Health

Ternyata Bahaya Sianida bisa Mengancam Siapa Saja

Bahaya Sianida - Biji Apel

Masih inget dong kasus kematian Mirna yang ada hubungannya dengan sianida beberapa waktu lalu dan membuka mata masyarakat Indonesia bahwa ternyata belum ada regulasi khusus tentang memperjualbelikan sianida di Indonesia. Well, memahami bahwa ternyata bahaya sianida mengancam siapa saja bahkan lewat makanan sehari-hari sangatlah penting. Walaupun memang saat ini belum ada kasus serupa yang dilaporkan namun tidak salahnya kita untuk sedikit berhati-hati.

  1. Apel

Apel adalah salah satu buah favorit masyarakat Indonesia pada umumnya karena rasanya yang manis dan cocok untuk konsumsi sehari-hari mereka yang sedang melakukan diet khusus. Namun tahukan ada bahaya sianida mengancam dari balik buah yang kaya akan vitamin ini? Daging buah apel yang biasanya dikonsumsi memang tidak mengandung sianida namun jika bijinya dikunyah maka kandungan berupa cyanogenic glycoside dapat berubah menjadi hidrogen sianida yang tentunya sangat berbahaya untuk tubuh karena mengandung racun.

Bahaya Sianida - Biji Apel

Bahaya Sianida – Biji Apel

  1. Cery

Sama halnya dengan buah cery, bijinya pun sangat berbahaya untuk digigit karena mengandung racun serupa dengan sianida. Jadi ibu, pastikan ketika memberikan buah merah, manis dan cantik ini kepada si kecil, bijinya harus dibuang terlebih dahulu.

Bahaya Sianida - Biji Cery

Bahaya Sianida – Biji Cery

  1. Pir

Pir adalah salah satu buah yang enak untuk dibuat jus dan kesalahan mendasar yang biasanya banyak dilakukan oleh banyak orang adalah menganggap memblender buah pir sekalian bersama bijinya karena lebih praktis ternyata salah besar. Sama halnya dengan apel dan buah cery, biji buah pir juga mengandung racun sejenis sianida.

Bahaya Sianida - Biji Pir

Bahaya Sianida – Biji Pir

  1. Singkong

Wuah, singkong adalah salah satu cemilan favorit masyarakat Indonesia pada umumnya namun tahukan Anda bahwa ternyata singkong juga menyimpan ancaman dari sianida. Namun tidak perlu khawatir, saat dimasak kadarnya akan menurun secara drastis sehingga aman untuk dikonsumsi karena tidak mungkin mengkonsumsi singkong dalam kondisi mentah.

Bahaya Sianida - singkong

Bahaya Sianida – singkong

  1. Rebung

Rebung termasuk makanan tradisional sebagian masyarakat Indonesia walaupun sudah hampir jarang ditemui di kota-kota besar tapi sangat populer di kalangan masyarakat tradisional. Rebung ternyata juga mengandung sianida dengan kadar yang relatif tinggi oleh karena itu perlu memasak rebung dengan benar karena suhu panas dapat menghilangkan kadar sianida sampai 96%.

Bahaya Sianida - rebung

Bahaya Sianida – rebung

  1. Aprikot

Biji aprikot juga mengandung sianida namun tidak perlu khawatir, walaupun tergigit tidak akan menyebabkan keracunan namun tidak ada salahnya untuk berhati-hati.

Bahaya Sianida - Biji Aprikot

Bahaya Sianida – Biji Aprikot

  1. Buah Persik

Well, dikalangan masyarakat tradisional Jepang, buah persih terkenal mengandung racun karena bijinya walaupun di Indonesia buah ini tidak terlalu populer dan jarang dikonsumsi tapi tidak ada salahnya untuk mengetahui hal ini karena memang sianida bisa sangat berancun dan berbahaya untuk tubuh.

Bahaya Sianida - Biji Buah Persik

Bahaya Sianida – Biji Buah Persik

  1. Plum

Dibandingkan dengan persik dan aprikot, plum lebih lumrah ditemukan di Indonesia dan seperti halnya buah yang sudah disebutkan di atas biji buah plum juga mengandung sianida yang berbahaya.

Bahaya Sianida - Biji Plum

Bahaya Sianida – Biji Plum

Lalu apakah kita perlu untuk menghindari mengkonsumsi buah-buahan tersebut untuk menghindarkan diri dari ancaman bahaya sianida? Well, nggak perlu buru-buru memutuskan karena ternyata alasan mengapa laporan kasus keracunan sianida akibat mengkonsumsi buah-buahan di atas hampir tidak ada adalah karena memang toleransi tubuh terhadap sianida masih relatif lebih tinggi dari reaksi sianida yang dihasilkan dari tidak sengaja menggigit biji apel ataupun pir. Namun pengetahuan ini juga penting karena kita tidak pernah tahu kondisi tubuh seseorang apalagi untuk anak-anak. Jika orang dewasa aman-aman saja belum tentu akan aman untuk anak mengingat sistem kekebalan tubuh anak masih belum sempurna belum lagi toleransi tubuh mereka terhadap reaksi kimia tertentu juga bisa lebih rendah dibandingkan orang dewasa.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top