Health

Oktober Bulan Peduli Disleksia

Banyak yang belum tahu bahwa bulan Oktober adalah bulan peduli disleksia. Hal ini karena memang disleksia masih merupakan suatu hal yang masih asing bagi kebanyakan orang Indonesia bahkan tenaga pendidik sekalipun masih belum terlalu paham dengan kondisi ini. Penderita disleksia biasanya menghadapi tantangan terbesar ketika masih di usia sekolah oleh karena itu peran aktif orang tua dan tenaga pendidik sangat diperlukan. Anak-anak usia sekolah yang menderita disleksia sering kali di cap ‘bodoh’ atau ‘lambat’ padahal sebenarnya mereka memang mengalami kondisi tertentu dimana cara kerja otak mereka tidak bisa disamakan dengan anak-anak normal. Oleh karena itu di bulan Oktober ini tingkatkan pengetahuan dan kepedulian Anda tentang disleksia agar banyak anak Indonesia yang tidak perlu minder karena kondisi ini.

Apa itu Disleksia?

Disleksia berasal dari dua kata yaitu ‘Dis’ yang bisa memiliki arti ketidakmampuan dan ‘sleksia’ yang berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti bahasa. Secara umum, disleksia merupakan kondisi dimana seseorang mengalami gangguan berbahasa. Oleh karena itu gelaja umum penderita disleksia adalah ketidakmampuan membaca dengan baik walaupun sebenarnya masih banyak gejala dan kondisi lain yang juga mengacu kepada kondisi ini. Kebanyakan orang berfikir disleksia hanya dialami oleh anak-anak padahal sebenarnya disleksia adalah kondisi yang dialami oleh seseorang sejak lahir dan seumur hidupnya namun memang disleksia biasanya terditeksi sejak usia anak-anak. Kondisi ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan tingkat kecerdasan seseorang namun memang ada ketidaksingkronan antara kemampuan melihat, mendengar dan berkoordinasi.

Fakta Umum Tentang Disleksia

  • Disleksia tidak ada hubungannya dengan tingkat kecerdasan seseorang. Seorang penderita disleksia biasanya justru memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata anak normal.
  • Disleksia tidak dapat disembuhkan tapi bukan berarti tidak bisa ditangani.
  • Dislekesia tidak hanya terbatas pada ketidakmampuan membaca tapi bisa juga ketidakmampuan berkonsentrasi dan berkoordinasi.

Gejala-gejala Umum yang Sering Ditemui pada Anak-anak penderita Disleksia

  • Kesulitan membaca atau merangkai kata.
  • Dibandingkan teman-teman seusianya dia selalu terlambat baik terlambat berjalan, terlambat bicara dan masih banyak lagi.
  • Kemampuan bicaranya serta berkomunikasi juga sangat rendah dibandingkan teman-teman seusianya.
  • Memiliki masalah koordinasi misalnya kalau berjalan sering jatuh.
  • Kesulitan membedakan kanan dan kiri.
  • Tak hanya huruf yang sering terbalik-balik tapi juga angka.
  • Kesulitan dalam berkonsentrasi. Jika demikian biasanya anak yang mengalami disleksia juga memiliki kondisi ADHD.
  • Secara fisik seorang anak penderita disleksia juga mengalami masalah imunitas sehingga mereka lebih gampang jatuh sakit, rentan terhadap flu dan alergi.

Penanganan Disleksia

Kondisi disleksia memang tidak dapat disembuhkan tapi bukan berarti tidak dapat ditangani, namun tentu saja penangannya harus sesuai dengan kondisi disleksianya. Beberapa tes memang perlu untuk dilakukan sebelum penanganan dilakukan oleh karena itu jika sebagai orang tua Anda menemukan adanya tanda-tanda atau gejala disleksia pada anak Anda maka segeralah mencari bantuan professional sedini mungkin karena hanya dengan cara itu kondisi disleksia pada anak Anda dapat ditangani dengan baik.

Menurut beberapa penelitian, anak dengan kondisi disleksia justru memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata anak normal walaupun memang tidak mudah untuk melihatnya dibalik semua kekurangan yang ditunjukkan oleh seorang penderita disleksia. Namun tercatat beberapa orang sukses justru adalah pengidap disleksia seperti Albert Einstein, Pablo Picasso, Thomas A. Edison, Bill Gates juga seorang yang mengidap disleksia dan tentunya semua orang mengenal Tom Cruise, aktor peraih Oskar tersebut juga seorang yang mengidap disleksia. Tercatat beberapa nama atlet juga seorang pengidap disleksia seperti Mohammad Ali, Nolan Ryan seorang pitcher di klub Texas Ranger dan pemenang medali emas Steve Redrave juga berada di antara daftar panjang orang-orang sukses yang ketika kecil berjuang keras menghadapi kondisi disleksia mereka. Jadi sebagai orang jangan menyerah yang Ayah Bunda!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top