Health

Mulai Hari Ini, Layanan Telemedicine Untuk Pasien Isoman Mulai Diuji Coba

Telemedicine, Layanan Gratis Baru Dari kemenkes Untuk Pasien COVID-19

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan tiap pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 tetap mendapat pelayanan kesehatan. Baik pasien yang menjalani isolasi di pusat-pusat isolasi maupun yang menjalani karantina mandiri. Salah satu layanan kesehatan baru yang disedikan Kemenkes yaitu telemedicine atau konsultasi kesehatan secara virtual dengan dokter di 11 platform.

Selain bisa konsultasi dengan dokter, pasien juga akan mendapat paket obat. Layanan gratis bagi pasien COVID-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri tersebut mulai diuji coba di Jakarta pada hari ini, Selasa (6/7/2021).

“Jadi kita kerja sama dengan 11 platform telemedicine untuk memberi jasa konsultasi dokter dan juga jasa pengiriman obat gratis. Dibantu ditanggung sama rekan-rekan telemedicine, startup, dan Kemenkes,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konverensi pers virtual, Senin (5/7/2021).

Paket obat yang dapat dikirimkan secara gratis untuk para pasien yaitu multivitamin, Azitromisin 500 mg, Parasetamol Tablet 500 mg dan Oseltamivir 75 mg.

“Bagi rekan-rekan yang positif terpapar COVID-19, namun saturasi di atas 95%. Tak sesak dan tak komorbid, supaya dapat dengan tenang stay at home dan juga mendapat pengobatan yang baik,” tuturnya.

Lihat Juga: Fitur Baru Aplikasi PeduliLindungi, Bisa Untuk Check-In Di Bandara

Budi mengungkapkan, layanan gratis tersebut juga terintegrasi dengan 742 laboratorium di seluruh Indonesia dan dapat diakses online.

“Penyampaian hasilnya secara online dan terintegrasi dengan 11 platform telemedicine,” terang Budi.

Platform yang terintegrasi dengan telemedicine yaitu Alodokter, Halodoc, KlinikDokter, YesDok, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, Good Doctor, GetWell dan GrabHealth.

Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes mengatakan terdapat syarat untuk mendapat layanan ini. Syaratnya yaitu, warga harus mendaftar di salah satu platform tersebut dan menunjukkan surat keterangan PCR swab sebagai bukti positif COVID-19.

Dalam keterangan resminya, Kemenkes menjelaskan layanan ini bertujuan agar dokter bisa mengidentifikasi pasien berdasarkan konsultasi. Kemudian penanganan dapat diberikan berdasarkan kondisi pasien tersebut.

Melalui layanan baru ini, rumah sakit juga meskrining lebih awal untuk pasien bergejala sedang maupun berat. Selain itu, paket obat juga bisa langsung diberikan melalui fasilitas pelayanan kefarmasian yang telah ditunjuk oleh Kemenkes.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top