absen dalam bercinta dengan pasangannya.
Di Perancis sendiri, isu donor darah ini sempat sangat sensitif pada tahun 1980-an karena terdapat ratusan orang yang meninggal dunia karena tertular virus HIV melalui darah yang didapat dari pendonor di pusat transfusi darah nasional. Bahkan sebagian darah yang diberikan ke negara lain pun menyebabkan kejadian yang sama. Kejadian ini membuat pejabat publik, termasuk kepala pusat transfusi darah nasional ada yang dipecat bahkan dipenjara.

Nah, kalau menurut Anda apakah larangan dan peraturan donor darah yang ada di beberapa negara ini efektif? Atau peraturan ini tergolong mendiskriminasi kaum minoritas? Silakan berpendapat!

This website uses cookies.