Health

Tak Sadar Jika Terinfeksi Corona, Inilah Gejala Covid-19 yang Baru

Gejala Covid-19 yang Baru

Seseorang yang terindikasi positif virus Covid-19 umumnya ditandai dengan gejala seperti flu, demam, batuk, sakit tenggorokan, sesak nafas, lesu, dan letih, bahkan pada beberapa kasus pasien akan mengalami pneumonia atau masalah pada paru-paru.  Namun, baru-baru ini ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan gejala baru sebelum positif terjangkit Covid-19. Kira-kira apa saja gejala-gejala baru yang dimaksud? Yuk intip ulasannya di bawah ini.

Delirium

Delirium bisa disebut sebagai gejala baru Covid-19 yang belum lama diketahui. Gejala ini merupakan sebuah gangguan yang menyerang sistem saraf pusat berupa gangguan kognitif yang mengakibatkan pasien akan mengalami kebingungan berat dan berkurangnya kesadaran lingkungan. Biasanya gejala ini muncul pada orang-orang yang lanjut usia atau berumur di atas 65 tahun.

Meskipun banyak menyerang orang-orang lanjut usia, bukan berarti yang masih muda tidak bisa mengalami delirium. Gejala ini akan muncul pada orang-orang berusia muda dikarenakan adanya ensefalopati yang diakibatkan dari gangguan pernapasan berat.

Parosmia

Parosmia menjadi gejala baru Covid-19 yang berhubungan dengan indera penciuman. Seseorang yang mengalami Parosmia akan merasakan bau yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Misalnya jika dia sedang menghirup parfum, maka bau yang ditangkap bukan wangi, bisa saja bau-bau lainnya yang tidak enak. Menurut Professor Nirmal Kumar, seorang ahli bedang Telinga, Hidung, Tenggorokan (THT) menyebut Parosmia sebagai virus neurotropik. Virus ini mempengaruhi saraf pada atap hidung sehingga membuat saraf hidung tidak berfungsi dengan baik.

Kelelahan

Jika kalian merasa sangat lelah, maka jangan diabaikan karena bisa saja kalian telah terinfeksi virus Covid-19. Telah dipublikasikan di Journal of the American Medical Association (JAMA) menjelaskan bahwa kelelahan menjadi salah satu gejala Covid-19. Kelelahan yang bisa bertahan lama setelah seseorang terinfeksi Corona. Dalam studi tersebut ditemukan sebanyak 53% pasien positif Corona mengalami gejala kelelahan selama kurang lebih 60 hari setelah pertama kali merasakan gejala Covid-19.

Ruam-ruam pada kulit

Ruam-ruam pada kulit bisa menjadi gejala awal seseorang positif Corona. Seorang Dokter kulit dari DNI Skin Centre menjelaskan bahwa infeksi virus Corona bisa menyebabkan munculnya ruam pada kulit meskipun dalam kategori ringan dan tidak beresiko fatal. Munculnya ruam pada pasien Covid-19 kemungkinan hanya sekitar 1,2 hingga 20%.

Kemampuan untuk mencium dan merasa menjadi hilang

Hilangnya kemampuan indera penciuman dan perasa atau yang lebih dikenal dengan Anosmia bisa dibilang sebagai tanda-tanda terbaru seseorang positif Covid-19. Meskipun baru, namun gejala ini kerap kali dialami oleh pasien Corona. Untuk memulihkannya pun membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sampai fungsi dari kedua indera tersebut kembali normal.

Ada beberapa pasien yang sampai melakukan terapi untuk memulihkan kemampuan indera penciuman dan perasa. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki otak agar dapat berfungsi kembali dalam mengenali rasa, baru, dan aroma secara akurat seperti sebelum terinfeksi Corona.

Fotofobia atau sensivitas cahaya

Menurut studi yang ada di Anglia Ruskin University (ARU), Inggris telah menemukan sebanyak 18% pasien Covid-19 mengalami gejala fotofobia atau sensivitas cahaya sebelum positif Corona. Dari 83 responden yang disertakan dalam penelitian , sebanyak 81%  dilaporkan adanya masalah mata dalam dua minggu setelah  munculnya gejala Covid-19 lainnya. Dari jumlah tersebut menunjukkan bahwa 80% telah melaporkan bahwa masalah mata yang dialami berlangsung selama kurang dari dua minggu.

Masalah pencernaan

Sebuah studi mengungkapkan seseorang yang terinfeksi virus Covid-19 akan menyebabkan pencernaannya terganggu seperti diare dan muntah-muntah. Pada umumnya, pasien yang terinfeksi Corona akan mengalami masalah pencernaan disertai dengan gejala Covid-19 lainnya. Meskipun demikian, hanya 4% saja seseorang yang didiagnosa positif Covid-19 akibat dari muntah dan diare sebagai gejala tunggal tanpa gejala lainnya.  

Nyeri otot

Sebuah penelitian yang telah dipublikasikan di dalam The Journal Annals of Clinical and Translational Neurology menyatakan bahwa sebanyak 44,8% orang yang telah berpartisipasi menjadi relawan dalam studi ini mengalami nyeri otot yang diakibatkan dari Covid-19.

Rasa nyeri yang timbul pada otot tersebut mungkin disebabkan oleh peradangan yang terjadi di dalam tubuh sebagai infeksi yang diakibatkan oleh Corona.  Tidak hanya pasien, orang-orang yang sembuh atau penyitas dari Corona pun juga bisa bisa mengalami gejala ini.

Meskipun ke-8 tanda tersebut termasuk gejala baru Covid-19, namun semua orang harus selalu waspada. Meskipun tanpa merasakan ke-8 gejala tersebut maupun gejala umum Covid-19 lainnya, bisa saja kalian akan terinfeksi Covid-19 karena saat ini banyak pasien Corona yang positif tanpa adanya gejala apapun. Jaga kesehatan ya dan jangan lupa tetap lakukan 3M yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

To Top