Health

Mengenal Vitamin D Yang Penting Bagi Kekebalan Tubuh

vitamin D

This post is also available in: English

Tubuh manusia membutuhkan banyak vitamin agar tetap sehat dan kuat. Salah satu vitamin yang baik bagi kesehatan yaitu vitamin D. Vitamin tersebut merupakan nutrisi utama yang mendukung sistem kekebalan tubuh.

Di masa pandemi Covid-19 ini, sistem kekebalan tubuh yang kuat adalah salah satu kunci untuk mempertahankan agar tubuh tidak mudah rentan oleh penyakit termasuk virus corona. Dengan terpenuhinya vitamin D pada tubuh, maka tubuh tidak mudah terserang terpapar penyakit.

Lalu, seberapa penting bagi sistem kekebalan tubuh itu? apa yang akan terjadi jika tubuh kekurangan vitamin D? yuk simak baik-baik ulasannya di bawah ini.

Vitamin D merupakan kunci untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat. Saat ini, sistem kekebalan tubuh seseorang sedang diuji untuk mengetahui seberapa kuat menghadapi beberapa penyakit yang akhir-akhir marak terjadi, mulai dari batuk, pilek, demam hingga Covid-19.

Meskipun tidak ada satu nutrisi pun yang dapat mencegah dari penyakit, namun kadar yang cukup bisa membuat sistem kekebalan tubuh kuat sehingga tidak mudah terpapar penyakit. Oleh karena itulah, vitamin ini sangat penting bagi tubuh.

Baca Juga : Hal Penyebab Turunnya Kekebalan Tubuh

Terkait masa pandemi Covid-19 ini, hampir 20 analisis data yang telah dilakukan bahwa kekurangan vitamin D merupakan penyebab utama tingkat keparahan gejala seseorang terpapar virus Covid-19

Sekilas tentang vitamin D

Secara teknis, vitamin D disebut juga hormon. Sebenarnya tubuh manusia bisa menghasilkannya. Hal itu didapatkan dari terpaparnya sinar matahari ke kulit dalam waktu yang cukup lama.

Saat kulit terpapar sinar matahari, maka tubuh dapat mensintesis vitamin D. Selain itu bisa didapatkan melalui makanan maupun suplemen yang digunakan untuk menambah kebutuhan bagi tubuh.

Sumber vitamin D

Kulit yang terpapar sinar matahari akan menghasilkan vitamin D pada tubuh. Selain sinar matahari, bisa didapatkan melalui beberapa makanan. Hal itu adalah cara yang mudah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian.

Berikut ini beberapa makanan dan minuman yang mengandung vitamin D dilansir dari Healthline dan Medical News Today:

1. Kuning telur

Kuning telur

Mungkin ada sebagian orang yang tidak menyukai kuning telur. Hal itu adalah suatu hal yang keliru. Kuning telur merupakan salah satu sumber yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kadar vitamin ini pada kuning telur cukup tinggi terutama telur ayam kampung. Satu butir telur ayam besar mengandung sebanyak 88 UI atau setara dengan 15 persen kebutuhan harian seseorang.

2. Ikan salmon

Ikan salmon

Mungkin banyak orang yang sudah tahu bahwa ikan salmon merupakan sumber vitamin. Salmon budidaya mengandung vitamin D sebanyak 526 UI, sedangkan untuk salmon liar sebanyak 988 UI per porsinya. Salmon ini bisa dikonsumsi secara mentah maupun dimasak. Jika dimasak, salmon cukup dipanggang di atas pan atau oven dalam waktu sebentar saja.

3. Ikan tuna

Ikan tuna

Sebanyak 100 gram ikan tuna kaleng terdapat kandungan vitamin D sebanyak 261 UI atau setara dengan 34 persen konsumsi harian. Ikan tuna kaleng menjadi pilihan praktis bagi seseorang yang ingin memenuhi kebutuhan harian. Jika tidak terlalu suka dengan ikan tuna kaleng, maka bisa mengkonsumsi tuna segar yang tentunya bebas pengawet.

4. Jamur

jamur

Makanan lainnya yang mengandung vitamin D yaitu jamur. Berikut ini jenis jamur yang berkadar cukup tinggi per 50 gram-nya, diantaranya:

  • Jamur maitake mentah. Kandungan vitamin ini sebanyak 562 UI per 50 gram atau setara dengan 12 persen kebutuhan harian
  • Jamur shitake kering. terdapat kandungan 77 UI per 50 gram atau setara dengan 12 persen dari kebutuhan harian
  • Jamur portabello mentah. Kandungannya sebanyak 523 UI per 50 gram atau setara dengan 87 persen kebutuhan harian.
  • Jamur putih mentah. Vitamin D yang terkandung di dalam jamur ini yaitu 523 UI per 50 gram atau setara dengan 87 persen kebutuhan harian
  • Jamur portobello mentah yang terpapar sinar UV mengandung 568 UI per 50 gram yang merupakan 95 persen dari AKG seseorang
  • Jamur tiram mentah yang terpapar sinar UV mengandung 523 UI per 50 gram yang merupakan 87 persen dari RDA seseorang

5. Susu sapi

Susu sapi

Susu sapi terkandung 115 hingga 130 UI per 237 ml atau setara dengan 15 sampai 22 persen kebutuhan harian.

6. Susu kedelai

vitamin D pada Susu kedelai

Susu kedelai mengandung vitamin D sebanyak 107 hingga 117 UI per 237 ml atau setara dengan 13 hingga 15 persen kebutuhan harian.

7. Jus jeruk

Jus jeruk

Jika seseorang memiliki alergi susu, maka bisa menggantinya dengan jus jeruk untuk memenuhi kebutuhan. Jus jeruk mengandung vitamin D sebanyak 100 UI per 237 ml atau setara dengan 12 persen kebutuhan harian.

8. Minyak hati ikan kod

vitamin D Minyak hati ikan kod

Minyak hati ikan kod biasanya dikeluarkan dalam bentuk suplemen. Jika ada seseorang yang tidak menyukai ikan, maka bisa mengkonsumsi minyak hati ikan kod ini.

Kandungan vitamin ini di dalam minyak hati ikan kod sebanyak 448 UI per 4,9 ml atau setara dengan tercukupinya kebutuhan harian hingga 56 persen.

Minyak hati ikan kode sering digunakan untuk mengobati kekurangan vitamin D pada anak-anak selama bertahun-tahun karena kandungan yang tinggi.

9. Sereal maupun oatmeal

vitamin d Sereal maupun oatmeal

Tidak semua sereal maupun oatmeal mengandung vitamin D. Ada beberapa produk sereal maupun oatmeal tertentu yang mengandung kadar cukup tinggi. Setengah cangkir sereal dan oatmeal mengandung sebanyak 54 hingga 136 UI atau setara dengan 17 persen kebutuhan harian.

Dampak kekurangan vitamin D

Setiap hari, anak-anak, ibu hamil dan orang dewasa membutuhkan sekitar 600 UI. Kebutuhan tersebut akan semakin banyak ketika berusia lebih dari 70 tahun. Pada usia tersebut, kebutuhan bisa mencapai 800 UI per harinya.

Kekurangan vitamin D akan membuat sistem kekebalan tubuh ikut menurun. Dengan demikian maka tubuh akan mudah terserang penyakit. Vitamin ini sangat penting untuk kesehatan tulang.

Seseorang yang mengalami nyeri tulang dan kelemahan otot bisa menjadi tanda tubuh kekurangan vitamin D. Biasanya kekurangan vitamin ini sering dikaitkan dengan rakhitis dimana jaringan tulang tidak termineralisasi dengan baik sehingga menyebankan kelainan bentuk tulang.

Selain itu, kekurangan vitamin D juga akan menimbulkan berbagai penyakit seperti diabetes tipe 1 dan tipe 2, hipertensi, intoleransi glukosa, asma parah pada anak-anak, kanker, multiple sclerosis hingga risiko kematian akibat penyakir kardiovaskular.

Perawatan tubuh ketika kekurangan vitamin D

Apabila seseorang mengalami tanda-tanda kekurangan vitamin D pada tubuhnya, langkah yang paling mudah yaitu berjemur di pagi hari sekitar 10-15 menit. Selain itu, perbanyak konsumsi makanan yang sudah disebutkan diatas. Bila perlu, konsumsi suplemen.

Panduan konsumsi suplemen sebanyak 600 UI untuk semua usia mulai dari 1 hingga 70 tahun untuk mengoptimalkan kesehatan tulang. Batas tersebut bisa dinaikkan hingga 4.000 UI ataupun lebih tergantung seberapa parah tingkat kadarnya pada tubuh.

Jika kalian masih ragu dalam mengkonsumsi suplemen, sebaiknya konsultasikan kepada dokter berapa jumlah takaran konsumsi suplemen untuk menambah vitamin D pada tubuh setap harinya. Dengan demikian, kebutuhan pada tubuh akan terpenuhi dengan cukup. Hal itu membuat sistem kekebalan tubuh akan stabil.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top