Health

Penyitas Dari Covid-19 Berisiko Alami Long Covid, Ini Gejalanya

Long Covid, Penyitas

Virus corona masih belum hilang di Indonesia. Bahkan sampai hari ini (15/12/2020), berdasarkan data dari JHU CSSE Covid-19 Data, jumlah kasus covid-19 sudah mencapai 72 juta dari seluruh dunia. Meskipun demikian, jumlah orang yang dinyatakan sembuh lebih banyak dibandingkan jumlah orang yang meninggal dunia. Saat ini, jumlah orang yang sembuh dari Covid-19 sebanyak 51.260.253 orang.

Meskipun sembuh dari Covid-19 itu tidak serta merta orang tersebut dapat bebas. Seseorang yang sembuh atau penyitas dari Covid-19 harus tetap berhati-hati karena bisa saja mereka sangat beresiko mengalami Long Covid dalam diri mereka. Long Covid sendiri merupakan suatu kondisi yang muncul setelah seseorang dinyatakan sembuh berdasarkan hasil test yang negatif tapi mereka masih saja merasakan sejumlah efek setelah pulih dari Covid-19.

Baca Juga : Cara Penularan dan Pencegahan Maksimal Virus Corona (Covid-19)

Nah kira-kira seperti apa gejala yang menunjukkan bahwa orang tersebut mengalami Long Covid meskipun telah sembuh dari Covid-19? Inilah gejala yang paling umum dikeluhkan para penyitas Covid-19 yang terindikasi mengalami Long Covid.

1. Batuk yang tidak kunjung sembuh

Para penyitas memang dianggap sembuh dari Covid-19 berdasarkan test yang dilakukannya. Namun, sebenarnya terdapat sisa-sisa virus yang tertinggal dalam tubuh mereka termasuk dalam saluran pernapasan bagian atas yang menyebabkan gejala batuk yang tidak kunjung sembuh. Umumnya, gejala ini bisa berlangsung 5-6 minggu bahkan lebih. Batuk yang dialami seseorang yang terkena Long Covid ini bisa bersifat kering ataupun basah dimana membuat saluran pernapasan dan tenggorokan lebih stress.

2. Sesak napas

Perlu diketahui bahwa sesak napas bisa dianggap sebagai gejala seseorang yang mengalami Long Covid terutama bagi para penyitas yang baru saja sembuh. Kondisi ini bisa menjadi masalah apabila semakin parah, bahkan bisa mempengaruhi kehidupan seseorang.

Semua orang pastinya mengetahui, bahwa Covid-19 menyerang paru-paru. Tubuh yang habis terkena virus bisa membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pulih dan sangat rentan terhadap masalah pernapasan. Untuk memantau terjadinya Long civid ini, beberapa pasien diminta untuk terus memantau kadar oksigen mereka dan mencari tanda-tanda adanya masalah pernapasan.

3. Kabut otak

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kabut otak maupun gejalan kerusakan otak lainnya merupakan gejala Long Covid yang paling umum dikenali. Hingga saat ini, virus Covid-19 bisa menurunkan fungsi otak yang berdampak buruk pada kehidupan seseorang. Hal ini membuat para dokter menyarankan untuk para penyitas dari Covid-19 untuk tetap melakukan pemeriksaan dan latihan untuk merangsang fungsi otak.

4. Kelelahan

Orang-orang yang terinfeksi Covid-19 akan mengeluh kelelahan yang cukup parag. Kelelahan ini ternyata bisa menyerang pasien yang mengalami gejala ringan, bahkan bisa saja dialami oleh penyitas yang mengalami Long covid. Kelelahan yang terjadi para pasien yang Long Covid bisa saja terjadi setelah tubuh melawan infeksi virus. Perlu diketahui bahwa kelelahan ini menjadi gejala yang membutuhkan waktu paling lama untuk pulih pasca infeksi.

5. Nyeri otot

Kelelahan setelah mengalami infeksi Covid-19 juga ditandai dengan nyeri yang terjadi pada otot. Jika, para penyitas mengalami nyeri otot dalam tubuh mereka bisa saja itu merupakan gejala Long Covid yang terjadi. Nyeri otot ini disebabkan adanya kerusakan pada serat otot akibat dari virus dan kerusakan jaringan abnormal dalam tubuh. 

6. Insomnia

Gejala lain yang menunjukkan adanya Long Covid adalah para penyitas mengalami kesusahan tidur yang parah atau insomnia. Hal itu disebabkan karena mereka sering kali merasa ketakutan dan panik tanpa ada sebab sehingga menyebabkan susah tidur.

7. Hilangnya kemampuan indra penciuman dan perasa

Salah satu gejala Covid-19 yang paling banyak dialami oleh penderita adalah hilangnya kemampuan indra penciuman dan perasa. Hal ini juga bisa dialami untuk seseorang yang menunjukkan gejala Long Covid dalam tubuhnya. Untuk memulihkannya pun membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan agar fungsi indra penciuman dan perasa bisa pulih.

Cara memulihkannya bisa dilakukan dengan melakukan terapi seperti pelatihan penciuman. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki otak agar otak memberikan pengaruh pada indra penciuman maupun perasa supaya dapat berfungsi kembali dalam mengenali rasa, bau dan aroma yang tepat seperti sebelumnya.

Nah itulah beberapa gejala terjadinya Long Covid dalam tubuh para penyitas dari Covid-19.  Meskipun seseorang dinyatakan sembuh, tidak menutup kemungkinan mereka akan terkena virus Covid-19 lagi. Hal itu dikarenakan tubuh para penyitas Covid-19 masih dalam kondisi yang sangat rentan dan mudah untuk terjangkit sebuah virus.

Baca Juga : Tips Mencegah Penularan Virus Corona (COVID-19)

Untuk itu, tetap berhati-hatilah. Jika kalian termasuk seseorang yang baru sembuh dari Covid-19 mengalami beberapa gejala seperti yang dijelaskan di atas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah gejala tersebut menunjukkan bahwa tubuh terinfeksi kembali atau sebaliknya.

To Top