Health

Mudah Emosi Saat Demo? Mungkin Dehidrasi, Kenali Ciri-cirinya di Sini!

Mudah Emosi Saat Demo? Mungkin Dehidrasi, Kenali Ciri-cirinya di Sini! Demo 11 April yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyebabkan dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando, babak belur. Dilaporkan Ade jadi korban pemukulan yang dilakukan oleh massa nonmahasiswa di depan DPR, Jakarta Pusat. Terlepas dari insiden itu, ahli kesehatan dari Fakultas Kedokteran UI Prof dr Fahrial Syam mengingatkan bahwa unjuk rasa pada bulan puasa meningkatkan risiko dehidrasi. Saat dehidrasi meningkat, seseorang bakal lebih mudah emosi. Saat unjuk rasa, peserta aksi kerap melakukan long march dan berteriak, tentu ini akan membuat mereka lebih mudah dehidrasi. Pada seseorang yang mengalaminya, selain lebih mudah emosi dan sensitif, mereka juga jadi tak terkendali dan sulit berpikir jernih. "Kondisi dehidrasi membuat emosi para pengunjuk rasa menjadi meningkat dan mereka cenderung menjadi lebih agresif," ujar Prof Ari seperti mengutip detikcom. Saat unjuk rasa kebutuhan cairan tubuh meningkat, pada saat massa terpapar panas dan berjalan kaki mereka pun akan berkeringat. Jika pengunjuk rasa sedang berpuasa tentu dehidrasi akan terjadi dan bisa menyebabkan berbagai dampak komplikasi pada orang yang mengalaminya. Ciri-ciri Dehidrasi Bagi peserta demo yang mengeluhkan ciri-ciri berikut ini harus waspada karena dapat berisiko akibat dehidrasi: • Pusing • Sakit kepala • Jika kondisi tersebut semakin parah bisa menyebabkan pingsan atau tak sadar hingga kematian. Selebihnya, Prof Ari memberikan tips aman berikut ini bagi mahasiswa yang mengikuti aksi demo. 1. Tetap tenang selama mengikuti unjuk rasa 2. Tetap makan dan minum yang cukup saat sahur 3. Waspadai saat mulut mulai terasa kering, ludah lengket, haus dan BAK jadi keruh 4. Buang air kecil lebih dulu sebelum melakukan demo. Mengantisipasi keinginan buang air saat berlangsungnya aksi 5. Pakailah sepatu kets 6. Bawa payung untuk mengantisiasi panas terik atau hujan 7. Istirahatlah saat badan terasa lelah atau pusing 8. Tetap berada dalam rombongan agar saat terjadi sesuatu bisa segera dapat pertolongan

Demo 11 April yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyebabkan dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando, babak belur. Dilaporkan Ade jadi korban pemukulan yang dilakukan oleh massa nonmahasiswa di depan DPR, Jakarta Pusat.

Terlepas dari insiden itu, ahli kesehatan dari Fakultas Kedokteran UI Prof dr Fahrial Syam mengingatkan bahwa unjuk rasa pada bulan puasa meningkatkan risiko dehidrasi. Saat dehidrasi meningkat, seseorang bakal lebih mudah emosi.

Lihat Juga: Ikut Aksi 11 April, Ade Armando Babak Belur Dihajar Massa

Saat unjuk rasa, peserta aksi kerap melakukan long march dan berteriak, tentu ini akan membuat mereka lebih mudah dehidrasi. Pada seseorang yang mengalaminya, selain lebih mudah emosi dan sensitif, mereka juga jadi tak terkendali dan sulit berpikir jernih.

"Kondisi dehidrasi membuat emosi para pengunjuk rasa menjadi meningkat dan mereka cenderung menjadi lebih agresif," ujar Prof Ari seperti mengutip detikcom.

Saat unjuk rasa kebutuhan cairan tubuh meningkat, pada saat massa terpapar panas dan berjalan kaki mereka pun akan berkeringat. Jika pengunjuk rasa sedang berpuasa tentu dehidrasi akan terjadi dan bisa menyebabkan berbagai dampak komplikasi pada orang yang mengalaminya.

Ciri-ciri Dehidrasi

Bagi peserta demo yang mengeluhkan ciri-ciri berikut ini harus waspada karena dapat berisiko akibat dehidrasi:

Lihat Juga: Serentak, Demo 11 April Digelar di Berbagai Wilayah

  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Jika kondisi tersebut semakin parah bisa menyebabkan pingsan atau tak sadar hingga kematian.

Selebihnya, Prof Ari memberikan tips aman berikut ini bagi mahasiswa yang mengikuti aksi demo.

  1. Tetap tenang selama mengikuti unjuk rasa
  2. Tetap makan dan minum yang cukup saat sahur
  3. Waspadai saat mulut mulai terasa kering, ludah lengket, haus dan BAK jadi keruh
  4. Buang air kecil lebih dulu sebelum melakukan demo. Mengantisipasi keinginan buang air saat berlangsungnya aksi
  5. Pakailah sepatu kets
  6. Bawa payung untuk mengantisiasi panas terik atau hujan
  7. Istirahatlah saat badan terasa lelah atau pusing
  8. Tetap berada dalam rombongan agar saat terjadi sesuatu bisa segera dapat pertolongan
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top