Health

Penyakit Gerd Bisa Jadi Kanker Esofagus, Apa Itu?

Penyakit Gerd Bisa Berkembang Jadi Kanker Esofagus, Apa Itu?

Apakah Anda pernah mendengar penyakit kanker esofagus? Selama masa pandemi, kemungkinan Anda menjadi mudah abai dengan penyakit lain. Hal ini disebabkan perhatian Anda hanya tertuju pada virus corona. Padahal ada banyak kondisi kesehatan yang perlu Anda perhatikan. Ditambah, kondisi ini membutuhkan penanganan dini. Salah satunya adalah penyakit gastroesophageal reflux, atau dikenal bersama sebutan Gerd.

Gastroesophageal Reflux Berisiko Kanker Esofagus

Secara umum, Gerd didefinisikan sebagai masalah pencernaan yang membuat kerongkongan dan perut pengidapnya berubah. Jika seseorang mengalami refluks asam atau mulas, maka kondisi itu dapat menjadi ciri bahwa seseorang tengah mendapat serangan Gerd.

Gejala lain yang kerap dirasakan adalah sensasi nyeri terbakar di dada yang kebanyakan terjadi setelah makan. Sensasi ini kian memburuk saat berbaring. Lalu, gejala lain yang jarang disadari sebagai pengidap Gerd adalah sesak napas atau rasa ingin berdehem.

Gregory Wickern, dokter di St. Luke’s Health Partners, Boise, Idaho, AS, mengatakan, jika Gerd tak diobati dapat berisiko kanker esofagus. Penyakit yang menyerang kerongkongan ini timbul karena ada pertumbuhan sel ganas yang menyerang kerongkongan.

Menurut dr. Wickern, kanker esofagus memiliki angka kematian yang terbilang tinggi. Pada dasarnya tingkat kelangsungan hidup penderitanya tidak sampai dari 20 persen. Jadi, mutlak untuk mengidentifikasi sebelum berkembang menjadi kanker esofagus.

Wickern mengatakan, kontrol khusus untuk Gerd dilaksanakan sampai prosedur pembiusan. Namun kini ada perangkat baru yang disebut EsoCheck. Alat ini dapat menyederhanakan proses pemeriksaan pada pasien.

Prosedur ini mengfungsikan tes DNA EsoGuard. Dengan alat ini sangat memungkinkan dokter melakukan screening dalam waktu 5-10 menit saja.  Kemudian dokter dapat menentukan penanganan lanjutan.

Cara Tanpa Obat untuk Mengatasi Gerd, Sudah Tahu?

Nah, apabila Anda telah berulang kali mengalami mulas, atau gejala refluks asam lainnya, maka ada cara tanpa obat dapat dipakai untuk mengatasi kondisi tersebut. Berikut beberapa di antaranya.

1. Makan Teratur dan Perlahan

Saat perut terlalu penuh, dapat terjadi lebih banyak refluks ke kerongkongan. Mungkin Anda bisa mencoba makan sesuai dengan jadwal. Selain itu juga dengan porsi kecil. Tips ini bisa membantu penderita Gerd untuk mengendalikan serangan asam lambung. Tentu cara ini lebih baik daripada makan besar tiga kali sehari.

2. Hindari Makanan Tertentu Pemicu Kanker Esofagus

Hindari Makanan Tertentu Pemicu Kanker Esofagus
Hindari Makanan Tertentu Pemicu Kanker Esofagus

Orang yang memiliki refluks asam memang perlu meninggalkan makanan tertentu yang dapat memicu gejala Gerd.

Sejumlah makanan yang berpotensi membuat refluks di antaranya mint, makanan berlemak, makanan pedas, bawang merah dan bawang putih, kopi, tomat, teh, coklat, serta alkohol.

3. Hindari Minuman Berkarbonasi yang Bisa Memicu Kanker Esofagus

Jenis minuman semacam ini dapat memicu sendawa. Sendawa dapat mengirimkan asam ke kerongkongan. Oleh sebab itu, minumlah air biasa sebagai pengganti soda.

4. Tidak Tidur Setelah Makan

Saat berdiri, atau apalagi duduk, gravitasi cukup membantu dalam menjaga asam lambung berdiam pada tempatnya. Selesaikan makan tiga jam sebelum tidur. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda tidak untuk tidur siang setelah makan siang. Selain itu, hindari makan malam tambahan atau cemilan tengah malam.

5. Jangan Bergerak Terlalu Cepat

Hindari olahraga berat beberapa jam setelah makan. Jalan-jalan setelah makan malam boleh saja. Namun olahraga yang lebih berat, lebih-lebih  melibatkan gerakan membungkuk, dapat mengirim asam ke kerongkongan yang menjadi pemicu kanker esofagus.

6. Tidur Pada Posisi Miring (Incline)

Idealnya, kepala perlu berada 15-20 cm lebih tinggi dari kaki. Kita dapat mengfungsikan bantal untuk membuat posisi ini. Coba gunakan bantalan busa untuk tubuh anggota atas. Tapi, jangan coba membuat tumpukan bantal. Sebab, tumpukan tidak akan memberi tambahan topangan yang seimbang di bagian punggung.

7. Menurunkan Berat Badan

Menurunkan Berat Badan
Menurunkan Berat Badan

Berat badan yang meningkat dapat menyebabkan struktur otot yang menopang sfingter esofagus di bagian bawah mengalami penurunan tekanan. Kondisi inilah yang juga dapat membuat timbulnya refluks dan mulas.

8. Berhenti Merokok Sebagai Pemicu Kanker Esofagus

Nikotin dapat mengendurkan sfingter esofagus anggota bawah. Jadi, berhentilah merokok.

9. Periksa Obat yang Anda Konsumsi

Mengkonsumsi beberapa obat-obatan termasuk estrogen pascamenopause, antidepresan trisiklik, serta obat penghilang rasa sakit dapat berisiko mengendurkan sfingter.

Jadi periksalah secara seksama obat-obatan yang selama ini Anda konsumsi. Selanjutnya berkonsultasilah pada dokter tentang hal tersebut. Juga, jika beberapa langkah di atas tidak efisien atau nyeri hebat selalu terjadi, artinya Anda telah membutuhkan pemberian medis yang lebih intensif. Anda juga kemungkinan telah membutuhkan obat khusus untuk mengontrol refluks. Tentunya dibarengi dengan gaya hidup yang lebih sehat.

Agar Tak Berisiko Kanker Esofagus, Jam Berapa Pengidap Gerd Harus Makan Malam?

Agar Tak Berisiko Kanker Esofagus, Jam Berapa Pengidap Gerd Harus Makan Malam?
Agar Tak Berisiko Kanker Esofagus, Jam Berapa Pengidap Gerd Harus Makan Malam?

Penyakit Gerd adalah keadaan pencernaan di mana asam lambung mengalir lagi ke kerongkongan, sampai menimbulkan sensasi terbakar di dada. Kondisi semacam ini paling kerap disebabkan oleh sfingter esofagus bagian bawah yang lemah.

Lantas diperburuk dengan tingkat stres si penderita. Selain itu, jenis makanan tertentu, komposisi, serta pola makan, menjadi hal-hal pemicu kambuhnya serangan Gerd terhadap penderitanya yang berisiko ke kanker esofagus.

Sebuah penelitian pada tahun 2005 menyimpulkan, penderita Gerd wajib makan secara teratur. Selain itu, hindari jam makan paling akhir di malam hari. Disebutkan, penderita Gerd wajib makan sedikitnya tiga jam sebelum akan tidur malam. Kondisi ini dipercaya akan sangat membantu tubuh untuk mencerna makanan paling akhir secara tuntas.

Selain itu, makan malam yang tertata semacam ini pun dapat meminimalisir resiko terjadinya serangan refluks asam di malam hari dan mencegah kanker esofagus. Jadi, jika Anda menderita Gerd dan umumnya tidur pukul 22.00, sebaiknya Anda selesai makan malam pada pukul 19.00.

Nah, itu tadi beberapa pembahasan tentang penyakit gerd yang ternyata dapat berisiko menyebabkan kanker esofagus. Jangan lupa selalu menjaga kesehatan dan pola hidup yang ideal agar terhindar dari penyakit berbahaya, ya!

To Top