Health

Apa Itu Penyakit Kawasaki dan Bagaimana Penanganannya?

Beberapa waktu lalu sempat viral sebuah artikel yang diposting oleh seorang ibu muda tentang anaknya yang beberapa kali salah didiagnosa dan ternyata ketika dilakukan pemeriksaan lebih lanjut anaknya terserang penyakit Kawasaki. Beberapa dari Anda mungkin bertanya-tanya penyakit apa itu? Mengapa namanya seperti sebuah brand automotive? Apa ada hubungannya? Well, sebenarnya nama Kawasaki diambil dari nama penemunya yaitu Tomisaku Kawasaki yang menemukan penyakit ini pertama kali pada tahun 1967.

Kawasaki Sebagai Salah Satu Silent Killer

Yang orang banyak tidak tahu adalah bahwa penyakit Kawasaki ini awalnya memiliki gejala yang hampir mirip dengan penyakit flu biasa yang banyak menyerang anak-anak namun dampaknya ternyata sangat mematikan jika tidak segera diobati sampai tuntas karena penyakit ini menyerang fungsi jantung dan dianggap sebagai salah satu penyebab kematian mendadak akibat serang jantung pada anak-anak.

Apa itu Penyakit Kawasaki?

Penyakit Kawasaki juga dikenal dengan sebutan Sindrom Kawasaki dan sampai ini penyebab utamanya masih belum diketahui namun Sindrom Kawasaki ini memiliki gejala yang tidak umum walaupun pada awalnya sangat sulit dideteksi karena gejalanya yang hampir mirip dengan deman yang pada umumnya sering dialami oleh anak-anak. Penyakti Kawasaki penyerang pembuluh darah sehingga ketika terserang akan terjadi peradangan di pembuluh darah dan hal tersebut bisa berbahaya ketika peradangan mencapai jantung. Namun jika diperhatikan baik-baik gejala penyakit Kawasaki bisa dideteksi sejak dini dan segera ditangani karena jika sudah terlambat akibatnya bisa sangat fatal.

  • Gejala awal anak yang terserang penyakit Kawasaki adalah panas tinggi yang biasanya bertahan sampai lima hari. Deman biasa biasanya akan segera turun jika diberi obat penurun panas seperti paracetamol atau ibuprofen tapi deman yang disebabkan oleh Sindom Kawasaki biasanya tidak terlalu responsive dengan pengobatan itu.
  • Ketika anak demam memang sering muncul bintik-bintik kemerahan disekujur tubuhnya begitu juga dengan penyakit Kawasaki namun ketika Anda melihat ujung-ujung jari tangan dan kakinya, tak hanya sekedar kemerahan tapi juga membengkak.
  • Jika anak demam memang sepertinya mata dan bibirnya akan terlihat merah tapi jika anak mengalami Sindrom Kawasaki, bibirnya tak hanya sekedar merah tapi juga kering dan pecah-pecah sementara lidahnya akan berwarna merah terang dengan bintik-bintik putih yang dikenal dengan istilah strawberry tounge atau lidah stroberi.
  • Mata juga akan ikut-ikutan merah tapi tidak berair dan tidak belekan seperti kebanyakan anak yang deman dan panas tinggi.
  • Pada leher biasanya terjadi pembengkakan.

Sayangnya tidak semua anak yang terserang sindrom Kawasaki memiliki semua gejala tersebut sehingga semakin sulit untuk diditeksi namun kebanyakan gejala nomer 1 ketika panas anak tak juga membaik selama lima hari maka tentunya Anda harus membahas kemungkinan ini dengan dokter anak walaupun Anda juga harus tahu bahwa Sindrom Kawasaki harus ditangani langsung oleh dokter yang memang berpengalaman dalam menangani penyakit ini tidak boleh sembarang dokter.

Apa Yang Terjadi Jika Terlambat Ditangani?
Berdasarkan beberapa catatan medis beberapa anak yang terserang sindrom Kawasaki dapat sembuh sendiri setelah beberapa minggu bahkan tanpa pengobatan khusus namun justru disitulah bom waktu mulai berdetik karena tanpa pengobatan yang tepat, walaupun secara umum seluruh gejala dan demam sudah sembuh tapi jantung sudah terserang sehingga akibat terburuknya adalah serangan jantung mendadak yang dapat berujung kepada kematian karena memang biasanya serangannya tidak dapat diduga-duga.

Di Indonesia sendiri sudah banyak orang yang familiar dengan Sindrom Kawasaki ini walaupun memang untuk perawatannya tidak semua rumah sakit memiliki dokter ahli di bidang ini dan di Indonesia baru ada satu rumah sakit yang memang khusus membuka Kawasaki Center yaitu RS Omni International Hospital Alam Sutera, Tanggerang. Jadi bisa dibilang penyakit ini bukan penyakit murahan tapi setidaknya para orang tua bisa sedikit lebih tenang karena setidaknya tahu harus pergi kemana untuk mencari tahu tentang penyakit ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top