Health

Mengenal Metode Ibu Pengganti yang Dipilih Priyanka Chopra untuk Punya Anak

Mengenal Metode Ibu Pengganti yang Dipilih Priyanka Chopra untuk Punya Anak

Pada Sabtu (22/1/2022), bintang Bollywood Priyanka Chopra mengumumkan bahwa ia dan sang suami, Nick Jonas, telah dikaruniai anak pertama. Anak pertama pasangan selebriti dunia ini lahir dari metode ibu pengganti.

“Kami sangat gembira untuk mengonfirmasi bahwa kami telah menyambut kelahiran seorang bayi melalui ibu pengganti. Kami dengan hormat meminta privasi selama menjalani waktu spesial ini karena kami ingin fokus pada keluarga kami. Terima kasih banyak,” tulis Priyanka di Instagram miliknya.

Pada dasarnya, metode ibu pengganti atau surrogacy adalah seorang wanita yang hamil dan melahirkan bayi untuk perempuan lain yang tak bisa melakukannya. Umumnya, pasangan ‘penyewa’ rahim ibu pengganti lah yang akan memenuhi semua kebutuhan termasuk membayar biaya perawatan sang ibu dan janin hingga melahirkan.

Lihat Juga: Tips Ibu Hamil Dalam Mengatasi Suhu yang Dingin di Musim Penghujan

Seperti Apa Metode Ibu Pengganti?

Dari News18, surrogacy melibatkan pembuahan sel telur wanita dan sperma pasangan pria lewat prosedur medis untuk membentuk embrio. Kemudian, embrio akan ditanamkan ke dalam rahim ibu pengganti, yang mengandung dan melahirkan sang bayi.

Ibu pengganti akan melahirkan janin tersebut dan kemudian akan diasuh oleh orang tua sah. Berikut jenis-jenis ibu pengganti:

  1. Tradisional, metode ibu pengganti satu ini melibatkan sel telur ibu pengganti yang akan mendapatkan inseminasi buatan sperma pasangan pria.
  2. Gestasional, metode ini serupa dengan proses bayi tabung, di mana sel telur akan dibuahi oleh sperma sebelum embrio ditempatkan ke rahim ibu pengganti. Pada metode ini, ibu pengganti tak mempunyai hubungan biologis dengan anak yang dikandungnya karena sel telur dan sperma berasal dari orang tua sah.

Lihat Juga: 18 Ciri-ciri Hamil Anak Perempuan Atau Laki-laki

Bisakah Dilakukan di Indonesia?

Metode ini tak sesederhana hanya mengandung dan melahirkan saja. Menurut Undang-undang di Indonesia, memiliki anak dengan cara ini tidak diperbolehkan. Larangan ini tercantum dalam Pasal 16 UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 72/Menkes/Per/II/1999 terkait Penyelenggaraan Teknologi Reproduksi Buatan.

Dari kedua peraturan itu artinya praktik ini dilarang di Indonesia. Hal ini diperkuat dengan adanya sanksi hukum yang bisa dikenakan kepada yang melakukannya, Pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top