Health

Penyakit Stroke: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Stroke

Stroke adalah suatu penyakit yang menyebabkan pembuluh darah dalam menyediakan darah kepada otak terganggu. Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak.

Stroke terjadi ketika pembuluh darah membawa oksigen dan bahan gizi kepada otak meledak atau tersumbat oleh suatu gumpal darah atau beberapa massa yang lain. Oleh karena pecahan atau kemacetan ini, bagian dari otak itu tidak mendapat darah dan oksigen yang cukup. Kekurangan oksigen, sel saraf di dalam bidang yang dipengaruhi dari otak itu tidak bisa bekerja dan mati di dalam beberapa menit. Dan ketika sel saraf tidak bisa bekerja, bagian dari tubuh, yang dikendalikan otak tidak bisa bekerja juga. Kerusakan akibat stroke sering bersifat permanen karena sel-sel otak yang mati tidak bisa digantikan. Ada yang mau sumbangin sel otaknya ? :D

Apa itu Stroke ischemic?

Stroke iskemik adalah jenis Stroke yang paling umum. Dalam statistik sekitar 88% dari semua jenis Stroke. Ini terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis (penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah) atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak.

Ketika bekuan darah terbentuk di dalam suatu arteri di otak, disebut Stroke thrombotic cerebral. Ini sering kali terjadi pada malam hari atau pagi sekali. Fitur pembeda dengan yang lain adalah seringnya mereka didahului oleh suatu serangan iskemik sementara. Ini juga disebut suatu “Stroke peringatan.”

Apa itu Stroke hemorrhagic (indo: hemorragik) ?

Stroke hemorragik terjadi ketika suatu pembuluh darah di permukaan otak itu pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak atau tengkorak (tetapi bukan ke dalam otak sendiri) kemudian merusaknya. Suatu hemorrhage yang cerebral terjadi ketika suatu arteri yang cacat di dalam otak meledak, darah menggenangi sekitar jaringan.

Hemorrhage (atau berdarah) dari satu arteri di dalam otak itu dapat disebabkan oleh suatu luka kepala atau suatu aneurysm yang meledak. Aneurysms atau aneurisma adalah penggelembungan di dinding pembuluh darah atau pembuluh darahnya jadi kayak balon, bisa karena bawaan sejak lahir. Aneurisma bisa di aorta abdominalis ( pembuluh darah besar di perut) atau di dada. Aneurisma tidak selalu berbahaya, tetapi jika masuk dengan tiba-tiba otak, bisa jadi fatal, jika pembuluh darahnya bisa pecah, dan menekan jaringan saraf otak penderita bisa meninggal.

Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak, yang biasanya menyebabkan seseorang pingsan. Stroke bisa terjadi jika tekanan darah rendahnya sangat berat dan menahun. Hal ini terjadi jika seseorang mengalami kehilangan darah yang banyak karena cedera atau pembedahan, serangan jantung atau irama jantung yang abnormal.

Diagnosis

Diagnosis stroke biasanya ditegakkan berdasarkan perjalanan penyakit dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik dapat membantu menentukan lokasi kerusakan pada otak. Ada dua jenis teknik pemeriksaan imaging (pencitraan) untuk mengevaluasi kasus stroke atau penyakit pembuluh darah otak (Cerebrovascular Disease/CVD), yaitu Computed Tomography (CT scan) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

CT scan diketahui sebagai pendeteksi imaging yang paling mudah, cepat dan relatif murah untuk kasus stroke. Namun dalam beberapa hal, CT scan kurang sensitif dibanding dengan MRI, misalnya pada kasus stroke hiperakut.

Untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan pemeriksaan CT scan atau MRI. Kedua pemeriksaan tersebut juga bisa membantu menentukan penyebab dari stroke, apakah perdarahan atau tumor otak. Kadang dilakukan angiografi yaitu penentuan susunan pembuluh darah/getah bening melalui kapilaroskopi atau fluoroskopi.

Gejala Stroke

gejala stroke
Gejala Stroke

Berikut ini gejala Stroke dapat dibagi menjadi beberapa bagian, sbb :

  • Pada pergerakan: Untuk hal ringan, tidak bisa mengambil gelas, menggosok gigi, dan menyelipkan kancing, dengan sempurna. Untuk hal berat : lumpuh total, bisa juga menimpa tiap organ gerak, termasuk bibir, wajah, dan mata.
  • Pada rasa: pada sebelah anggota badan, yang jika dibarengi lumpuh akan dirasakan pada sisi ini. Tingkat rasa dari yang ringan (semutan) sampai yang berat (baal). Kalau pun bisa berdiri, namun jika menginjak lantai terkadang seperti berada di awang-awang.
  • Pada kesadaran: Untuk hal ringan mudah ngantuk. Untuk hal berat : bisa sampai koma. Terkadang pihak keluarga cepat memvonis penderita akan segera meninggal sehingga mereka tidak/kurang semangat lagi merawat atau mengatasinya. Apalagi jika sudah manula sampai mereka seperti putus asa – meskipun tidak diucapkan dengan terus-terang.
  • Pada verbal: baik karena organ bicara yang rusak maupun daya ingat yang turun. Misalkan dalam bentuk tidak bisa : mengeluarkan kata dan menangkap arti. Ini benar-benar akan menimbulkan depresi bagi penderita dengan latar belakang karir, seperti hakim, guru, dan orator, singkatnya yang mengandalkan mulut sebagai sarana karir.

Penyebab Stroke

Penyebab Stroke dapat digolongkan menjadi 2, yaitu faktor genetik dan nongenetik. Untuk faktor genetik (akibat dari faktor pembuluh darah) masih dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Kelainan pada struktur dinding pembuluh. Kelainan seperti ini merupakan penyakit bawaan genetika dan tidak mudah diobati. Kelainan ini meliputi :

1.1. Sel – sel pembuluh darah mudah rusak, sehingga beresiko memudahkan kolesterol atau yang lainnya menempel pada dinding, jika tingkat konsentrasi darah tinggi dan terus menerus, maka lama kelamaan bisa terjadi penyumbatan pembuluh darah.

1.2. Kelainan elastisitas pembuluh darah. Permasalahan elastisitas bisa terjadi akibat dinding pembuluh darah yang terlalu tebal (aliran darah jadi tidak mudah terpompa) ataupun terlalu tipis (terlalu rapuh, sehingga mudah pecah jika pompaan darah agak berlebih).

1.3. Kelainan pada sistem pompa pembuluh darah (arteri). Pemompaan utama darah memang dilakukan oleh jantung, tapi dengan bantuan pemompaan dari pembuluh darah arteri, darah dengan suplai oksigen dari paru dan nutrisi dari sistem pencernaan itu akan lebih terjamin sampai ke seluruh organ – organ untuk aktivitasnya. Kalau sistem pompa arteri terganggu, agaknya aliran darah bisa ikut terganggu.

1.4. Kelainan sistem klep pembuluh darah (vena). Darah yang sudah dialirkan ke organ – organ pastinya akan dikembalikan ke jantung oleh pembuluh darah balik – vena. Nah, tidak seperti arteri yang tinggal meneruskan kerja jantung, vena harus mengalirkan aliran balik ini sendiri, makanya klep – klep diperlukan untuk memastikan aliran darah balik ini tetap berjalan lancar dan tidak berbalik arah turun lagi ke organ – organ. Nah, bisa terbayang kalau sistem klep itu tidak berfungsi dengan benar. Aliran darah balik bisa jadi kacau balau.

Faktor kelainan genetik yang ke dua pada darah sendiri yang berdampak pada kerja pembuluh darah. Terbagi menjadi kelainan sistem hemostasis dan kelainan nonhemostasis. Kelainan hemostasis adalah kelainan dimana darah cenderung mudah membeku sehingga dapat menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah dan aliran darah pun jadi tidak lancar. Sedangkan kelainan nonhemostasis itu merupakan kebalikan dari hemostasis, disini darah tidak mudah membeku. Anda bisa lihat disini yang namanya kelainan pembuluh darah itu rumit dan tidak mudah diatasi. Akan tetapi, perbaikan gizi dengan menghindari makanan – minuman kaya lemak dan karbohidrat, perbanyak makan buah dan sayuran, dan minum air putih, bisa membantu untuk mencegah keadaan makin parah.

Baca Juga : Suhu Panas di Indonesia, Hati-hati Kena Heat Stroke

Selain faktor genetik, sumbatan pada pembuluh darah juga bisa diakibatkan dari luar, misalnya, timbunan kolesterol dalam darah yang menempel di dinding pembuluh darah dan terus menebal sehingga membentuk sumbatan. Proses menempelnya kolesterol dalam darah dipercepat dengan adanya kerusakan pada dinding pembuluh darah, karena beberapa sebab, seperti racun dari radikal bebas, infeksi bakteri/virus, dan kelainan enzim.

Penyakit yang menyebabkan atau memperparah Stroke yang disebut Faktor Resio Stroke adalah Hipertensi, Penyakit Jantung, Diabetes Mellitus, Hiperlipidemia (peninggian kadar lipid dalam darah). Keadaan yang dapat menyebabkan stroke adalah usia lanjut, obesitas, merokok, jenis kelamin pria, dan kurang olah raga.

Usia merupakan faktor risiko stroke karena proses penuaan terjadi pada semua organ tubuh termasuk pembuluh darah otak yang menjadi rapuh. Di Indonesia ternyata stroke timbul banyak pada usia di bawah 45 tahun. Life style merupakan faktor risiko Stroke juga, sehingga Stroke dapat menyerang usia produktif terutama pada mereka yang gemar mengkonsumsi makanan berlemak dan narkoba (walau belum memiliki angka yang pasti).

Life style alias gaya hidup selalu menjadi kambing hitam berbagai penyakit yang menyerang usia produktif. Generasi muda sering menerapkan pola makan yang tidak sehat dengan seringnya mengkonsumsi makanan siap saji yang sarat dengan lemak dan kolesterol tapi rendah serat.

Generasi muda yang perjalanan hidupnya masih panjang untuk mampu berkiprah dan bersaing dengan sumber daya manusia lain dari luar negeri. Kecacatan yang mereka sandang akibat serangan stroke, bukan hanya menjadi beban keluarga, tapi juga beban masyarakat secara umum.

Sekali lagi, kadar kolesterol yang tinggi (hiperkolesterol) merupakan faktor risiko stroke karena memperburuk proses arteriosklerotik, yaitu mempertebal dan merusak dinding pembuluh darah secara berangsur-angsur. Jadi, makanan yang kaya kolesterol seperti junk food dapat membahayakan dan mempercepat kemungkinan timbulnya stroke. Tapi kenapa KFC atau McDonald tetap ramai pengunjung ya ? Tanya kenapa !!

Pencegahan

Upaya pencegahan dibagi menjadi primer dan sekunder. Pencegahan primer dapat dilakukan pada orang yang belum pernah mengalami aterosklerosis. Caranya dengan:

  • Hindari makanan berkolesterol tinggi
  • Perbanyak makan buah dan sayur yang dapat mengikat kolesterol dalam usus sehingga tidak terserap darah.
  • Hindari sumber-sumber radikal bebas yang menyebabkan kerusakan dinding dalam pembuluh darah. Selain itu, jaga kadar gula darah. Kadar gula yang tinggi dapat memicu terjadinya kerusakan dinding dalam pembuluh darah.
  • Tekanan darah tinggi juga harus dihindari. Sebab, tekanan darah tinggi berarti pergerakan aliran darah sangat cepat dan mempertinggi intensitas gesekan darah dengan dinding pembuluh dalam darah, sehingga berpotensi pula menyebabkan kerusakan..
  • Mengatur Pola Makan
  • Mengurangi rokok, melakukan olah raga teratur, membatasi minuman beralkohol, dan menghindari stres berlebihan, untuk menjaga kelenturan otot dan pembuluh darah.

Sedangkan, pencegahan sekunder dapat dilakukan bila sudah terjadi gejala klinik aterosklerosis disebut dengan singkatan ABCDEFG yaitu:

A Asetosal, ace-inhibitor, antikoagulan: minum obat-obatan untuk kendalikan penyakit faktor risiko.

B Beta blocker, body weight reduction: minum obat dan menurunkan berat badan.
C Cholesterol control & cigarette smoking cessation: kendalikan kolesterol & berhenti merokok.

D Diabetes control & diet: kendalikan diabetes dan makanan.

E Exercise & education: olahraga dan menambah pengetahuan.

F Family support: dukungan keluarga.

G Glucose oxidation preservation: memelihara oksidasi glukosa tubuh.

Sesibuk apa pun Anda pada usia produktif, tetap harus menjaga kesehatan. Jika hanya berjuang mengejar karir tanpa memperhatikan kesehatan, maka usaha tersebut akan sia-sia bila kemudian di puncak karir terkena serangan stroke.

Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga. Jadi, jangan tidak peduli akan ancaman stroke, melainkan hadapi dengan mulai menjalankan gaya hidup yang sehat.

Pengobatan Stroke

Harapan Sembuh sekitar 30%-40% penderita Stroke yang masih dapat sembuh secara sempurna asalkan ditangani dalam jangka waktu 6 jam atau kurang dari itu. Hal ini penting agar penderita tidak mengalami kecacatan. Kalaupun ada gejala sisa seperti jalannya pincang atau berbicaranya pelo, namun gejala sisa ini masih bisa disembuhkan.

Nah ini berita baiknya, penderita yang tidak bisa melangkahkan kakinya atau mengkoordinasikan langkah mereka, tetapi anehnya, mereka bisa melangkahkan kaki kembali setelah mendengarkan musik dengan irama tertentu. Seperti ada suatu kekuatan yang memungkinkan mereka dapat berjalan kembali. “Mereka tidak perlu belajar lagi jalan!” Di pusat rehabilitasi di AS, para pasien stroke disuruh berbaris sambil mendengarkan musik mars yang berirama dua dan empat ketukan lewat walkman. Ternyata, jenis musik ini mampu menstimulasi otak. Dengan ini, lama kelamaan mereka dapat bergerak normal lagi walau tanpa musik.

Jika mengalami serangan stroke, segera dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah penyebabnya bekuan darah atau perdarahan yang tidak bisa diatasi dengan obat penghancur bekuan darah.

Antikoagulan juga biasanya tidak diberikan kepada penderita tekanan darah tinggi dan tidak pernah diberikan kepada penderita dengan perdarahan otak karena akan menambah risiko terjadinya perdarahan ke dalam otak.

Penderita stroke biasanya diberikan oksigen dan dipasang infus untuk memasukkan cairan dan zat makanan. Pada completed Stroke, beberapa jaringan otak telah mati. Memperbaiki aliran darah ke daerah tersebut tidak akan dapat mengembalikan fungsinya. Karena itu biasanya tidak dilakukan pembedahan.

Pengangkatan sumbatan pembuluh darah yang dilakukan setelah Stroke ringan atau transient ischemic attack, ternyata bisa mengurangi risiko terjadinya stroke di masa yang akan datang. Sekitar 24,5% pasien mengalami Stroke berulang.

Untuk mengurangi pembengkakan dan tekanan di dalam otak pada penderita Stroke akut, biasanya diberikan manitol atau kortikosteroid. Penderita yang sangat berat mungkin memerlukan respirator (alat bantu bernapas) untuk mempertahankan pernafasan. Di samping itu, perlu perhatian khusus kepada fungsi kandung kemih, saluran pencernaan dan kulit (untuk mencegah timbulnya luka di kulit karena penekanan).

Stroke biasanya tidak berdiri sendiri, sehingga bila ada kelainan fisiologis yang menyertai harus diobati misalnya gagal jantung, irama jantung yang tidak teratur, tekanan darah tinggi dan infeksi paru-paru. Setelah serangan stroke, biasanya terjadi perubahan suasana hati (terutama depresi), yang bisa diatasi dengan obat-obatan atau terapi psikis.

Sayangnya, sebagian besar penderita stroke baru datang ke rumah sakit 48-72 jam setelah terjadinya serangan. Bila demikian, tindakan yang perlu dilakukan adalah pemulihan. Tindakan pemulihan ini penting untuk mengurangi komplikasi akibat stroke dan berupaya mengembalikan keadaan penderita kembali normal seperti sebelum serangan stroke.

Upaya untuk memulihkan kondisi kesehatan penderita sebaiknya dilakukan secepat mungkin, idealnya dimulai 4-5 hari setelah kondisi pasien stabil. Tiap pasien membutuhkan penanganan yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan pasien. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 6-12 bulan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top