Health

Mengetahui Penyakit Skizofrenia Melalui Drama Korea It’s Okay That’s Love

It’s Okay That’s Love

Bagi pecinta drama korea pasti pernah menonton atau sekadar mendengar tentang drama yang berjudul It’s Okay Thats Love. Yup, drama ini diperankan oleh Jo In-sung dan Gong Hyo-jin. Bercerita tentang seorang psikiater dan penulis yang enggan berumah tangga karena memiliki trauma di masa lalu. Hal yang menarik justru pada tema yang diangkat, yaitu tentang mental illness, Skizofrenia.

Menariknya, gambaran tentang penyakit mental skizofrenia yang dialami Jang Jae-yul (Jo In-sung) disampaikan dengan sederhana dan mudah dimengerti orang awam. Orang-orang dapat mengetahui bahwa penderita skizofrenia sebenarnya tidak sama dengan orang gila melalui drama ini. Selain itu, ada beberapa gambaran tentang penyakit skizofrenia yang dapat diambil.

Sekilas Tentang Skizofrenia

Penyakit Skizofrenia
Skizofrenia

Penyakit skizofrenia adalah penyakit mental yang membuat penderitanya mengalami halusinasi, delusi, hingga perubahan sikap. Biasanya penderita juga sulit membedakan antara dunia nyata dengan dunia yang dibentuk oleh pikirannya sendiri. Bahkan, sangat sering kedua dunia tersebut tercampur dan mengacaukan dunia nyata si penderita.

Dalam drakor It’s Okay Thats Love sosok Jang Jae-yul dikisahkan mengidap skizofrenia. Tetapi fakta ini baru terungkap di bagian pertengahan menuju akhir episode. Yang mengidentifikasi gejala skizofrenia tak lain adalah sang kekasih, Ji Hae-soo (Gong Hyo-jin), seorang psikiater. Dia shock saat tahu kekasihnya mengidap penyakit berbahaya tersebut.

Diketahui bahwa risiko fatal dari penyakit mental yang satu ini adalah perilaku melukai diri sendiri hingga percobaan bunuh diri. Di dalam drama ini kamu akan menemukan hal seperti itu dimana beberapa kali Jang Jae-yul justru mencelakakan dirinya sendiri. Tetapi Jang Jae-yul tidak merasakannya, karena yang mendasari sikapnya adalah orang dari dunia yang dia ciptakan sendiri.

Gejala Skizofrenia

Secara umum ada dua jenis gejala skizofrenia, yaitu gejala positif dan gejala negatif.

  1. Gejala positif, merupakan gejala yang sangat tampak, yang membedakannya dengan individu yang sehat. Gejala tersebut diantaranya: halusinasi, delusi, pikiran kacau, dan berubahnya perilaku. Hampir semua penderita skizofrenia mengalami setidaknya dua hingga tiga gejala.
  2. Gejala negatif, juga disebut sebagai “gejala kronis”, lebih sulit untuk dikenali daripada “gejala positif” dan biasanya menjadi lebih jelas setelah berkembang menjadi gejala positif. Jika kondisinya memburuk, kemampuan kerja dan perawatan diri pasien akan terpengaruh. Gejala-gejala ini antara lain: Penarikan sosial: menjadi tertutup, dingin, egois, terasing dari orang lain, dll. Kurangnya motivasi: hilangnya minat terhadap hal-hal di sekitarnya, bahkan kebersihan pribadi dan perawatan diri. Berpikir dan bergerak secara lambat. Ekspresi wajah yang datar

Nonton Drama Korea It’s Okay Thats Love Sekaligus Belajar Psikologi

Di dalam drama, kamu dapat melihat gejala-gejala tersebut dengan jelas. Gejala yang pertama adalah halusinasi. Halusinasi merupakan kondisi dimana seseorang merasa mengalami sesuatu, padahal sebenarnya tidak. Hal yang dia alami adalah hal yang dibuat-buat oleh pikiran si penderita tanpa sadar.

Jang Jae-yul mengalami halusinasi berupa keberadaan seorang anak SMA bernama Han Kang-woo. Kang-woo mengaku sangat mengagumi sosok sang penulis. Dalam beberapa kecelakaan yang dialami Jae-yul, sebenarnya Kang-woo lah yang menjadi penyebabnya. Karena rasa sayangnya pada Kang-woo, Jae-yul selalu berusaha menolong bocah itu saat mengalami kesulitan.

Tetapi, sayangnya Kang-woo adalah sosok yang tidak nyata. Sosok bocah SMA itu adalah sosok buatan pikiran Jae-yul sendiri. Beberapa kali Jae-yul melakukan suatu kegiatan seolah-olah ada Kang-woo bersamanya. Padahal, tidak  ada orang sama sekali. Fakta ini baru diketahui ketika teman-teman Dokter Ji Hae-soo yang juga mengenal Jae-yul melihat adanya kemungkinan Jae-yul menderita skizofrenia.

Sampai pada penjelasan ini, ada gambaran mengenai penyakit skizofrenia, bukan? Jika belum, cobalah untuk menontonnya. Di internet banyak situs download drama korea yang bisa kamu kunjungi untuk mendapatkan drakor ini. Sekarang, yuk lanjut lagi bahasan tentang penyakit skizofrenia-nya.

Gejala kedua dari penyakit skizofrenia adalah delusi. Delusi merupakan gangguan kejiwaan dimana penderitanya meyakini hal-hal yang tidak nyata dan tidak logis. Di dalam drama, gejala ini juga dialami Jae-yul. Ada satu hal yang menarik tentang delusi yang dialami Jae-yul. Jae-yul tidak merasakan keanehan melihat kaki Kang-woo yang tidak pernah memakai sepatu dan selalu ada luka.

Baca Juga : Depresi Dibalik Kematian SHINee’s JongHyun

Logikanya, jika seseorang benar-benar hidup, tak mungkin seseorang selalu memiliki luka di kakinya dan tidak pernah memakai sepatu. Jae-yul baru menyadari fakta ini setelah kekasihnya yang seorang psikiater mengatakan bahwa delusi menampilkan sisi yang tidak logis bahkan tidak masuk akal. Setelah menyadari fakta ini pun Jae-yul masih berusaha menyangkalnya.

Hal Menarik dari Drama Korea Romantis It’s Okay Thats Love

Gejala yang ketiga adalah kacaunya pikiran. Kekacauan pikiran juga dapat membuat kehidupan hingga pekerjaan penderita skizofrenia menjadi kacau. Dalam drama pun kamu dapat menemukan gejala ini. Berdasarkan keterangan dari manager Jae-yul, selama kurang lebih delapan bulan Jae-yul terus menerus menulis kalimat yang sama.

Sedangkan yang dimaksud dengan gejala negatif adalah gejala yang merujuk pada hilangnya motivasi penderita pada hal-hal yang umumnya diminati orang. Gejala ini dapat berupa lebih senang sendirian, malas beraktifitas, pola tidur yang berubah, dan sebagainya. Di dalam drama pun kamu akan melihat gejala seperti ini terjadi pada Jae-yul.

Penyebab Skizofrenia

Belum bisa diketahui secara pasti apa penyebab skizofrenia. Tetapi faktor-faktor seperti faktor genetik, komplikasi pada saat ibu mengandung, hingga faktor kimia disebut-sebut dapat menjadi penyebabnya. Pada kasus Jae-yul, faktor yang melatarbelakangi skizofrenia-nya adalah kekerasan yang dialaminya ketika ia remaja.

Perawatan Skizofrenia

Ada beberapa perawatan yang bisa didapatkan penderita skizofrenia. Di dalam drama, setelah Jae-yul mau mengakui kondisinya, Jae yul mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Perawatan di rumah sakit dilakukan sekitar dua minggu, selanjutnya Jae-yul harus menjalani rawat jalan berbentuk bimbingan konseling.Drama It’s Okay Thats Love tidak kalah menarik dari drama korea terbaru, kan? Dan yang paling penting kamu juga bisa belajar tentang psikologi sembari menonton acara kesukaan.

Pada dasarnya, skizofrenia adalah penyakit mental yang bisa dirawat agar membaik. Penderita skizofrenia juga tidak sama dengan orang gila.

To Top