Health

Relawan Vaksin Covid-19 Pfizer Mendadak Alami Bell’s Palsy Ketika Uji Coba Vaksin Di Amerika Serika

Vaksin Covid-19 Pfizer Mendadak Alami Bell’s Palsy

Saat ini, vaksin untuk virus Covid-19 sudah mulai didistribusikan di seluruh dunia. Salah satunya adalah vaksin Covid-19 Pfizer dimana vaksin tersebut menjadi salah satu yang paling menjanjikan. Penggunaan di waktu darurat telah disetujui oleh beberapa negara termasuk Amerika Serikat. Baru-baru ini terdengar kabar bahwa ditemukan kondisi seseorang yang aneh saat kegiatan uji coba vaksin Covid-19 di Amerika Serikat mendadak alami Bell’s Palsy . Nah, berikut ini ulasannya

Adanya kejadian Bell’s Palsy pada beberapa relawah saat kegiatan ujicoba vaksin Pfizer

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) akan memantau kegiatan pemberian vaksin Covid-19 Pfizer sebagai tahapan uji coba. Mereka akan terus memantau untuk menemukan sesuatu yang aneh saat pemberian vaksin. Hal ini dilakukan setelah adanya empat orang relawan di Amerika Serikat yang mengalami suatu kondisi bernama Bell’s Palsy yang merupakan suatu kondisi yang membuat seseorang mengalami kelumpuhan otot wajah untuk sementara.

Akan tetapi, belum ada kejelasan mengenai kondisi relawan setelah menerima vaksin Pfizer ini, namun pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengatakan bahwa kasus Bell’s Palsy ini tidak berhubungan dengan uji coba vaksin. Kondisi yang dialami keempat penerima vaksin tersebut dianggap konsisten dengan tingkat latar belakang yang diharapkan dalam populasi umum sehingga tidak ada dasar yang jelas mengenai hubungan vaksin Pfizer dengan kondisi bell’s Palsy.

Baca Juga : Breaking News: Vaksin Covid-19 Tiba Di Indonesia

Meskipun demikian, Pihak FDA terus menekankan kepada para dokter untuk terus memantau dengan sangat teliti mengenai efek samping dari vaksin Covid-19 Pfizer ini. Tidak hanya vaksin Pfizer, para dokter di seluruh dunia harus tetap memantau efek samping dari pemberian vaksin Covid-19 apapun itu yang telah resmi disetujui untuk digunakan sebagai penangkal virus Corona.

Mengenal Bell’s Palsy

Bell’s Palsy merupakan suatu kondisi yang menyebabkan kelumpuhan pada otot-otot wajah untuk sementara waktu. Kondisi ini menyebabkan satu sisi wajah terkulai atau menjadi kaku. Namun, di beberapa kasus yang jarang terjadi, kondisi ini bisa saja mempengaruhi saraf di kedua sisi wajah. Penderita yang mengalami kondisi ini akan kesulitan untuk tersenyum. Bahkan mereka akan kesulitan untuk menutup mata pada sisi yang mengalami Bell’s Palsy.

Kondisi ini bisa dibilang bukan suatu kondisi yang parah karena kelumpuhan otot wajah terjadi hanya sementara waktu dan gejalanya pun biasanya hilang setelah beberapa minggu dengan pemulihan total dalam waktu sekitar 6 bulan. Meskipun demikian, Bell’s Palsy bisa terjadi di semua usia namun seringnya pada orang-orang antara usia 16 dan 60 tahun.

Penyebab

Hingga saat ini, para ahli belum bisa memastikan penyebab dari Bell’s Palsy ini. Hal ini bisa terjadi ketika saraf kranial yang mengontrol otot wajah seseorang sedang meradang, bengkak, maupun tertekan sehigga wajah akan mengalami lumpuh dan lemah.

Penyebabnya masih belum teridentifikasi. Beberapa peneliti menduga bahwa kondisi ini dipicu oleh infeksi virus atau bakteri yang menyebabkan beberapa penyakit seperti herpes simpleks, HIV, cacar air, flu, gondongan, sarcoidosis, herpes zoster, virus epstein-bar, dan penyakit lyme.

Perlu diketahui bahwa seseorang akan sangat rentan terkena Bell’s Palsy ketika orang tersebut hamil, menderita diabetes, memiliki infeksi paru-paru, maupun memiliki keturunan keluarga yang menderita.

Gejala

Meskipun penderita ini mengalami kelumpuhan otot wajah sementara. Ternyata juga dikenal sebagai penyakit kelumpuhan wajah perifer akut. Beberapa gejala Bell’s Palsy yang umum terjadi diantaranya:

  • Salah satu sisi wajah tiba-tiba lumpuh
  • Wajah terkulai hingga sulit tersenyum
  • Susah menutup mata
  • Mudah mengeluarkan air liur
  • Nyeri di sekitar rahang maupun di sisi dalam telinga
  • Salah satu telinga menjadi lebih peka suara
  • Sakit kepala
  • Tidak peka rasa
  • Susah makan dan minum

Nah, jika kalian mengalami gejala Bell’s Palsy, maka segera periksakan diri ke dokter. Jangan mendiagnosisnya sendiri karena gejala Bell’s Palsy hampir mirip dengan stroke maupun tumor otak. Meskipun mengalami kelumpuhan sementara waktu, ada juga seseorang yang mengalami kondisi ini seumur hidupnya. Untuk itulah, dibutuhkan perawatan dari dokter yang tepat agar dapat membantu mempercepat waktu pemulihan dan mencegah terjadinya komplikasi.

Nah itulah informasi mengenai ditemukannya relawan vaksin Covid-19 Pfizer yang mendadak terkena Bell’s Palsy saat kegiatan uji coba pemberian vaksin. Namun, hal ini masih belum dipastikan lebih lanjut apakah Bell’s Palsy yang terjadi memang karena efek samping dari vaksin Covid-19 yang diberikan atau karena hal lain.

To Top