Health

Pengaruh Obesitas pada Orang Tua dan Tumbuh Kembang Anak

Benarkah ada hubungannya antara obesitas pada orang tua dan tumbuh kembang anak? Mungkin obesitas masih bukan merupakan masalah yang mendesak di Indonesia namun bukan berarti hal ini bisa dilupakan begitu saja tanpa adanya tindakan pencegahan mengingat beberapa waktu yang lalu kita cukup dikejutkan oleh Arya seorang bocah umur 10 tahun yang memiliki berat badan mencapai 190 kg. Dan penelitian baru-baru ini oleh National Institues of Health (NIH) seperti yang dilansir oleh Fox News mengatakan bahwa memang ada pengaruhnya walaupun pihak NIH belum bisa memastikan penyebab utamanya, namun lewat beberapa tes menunjukkan bahwa ada pola yang terbentuk.

Penelitian Terhadap Wanita Hamil

Sejak tahun 2008 sampai tahun 2010 diadakan penelitian terhadap 5.000 wanita hamil di New York. Metode penelitiannya sendiri adalah tanya jawab langsung tentang kondisi kesehatan terutama data terkait berat badan baik sebelum atau setelah kehamilan mengingat 1 dari 5 ibu hamil di Amerika rentan terhadap masalah obesitas. Beberapa waktu kemudian penelitian dialihkan kepada anak-anak yang dilahirkan dalam kurun waktu tersebut, mereka diminta untuk melakukan serangkaian tes yang dilakukan sejak usia anak 4 bulan sampai usia tiga tahun. Hal ini dilakukan guna membuktikan apakah ada korelasinya antara obesitas pada orang tua dan tumbuh kembang anak.

Obesitas Saat Hamil

Obesitas Saat Hamil

Hasil Penelitian

Terdapat beberapa hasil penelitian yang cukup signifikan mendukung pernyataan bahwa obesitas pada orang tua akan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Tidak hanya obesitas pada ibu tapi juga obesitas pada ayah.

  • Anak yang lahir dari ibu yang mengalami obesitas ketika hamil 70 persen dari mereka cenderung gagal ketika melakukan tes psikomotorik.
  • Sementara anak yang lahir dari ayah yang mengalami masalah obesitas, 75 persen dari mereka cenderung gagal dalam melakukan tes kemampuan sosial.
  • Sedangkan anak yang lahir dari kedua orang tua yang mengalami masalah obesitas cenderung kesulitan ketika harus menyelesaikan masalah.

Dalam penelitian ini juga membuktikan bahwa adanya pengaruh penggunaan obat atau supplement penyubur selama hamil terhadap tumbuh kembang anak setelah lahir.

Obesitas Pada Orang Tua dan Tumbuh Kembang Anak

Obesitas Pada Orang Tua dan Tumbuh Kembang Anak

Studi Pada Hewan

Memang betul pihak NIH masih belum menemukan alasan yang pasti tentang hubungan antara obesitas orang tua dan masalah motorik serta perkembangan kemampuan sosial pada anak namun lewat studi yang dilakukan pada hewan menghasilkan hasil yang cukup masuk akal walaupun studi lanjutan masih perlu dilakukan untuk menunjukkan hasil yang lebih signifikan lagi terhadap manusia. Studi yang dilakukan pada hewan yang mengalami masalah obesitas menunjukkan bahwa ada kemungkinan kerusakan atau cidera otak pada janin ketika masih dalam kandungan dimana obesitas saat hamil meningkatkan adanya risiko peradangan sehingga tumbuh kembang janin juga ikut terganggu.

Well, sebagai orang tua mungkin sudah saatnya kita memperhatikan lebih dekat dan lebih seksama tentang masalah tumbuh kembang anak. Walaupun kolerasi antara masalah obesitas pada orang tua dan tumbuh kembang anak masih memerlukan penelitian yang lebih jauh dan lebih dalam tapi tidak ada salahnya kita mulai menerapkan pola hidup sehat mulai saat ini. Saat hamil, janin sangat bergantung kepada sang ibu terutama masalah kebutuhan nutrisi untuk tumbuh kembangnya di dalam rahim dan kebanyakan wanita Indonesia menganggap normal ketika saat hamil berat badan mereka meningkat berkali-kali lipat. Namun dengan adanya penelitian yang menyatakan bahwa ternyata ada pengaruh  seperti ini ada baiknya untuk mencegah obesitas saat hamil, toh obesitas tetap tidak baik untuk kesehatan baik saat hamil ataupun tidak.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top