Health

Teluk Jakarta Tercemar Paracetamol, Apa Efeknya Pada Manusia?

Teluk Jakarta Tercemar Paracetamol, Apa Efeknya Pada Manusia?

Peneliti gabungan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) dan University of Brighton UK menemukan sebagian perairan di wilayah Jakarta mengandung paracetamol. Lalu apakah air laut Teluk Jakarta yang tercemar paracetamol kepada manusia?

Dari 4 titik yang diteliti, yaitu Angke, Ancol, Tanjung Priok dan Cilincing, serta satu titik di pantai utara Jawa Tengah, yaitu Pantai Eretan, hanya dua lokasi yang mengandung paracetamol. Kedua lokasi tersebut adalah muara Sungai Angke (610 nanogram per liter) dan muara Sungai Ciliwung Ancol (420 nanogram per liter).

Berdasarkan penilitian awal yang dipublikasikan dikatakan bahwa paparan paracetamol yang tinggi, meningkatkan kekhawatirkan terkait risiko lingkungan terhadap organisme laut di Teluk Jakarta dalam jangka panjang.

Zainal Arifin, Peneliti Oseanografi BRIN, mengatakan ia belum tahu secara pasti apakah air laut yang tercemar tersebut membawa dampak pada manusia.

“Belum tahu kita, mungkin sangat sedikit dampaknya,” kata Zainal, Senin (4/9/2021).

Lihat Juga: Polusi Farmasi! Teluk Jakarta Tercemar Paracetamol

Pada kesempatan tersebut, Peneliti Oseanografi BRIN Dr Wulan Kaogouw menuturkan untuk mengetahui pengaruh pencemaran tersebut kepada manusia harus diteliti lebih lanjut.

“Dampak terhadap manusia? Saya sebetulnya sebagai peneliti tak dapat berbicara jika tak memiliki data, itu dahulu prinsipnya. Jadi, yang saya katakana di sini bahwa saya belum menyaksikan efeknya kepada manusia,” ujar Wulan.

“Secara logika sebab memang konsentrasinya rendah dibandingkan paracetamol yang kita konsumsi. Logikanya seharusnya dampaknya kecil. Tapi tentunya, jika ingin mengonfirmasi sebagai peneliti semuanya harus mempunyai data. Baru kita berbicara, oh ini ada efek pada manusia ataukah tidak,” lanjutnya.

Untuk sementara ini, dugaan pencemaran di air laut Teluk Jakarta diduga bersumber dari tiga hal. Yaitu ekresi karena konsumsi warga yang berlebihan, rumah sakit dan industri farmasi.

Dari penelitian BRIN dan University of Brighton UK apabila dibandingan dengan pantai lain di negara-negara lainnya, paparan paracetamol di perairan Teluk Jakarta relatif tinggi. Konsentrasi paracetamol di perairan Jakarta yaitu 420-610 ng/L, sementara pantai Brasil 34,6 ng/L dan pantai utara Portugis 51,2-584 ng/L.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top