Health

Mie Instan Ternyata Bisa Diolah Menjadi Menu Makanan Sehat Dan Aman, Begini Tipsnya

Mie Instan Ternyata Bisa Diolah Menjadi Menu Makanan Sehat Dan Aman

Semua orang pastinya setuju jika mie instan menjadi salah satu makanan favorit sejuta umat. Selain murah dan enak, mie instant juga praktis sehingga bisa meredam lapar. Meskipun demikian, mie instant sangat sulit dicerna oleh tubuh karena banyaknya kandungan kimia dan pengawet didalamnya. Hal itu tentunya dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan jika terlalu sering mengkonsumsinya. 

Namun, ada beberapa tips yang bisa diterapkan saat mengkonsumsi yakni dengan mengubah mie instant menjadi makanan sehat. Lalu, apa saja tips aman dan sehat saat mengkonsumsi mie instan? Yuk simak baik-baik ya.

Kombinasikan Mie Instan dengan sayur-sayuran

Kombinasikan Mie Instant dengan sayur-sayuran

Jenis sayuran yang sering digunakan sebagai pendamping mie instan seperti sawi hijau, sawi putih, kubis, pakcoy, wortel, brokoli, daun bawang, dan selada air.

Berdasarkan penjelasan dari ahli gizi Dr. dr Samuel Oetoro MS.SpGK menyatakan bahwa ada beberapa manfaat yang didapatkan ketika mengkombinasikan sayuran ke dalam mie instan, diantaranya:

  • Kandungan serat di dalam sayuran dapat menganggu penyerapan gula atau kerbohidrat.
  • Adanya sayuran dapat membantu mengontrol kolesterol dalam tubuh.

Sebelum sayuran digunakan sebagai campuran mie, usahakan dicuci terlebih dahulu. Kemudian saat merebusnya pun jangan terlalu lama agar kandungan nutrisi di dalam sayuran tidak hilang.

Jangan gunakan bumbu dari mie instant

bumbu dari mie instan

Bumbu pelengkap mie instan mengandung natrium atau garam yang tinggi sekitar 850-950 mg. Padahal, kebutuhan konsumsi natrium harian hanya 2.000 mg. Apabila terlalu sering konsumsi makanan dengan kandungan natrium yang tinggi, maka akan berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, salah satunya hipertensi.

Oleh karena itulah, jangan gunakan semua bumbu dari mie instan. Lebih baik gunakan bumbu hasil olahan sendiri dari bumbu-bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kecap ikan, soy souce, miso, dan bumbu-bumbu aman lainnya. Setelah itu, tambahkan beberapa bahan makanan pelengkap seperti seafood, sayuran, daging, ikan maupun yang lainnya untuk menambah cita rasa dari mie dengan bumbu buatan sendiri.

Tambahkan sumber protein

sumber protein di dalam mie instan

Gizi yang terkandung di dalam menu akan terasa lengkap jika ditambahkan sumber protein di dalamnya. Biasanya, sumber protein yang sering digunakan sebagai tambahan dalam mie instan adalah telur. Kandungan protein dalam satu butir telur mencapai sekitar 6 gram dan 78 kalori

Kalian bisa mengolahnya menjadi telur mata sapi, telur dadar, telur apung atau cara-cara mengolah lainnya yang disukai. Jika tidak menyukai atau tidak bisa memakan telur, bisa diganti dengan sumber protein lainnya seperti  keju, tahu, semua jenis ikan, udang, maupun irisan daging tanpa lemak.

Batasi jumlah konsumsi

Batasi jumlah konsumsi mie instan

Tips berikut ini termasuk penting yaitu batasi jumlah konsumsi mie instan. Banyaknya kandungan yang tidak baik bagi tubuh di dalam mie instant akan berdampak buruk apabila dikonsumsi terlalu sering. Menurut profesor nutrisi dan epidemiologi daei Harvard bernama Dr. Frank B. Hu mengungkapkan bahwa batas jumlah konsumsi mie instan yang paling aman yaitu satu hingga dua kali dalam sebulan. Ia menilai jika konsumsi mie instant beberapa kali dalam seminggu akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Dampak buruk terlalu seringnya mengkonsumsi mie instan

Mie instan memiliki kandungan tinggi lemak, kalori, natrium dan beberapa nutrisi yang tidak dibutuhkan tubuh. Oleh karena itu, jika seseorang terlalu sering mengkonsumsi mie instant, maka akan berdampak buruk bagi kesehatannya.

Baca Juga :

Berikut ini beberapa masalah kesehatan yang disebabkan seringnya konsumsi mie instant:

1. Hipertensi

Mie instan mengandung natrium yang tinggi dimana zat tersebut bisa menyebabkan tekanan darah meningkat atau hipertensi.

Jika kalian sudah pernah mengalami tekanan darah yang tinggi, maka akan sangat berbahaya jika terlalu sering konsumsi mie instan.

2. Perut cepat kembung

Ketika seseorang mencerna banyak natrium yang terkandung di dalam mie instan, maka tubuh akan mempertahankan lebih banyak air. Kondisi itulah bisa menyebabkan penambahan berat air untuk sementara sehingga membuat perut tersa kembung dan lesu.

Ketika perut sudah kembung, bisa saja kita tidak merasa kenyang. Hal itu dikarenakan mie instant mengandung kalori kosong atau bisa dikatakan mengandung banyak karbohidrat olahan dan hampir tidak ada protein dan serat.

3. Obesitas

Mie instan memiliki kandungan kalori dan karbohidrat olahan yang tinggi yang bisa menyebabkan gula darah melonjak sehingga membuat nafsu makan meningkat dan mudah lapar.

Sebagian orang sering mengkonsumsi mie instant dengan ditambah nasi. Kondisi ini membuat seseorang kelebihan kalori dan karbohidrat yang menjadi pemicu terjadinya obesitas.

4. Memicu kanker

Mie instan mengandung bahan pengawet yang digunakan agar mie dapat disimpan lebih lama.

Bahan pengawet yang terkadung di dalam mie memiliki sifat karsinogenik yang diyakini bisa memicu pertumbuhan sel-sel kanker.

5. Resiko diabetes dan penyakit jantung

Kandungan karbohidrat olahan pada mie instan bisa menyebabkan meningkatnya gula darah dalam tubuh dengan cepat. Apabila terlalu sering mengkonsumsi mie instant, tentunya lama kelamaan akan berisiko mengalami diabetes.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan oleh Harvard School of Public Health menyimpulkan bahwa seseorang yang konsumsi mie instan dua kali dalam seminggu maka akan sangat beresiko tinggi terkena diabetes terutama diabetes melitus.

Selain itu juga akan mengalami sindrom metabolik yang merupakan kombinasi gejala yang meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.

6. Pencernaan terganggu

Mie instan memiliki sifat yang sulit diuraikan di dalam saluran pencernaan sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk menguraikannya dibandingkan sumber karbohidrat lainnya.

Jika terlalu sering, maka mie tentunya akan menumpuk di saluran pencernaan. Hal itulah sangat beresiko mengalami berbagai masalah gangguan pencernaan. 

7. Kerusakan organ

Mie instan memiliki kandungan PG (propylene glycol) yang digunakan untuk mempertahankan bentuk dan tekstur mie agar tidak mudah kering. Zat tersebut sangat mudah menyerap di dalam tubuh. Apabila zat tersebut terlalu menumpuk di dalam tubuh, maka akan membahayakan kesehatan organ penting tubuh serta dapat menurunkan daya tahan tubuh.

Selain itu, mie instan juga mengandung TBHQ  (tertiary butyl hydro quinone) yang digunakan sebagai pengawet mie agar tahan lama.

Jika tubuh terus-menerus dipapar zat tersebut, bukan tidak mungkin akan terjadi gangguan kesehatan seperti gangguan penglihatan, kerusakan liver, bahkan berisiko tinggi mengalami limforma.

Semua orang pastinya mengetahui bahwa seringnya makan mie instant akan berdampak tidak baik bagi kesehatan. Namun bukan berarti kita tidak boleh makan mie instan. Kita tetap boleh mengkonsumsinya asalkan dalam batas yang wajar. Selain itu, kalian juga bisa menerapkan tips-tips di atas agar mie instant yang kalian konsumsi menjadi menu makanan yang sehat. Semoga bermanfaat.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top