Health

Racun Sianida Alami Ada Dalam Bahan Makanan Ini. Berbahayakah?

Racun Sianida Alami Ada Dalam Bahan Makanan Ini

Zat sianida akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat terkait dengan kasus kriminal tentang seorang wanita yang terpapar racun sianida dalam kopi yang diminumnya. Dalam dosis besar, sianida menjadi racun yang berbahaya dan pada dosis tertentu bahkan dapat mematikan. Besar dosis sianida yang berbahaya berkisar antara 50 mg hingga 200 mg hidrogen sianida.

Nah, ternyata zat sianida ini juga terdapat dalam makanan kita sehari-hari, meski dalam jumlah sedikit. Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, ada beberapa makanan yang menghasilkan racun sianida secara alami atau senyawa racun sebagai cikal bakal sianida atau jenis racun lainnya.

Bahan makanan apakah itu? Yuk simak ulasan berikut ini dan bagaimana cara menetralisirnya.

1. Kacang-kacangan

Sebagai salah satu bahan makanan yang menyehatkan, kacang-kacangan sering diolah sebagai campuran sup atau dicampur dengan bumbu tertentu. Kacang-kacangan dikenal kaya nutrisi seperti protein, serat, zat besi, folat dan karbohidrat.

Kacang-kacangan juga dilengkapi dengan sejumlah besar senyawa lektin yaitu senyawa sebagai pertahanan mereka yang dapat membunuh serangga secara alami. Jika kita salah mengolahnya, senyawa ini juga berdampak buruk bagi manusia.

Contohnya kacang merah mentah yang mengandung racun phytohaemagglutinin yang menyebabkan mual ekstrim disertai sakit perut, muntah dan diare dalam waktu tiga jam sejak mengonsumsinya. Atau kacang lima yang mengandung linamarin yang dapat diubah menjadi sianida oleh metabolisme tubuh.

Cara menetralisir kandungan racun pada kacang merah dan kacang lima adalah merebusnya dalam waktu minimal 10 menit di dalam suhu mendidih. Jika kamu merebusnya di bawah suhu didih, justru akan mengintensifkan kerja racun di dalamnya.

2. Apel, plum, ceri dan persik

Biji buah-buahan ini ternyata juga mengandung racun sianida alami. Hindari menggigit atau memakan bagian lubang tengah berisi biji apel, plum, ceri dan persik karena akan mengaktifkan zat sianida di dalamnya. Cara paling tepat memakan buah-buahan ini tentu dengan memakan dagingnya dan membuang bagian tengahnya.

3. Almond

Sudah pernah makan kacang almond? Meski seringkali dianggap kacang, sebenarnya almond tergolong biji-bijian. Almond mentah rasanya sangat pahit dan mengandung sianida alami. Sebagian orang menggambarkan bau sianida seperti bau kacang almond mentah.

Hindari menggigit, mengunyah atau memakan almond mentah, karena dapat mengaktifkan zat sianida di dalamnya. Sedikitnya 4 – 5 butir almond mentah dapat menyebabkan pusing, mual dan kram perut.

Bahkan ada kasus di Amerika tentang seorang nenek yang memakan 12 butir almond mentah. Sekitar 15 menit kemudian, nenek tersebut mengalami kram perut parah dan pingsan di kamar mandi. Meski berhasil diselamatkan, namun hal ini menjadi wacana bagi banyak orang tentang bahaya almond mentah.

Cara terbaik mengonsumsi almond adalah membelinya dalam bentuk olahan di dalam kemasan dan berlabel aman untuk dikonsumsi dari badan kesehatan setempat.

4. Rhubarb

Rhubarb mengandung sianida

Jenis tanaman berdaun hijau dan berbatang merah ini umumnya dipakai untuk membuat kue pie dan kue tart. Menurut National Institutes of Health (NIH), rhubarb mengandung senyawa asam oksalat dan antrakuinon glikosida. Memang senyawa tersebut tidak mengakibatkan kematian, namun dapat menyebabkan pusing, sakit perut, mulut seperti terbakar dan pada kasus terburuk dapat menyebabkan kejang dan koma.

Untuk itu, hindari mengonsumsi rhubarb dan jangan membuangnya sembarangan, karena senyawanya dapat juga meracuni hewan peliharaan kita.

5. Ikan Blowfish

Ikan blowfish disebut juga ikan buntel. Ikan ini terkenal karena racun tetrodotox di dalam organnya. Jika tidak diolah dengan benar, racun dalam ikan mampu melumpuhkan otot-otot orang yang mengonsumsinya. Selain itu juga menyebabkan mual, muntah, pusing pada beberapa kasus. Hingga saat ini belum ada obat penawar untuk racun ikan tersebut.

Memang di beberapa negara ikan blowfish umum dikonsumsi, seperti di Jepang misalnya. Namun chef atau koki yang mengolahnya harus memiliki sertifikat resmi dari pemerintah tentang cara mengolah ikan blowfish yang aman dikonsumsi.

Untuk menghindari racun ikan ini, buang seluruh organ dalamnya. Namun ini tidak 100% aman, karena racun bisa saja mengkontaminasi daging ikan. Cara lebih baik adalah batasi mengonsumsi ikan ini.

Itulah bahan makanan yang mengandung racun sianida alami. Agar tidak sampai terkena racun di dalamnya, kita harus dapat mengonsumsi dan mengolahnya dengan cara-cara yang aman.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top