Health

Varises Pada Ibu Hamil : Gejala, Penyebab, dan Menghilangkan Varises

Varises Pada Ibu Hamil : Gejala, Penyebab, dan Menghilangkan Varises

Varises pada ibu hamil sering menghinggapi saat menjelang kelahiran. Bahaya varises dapat mempengaruhi hidup sehat sang janin yang masih dalam kandungan jika tidak segera diatasi dengan benar. Varises menjadi hal yang sering dialami oleh ibu hamil, tetapi keluhan ini tidak bida dianggap remeh, karena penyebab varises karena terjadinya gangguan aliran darah yang terjadi pada area yang mengalami tekanan pembulu darah.

Perlu diwaspadai jika hal ini terus berlangsung dan membuat kaki sering terasa mati rasa atau kram. Banyak dampak negatif yang dapat disebabkan karena varises terhadap ibu hamil. Apa saja yang perlu diwaspadai dari dampak negatif varises bagi ibu hamil?

Varises pada ibu hamil merupakan salah satu gangguan kesehatan, yang ditandai oleh pembengkakan pembuluh darah vena disertai kerusakan katup. Pembuluh vena mempunyai fungsi untuk mengembalikan darah, dari seluruh tubuh ke jantung. Jika katup pembuluh vena rusak maka darah akan berkumpul di dalam dan menyebabkan gumpalan yang dapat mengganggu aliran darah. Itu salah satu penyebab terjadinya varises pada ibu hamil .

Penyebab lain dari penyakit satu ini adalah faktor genetik atau keturunan. Anda para ibu hamil yang mempunyai riwayat varises lebih memungkinkan akan menurun pada anak-anak kelak. Gaya hidup tak sehat seperti merokok, kurang olahraga juga bisa memicu varises. Begitu juga dengan ibu hamil dan pengidap kolesterol hingga kencing manis.

Varises pada ibu hamil biasanya terjadi pada bagian kaki. Dari segi estetika varises tentu sangat mengganggu penampilan terutama bagi seorang wanita. Pada pasien stadium awal, cara pengobatannya cukup dengan mengenakan medical stocking khusus varises. Sedangkan pada stadium lanjut di mana varises sudah akut, maka bisa menyebabkan pembuluh darah terlihat menonjol tampak dari luar kulit.

Varises akut pada ibu hamil bisa diatasi dengan cara disuntik, jika tidak berhasil maka harus dilakukan pembedahan. Pembedahan dilakukan untuk memotong pembuluh vena yang rusak dan dan menyambung pembuluh darah yang tidak rusak sehingga bisa berfungsi kembali sebagaimana mestinya.

Gejala varises pada ibu hamil ?

Gejala varises sangat mudah dikenali anda bisa mengetahuinya dari tanda –tanda yang dikeluarkannya seperti timbul warna kebiruan yang terlihat jelas terasa sakit, nyeri, bengkak. Anda dapat mencegah varises dengan rutin berolah raga atau berenang untuk melancarkan sirkulasi darah dan tidak membiasakan duduk dengan tungkai kaki disilangkan atau menekannya pada tepi kursi yang keras.

Ada beberapa Hal yang harus dihindari guna mencegah terjadinya varises diantaranya hindari pengunaan celana panjang terlalu ketat, hindari penggunaan stocking yang lebih sempit dari ukuran kaki, hindari berdiri terlalu lama ataupun duduk dengan memangku sebelah kaki dan hindari konsumsi makanan tinggi kolestrol, hindari pemakain heels sering-sering serta kontrol berta badan anda.

Varises akan membuat anda lebih tua dari usia sebenarnya oleh karna itu jangan menganggap varises sebagai gangguan ringan yang hanya merusak secara fisik. Maka dari itu agar dampaknya tidak fatal anda butuh melakukan penanganan yang benar melalui pengobatan medis serta menerapkan hal-hal yang seharusnya dilakukan guna mencegah terjadinya varises.

tanda varises pada ibu hamil

Apa sebab varises pada ibu hamil?

Penyakit varises merupakan salah satu tanda bahwa terdapat masalah pada peredaran darah karena pada penyakit varises, darah terhenti di pembuluh vena dan tidak dapat mengalir kembali ke jantung. Bila varises terjadi pada kaki kita, maka kita akan sering merasakan nyeri, kelelahan, dan kekurangan energi.

Dari kacamata dunia kedokteran, menyatakan bahwa tidak ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit varises karena obat – obatan yang ada di pasaran saat ini hanya berfungsi memperkuat dinding pembuluh darah balik agar tidak cepat melebar sehingga bisa memperburuh penyakit varises.

Biasanya, varises ditandai dengan adanya urat-urat halus yang kelihatan menyembul di bagian betis kaki. Penyebab varises adalah menurunnya elastisitas dinding pembuluh darah vena. Pembuluh ini harus kuat karena proses bekerjanya berlawanan arah dengan gravitasi bumi demi mengangkut darah kembali ke jantung. Ketika katup pembuluh yang berfungsi menahan darah menjadi rusak, maka darah akan berkumpul dan bergumpal sehingga aliran darah tersumbat.

Beberapa faktor hidup sehat yang diabaikan dan menjadi pemicu timbulnya hal ini adalah sebagai berikut :

  • Terlalu sering atau terlalu lama mengenakan sepatu berhak tinggi.
  • Frekuensi berdiri yang terlalu sering dan terlalu lama sehingga memaksa pembuluh darah vena untuk bekerja lebih keras.
  • Faktor genetik dan perubahan hormon.
  • Penyakit kencing manis dan kolesterol tinggi.
  • Gaya hidup tidak aktif atau kekurangan gerak.
  • Kebiasaan merokok dan minum minuman keras.
  • Kurang gerak.

Apa dampak negatif varises pada ibu hamil ?

Varises Menghambat persalinan Normal – Pelebaran pembuluh darah ini perlu untuk memenuhi kebutuhan janin, agar aliran darah dan volume darah yang memang makin meningkat pada wanita hamil dapat tersuplai dengan baik, hingga pertumbuhan janin pun berlangsung normal. Bukankah rahim yang membesar butuh penyediaan aliran darah yang banyak, hingga pembuluh-pembuluh darah yang menjadi tempat darah mengalir akan bertambah besar dan banyak?

Namun, akibat efek mekanik penekanan rahim, maka aliran darah balik dari anggota gerak bawah dan panggul mengalami hambatan hingga terjadi bendungan yang bisa menyebabkan pelebaran vena atau varises.

Pada wanita hamil, umumnya varises terjadi di daerah panggul dan anggota gerak bagian bawah. Soalnya, pembuluh-pembuluh darah di daerah itulah yang berhubungan erat dengan rahim. Sementara kemunculannya bisa kapan saja, bahkan bisa sejak kehamilan trimester pertama, tergantung sebelumnya sudah ada varises atau tidak. Yang jelas, tegas Judi, sejalan bertambahnya usia kehamilan, biasanya varises makin tambah parah.

Varises bertambah besar bila aliran darah di pembuluh vena mengalami bendungan. Pembendungan bisa terjadi, seperti diungkap di atas, akibat efek mekanik penekanan rahim. Adapun besarnya pembendungan aliran darah amat tergantung besarnya rahim. Makanya, varises makin parah di bulan-bulan terakhir kehamilan karena beban perut makin besar. Bukankah makin bertambah usia kehamilan, rahim pun akan makin besar? Nah, rahim yang makin besar ini, makin lama makin menekan pembuluh darah balik yang terdapat di bagian bawah perut.

Selain itu, bagian kepala janin yang sudah turun ke rongga panggul juga mempengaruhi. Akibatnya, aliran peredaran darah di daerah itu tak lancar. Aliran darah yang terhambat dan terbendung inilah yang tampak sebagai tonjolan di bawah kulit. Pada betis, tonjolan itu tampak sebagai garis-garis panjang warna hijau kebiru-biruan.

Pembesaran ini makin diperparah oleh sikap tubuh yang salah semisal berdiri terus-menerus, duduk yang terlalu lama, dan sering mengangkat beban berat. Terlebih bila wanita hamil kurang berolahraga. Itu sebab, wanita hamil dianjurkan rajin berolah raga agar aliran darah tetap lancar.

Sementara varises di anus yang lebih dikenal dengan istilah ambeien, salah satu pemicunya adalah kebiasaan buang air besar dengan cara duduk. Mereka yang kurang menkonsumsi makanan berserat pun punya kecenderungan cukup besar untuk menderita varises di anus.

Kecenderungan varises juga makin besar terjadi pada wanita yang pernah hamil dan melahirkan anak lebih dari 2 kali maupun wanita hamil usia di atas 40 tahun. Penyebabnya, tak lain ada arteriosclerosis (penebalan dinding pembuluh darah) yang berdampak dinding pembuluh darah jadi kehilangan daya lentur/elastisitasnya. Kekakuan dinding arteri ini akan menghambat aliran vena, hingga varises pun timbul.

Bagaimana menghilangkan varises pada ibu hamil?

Pengobatan varises pada ibu hamil sebenarnya memiliki tujuan untuk meringankan gejala, mencegah komplikasi, dan tentu saja memperbaiki penampilan. Mungkin telah banyak yang menawarkan produk pengobatan atau cara menghilangkan varises dengan cepat tanpa efek samping, namun apakah benar demikian, seperti yang dijanjikan, atau jangan-jangan malah menimbulkan bahaya yang tidak diharapkan. Sebagai panduan umum, jika varises menyebabkan sedikit gejala, dokter mungkin hanya menyarankan perubahan gaya hidup.

Bagi ibu hamil yang memiliki gejala varises yang lebih parah, mungkin dokter merekomendasikan satu atau lebih prosedur tindakan medis untuk mengobati atau menghilangkan varises pada kaki Anda. Sebagai contoh, prosedur atau tindakan medis dilakukan pada varises yang telah menimbulkan rasa sakit, bekuan darah, atau gangguan pada kulit.

Skleroterapi

menghilangkan varises pada ibu hamil?
Skleroterapi

Skleroterapi yaitu tindakan medis yang menggunakan cairan kimia untuk menutup vena varises. Bahan kimia yang disuntikkan ke dalam vena akan menyebabkan iritasi dan jaringan parut di dalam pembuluh darah. Iritasi dan jaringan parut menyebabkan pembuluh darah menutup dan akhirnya varises pun menghilang dengan cepat. Anda akan memerlukan beberapa kali penyuntikan, perawatan biasanya dilakukan setiap 4 sampai 6 minggu. Setelah dilakukan prosedur ini, kaki akan dibungkus perban elastis untuk membantu penyembuhan dan mengurangi pembengkakan.

Mikroskleroterapi

menghilangkan varises pada ibu hamil
Mikroskleroterapi

Mikroskleroterapi digunakan untuk mengobati spider veins dan varises yang sangat kecil. Bahan kimia cair dalam jumlah sedikit disuntikkan ke dalam vena menggunakan jarum yang sangat halus. Prosedur dan efeknya sama dengan cara di atas, hanya saja ini lebih kecil. Cara menghilangkan varises seperti ini cocok bagi Anda yang takut dengan suntikan.

Bedah Laser

bedah laser varises

Prosedur ini menggunakan energi cahaya dari laser yang ditembakkan ke varises. Sinar laser akan membuat pembuluh darah memudar. Operasi laser sebagian besar digunakan untuk mengobati varises yang lebih kecil. Tidak ada pemotongan atau injeksi bahan kimia yang terlibat.

Terapi Ablasi Endovenous

Terapi Ablasi Endovenous
Terapi Ablasi Endovenous

Ablasi Endovenous menggunakan laser atau gelombang radio untuk menciptakan panas yang bertujuan untuk menutup vena varises. Dokter akan membuat sayatan kecil di kulit yang dekat dengan vena yang mengalami varises. Kemudian tabung kecil yang disebut kateter dimasukkan ke dalam vena. Pada ujung kateter tersebut akan dipanaskan di dalam pembuluh darah dan menutupnya. Saat dilakukan prosedur untuk menghilangkan varises ini Anda tidak akan merasa sakit karena sebelum prosedur dilakukan dokter memberikan obat pati rasa di daerah sekitar vena. Pasien bisa pulang pada hari yang sama, tak perlu rawat inap.

Bedah Vena Endoskopi

Bedah Vena Endoskopi
Bedah Vena Endoskopi

Dokter akan membuat sayatan kecil di kulit di dekat varises. Kemudian kamera kecil di ujung selang serabut optik kecil dimasukkan ke dalam pembuluh darah vena. Pada ujung kamera terdapat alat bedah yang digunakan untuk menutup pembuluh darah. Operasi vena Endoskopi biasanya hanya digunakan dalam kasus-kasus varises yang parah, dimana telah timbul ulkus atau borok pada kulit. Penyembuhan setelah prosedur ini membutuhkan waktu sekitar 1 minggu.

Phlebectomy Ambulatory

Phlebectomy Ambulatory
Phlebectomy Ambulatory

Untuk menghilangkan varises dengan cara ini, dokter akan membuat sayatan kecil di kulit. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk menghilangkan varises vena yang paling dekat dengan permukaan kulit dan ukurannya masih kecil.

Vein Stripping dan Ligasi 

bedah varises Vein Stripping dan Ligasi
Vein Stripping dan Ligasi

Vein stripping dan ligasi biasanya dilakukan hanya untuk mengobati kasus varises yang parah. Prosedur ini dilakukan dengan cara mengikat, menutup dan membuang vena melalui sayatan kecil pada kulit. Cara ini biasanya dilakukan sebagai prosedur rawat jalan. Waktu pemulihan dari prosedur ini sekitar 1 sampai 4 minggu.

Baca Juga : Varises, Pengertian, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top