Health

Waspada, Gejala Demam Berdarah Sekarang Tak Selalu Demam!

Waspada, Gejala Demam Berdarah Sekarang Tak Selalu Demam!

Musim hujan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini memicu perkembangan sejumlah penyakit, diantaranya adalah demam berdarah. Wabah demam berdarah (DBD) bahkan telah menyebar ke sejumlah wilayah di Indonesia dan merenggut korban jiwa. Secara umum seperti kita tahu, gejala demam berdarah selalu diawali dengan demam tinggi, muncul bintik merah di kulit dan nyeri di sekujur tubuh. Namun ternyata, saat ini gejala DBD tak selalu demam!

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Prof. Dr. Nila F Moeloek, menghimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap penyakit demam berdarah yang semakin sulit dideteksi. Sehingga banyak pasien meninggal dunia tanpa diawali dengan demam tinggi.

Menkes juga mengatakan bahwa pasien yang meninggal tersebut karena terlambat penanganan. Yang biasanya kita akan waspada jika pasien mengalami demam tinggi selama 5 hari berturut-turut, kemudian akan diprediksi sebagai tipus atau demam berdarah. Namun, saat ini virus penyebab penyakit DBD sering bermutasi sehingga terkadang tidak menimbulkan gejala yang spesifik seperti dulu lagi.

Satu gejala yang khas diderita pasien DBD, terlepas apakah mengalami demam tinggi atau tidak adalah terjadinya dehidrasi tubuh karena kehilangan cairan. Pasien akan merasa lemas dan nyeri di sekujur tubuh. Jika keadaan sudah demikian, jangan tunda lagi memberikan banyak cairan pengganti dan segera mencari pertolongan medis.

Sebagai langkah pencegahan, Menkes juga menghimbau agar masyarakat tetap melakukan gerakan 3M yaitu menguras bak mandi, menutup genangan air dan menimbun barang bekas, serta menggalakkan abatisasi yang bermanfaat untuk mematikan jentik-jentik nyamuk.

Waspada, Gejala Demam Berdarah Sekarang Tak Selalu Demam!

Lalu, langkah apa saja yang kamu ambil untuk menjaga rumah dari serangan virus DBD ini? Berikut langkah-langkah yang wajib kamu lakukan.

  1. Ingat, nyamuk Aedes suka genangan air bersih, bukan air kotor. Di musim penghujan ini, jangan biarkan beberapa wadah atau tempat tergenang air hujan. Segeralah bersihkan dan cuci agar nyamuk tidak berkembang biak disana.
  1. Nyamuk pembawa virus demam berdarah adalah nyamuk jenis Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus betina. Jika dilihat, nyamuk ini memiliki ciri fisik belang putih atau bintik putih dan efektif menyerang pada pagi hari sekitar pukul 08.00 hingga 10.00, dan pada sore hari pukul 15.00 hingga 17.00. Gunakan obat nyamuk oles atau obat nyamuk bakar untuk mengusir serangan nyamuk setiap saat.
  1. Jika kamu menggunakan penyejuk udara atau AC, rajinlah membersihkan dan membuang air di dalamnya secara rutin.
  1. Nyamuk Aedes selain suka berkembang biak di air bersih, ternyata juga gemar dedaunan yang rimbun. Untuk itu, rajinlah merawat dan membersihkan tanaman jika kamu memiliki banyak tanaman di rumah agar nyamuk tidak bersarang disana.
  1. Perbanyak makanan dan minuman sehat yang bervitamin agar virus tidak mudah menyerang tubuhmu.
  1. Jika anggota keluarga mengalami kondisi tubuh yang kurang sehat dengan gejala-gejala seperti dehidrasi, nyeri pada tubuh, demam, mual dan sebagainya, jangan tunda untuk segera menemui dokter agar diketahui penyebab sebenarnya.

Nyamuk Aedes aegypti sangat berbahaya. Yang lebih berbahayanya lagi mahluk ini tidak hanya menularkan penyakit DBD tetapi dapat juga menularkan penyakit Chikungunnya. Sebetulnya dengan mengetahui gejala-gejala penyakit ini lebih awal mudah-mudahan kita akan lebih dapat tertolong dengan cepat.

Gejala-gejala penyakit demam berdarah ini timbul setelah melewati masa inkubasi 3 – 5 hari sejak seseorang terserang virus dengue. Adapun gejala-gejala dari penyakit demam berdarah adalah :

  1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari ( 38-40 derajat celsius ).
  2. Perasaan menggigil, nyeri kepala, nyeri saat menggerakan bola mata dan nyeri punggung pada awal gejala.
  3. Tampak bintik- bintik merah ketika diperiksa dengan metoda uji torniquet.
  4. Terjadi pembesaran hati ( hepatomegali ).
  5. Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok.
  6. Terjadi penurunan trombosit di bawah 100.000/mm3 dan terjadi peningkatan hematokrit diatas 20 %.
  7. Pada tingkat lanjut terjadi mimisan dari hidung dan gusi.
  8. Terjadinya melena ( buang air dengan kotoran berupa lendir yang bercampur darah ).
  9. Tampak bintik-bintik merah sebagai bentuk dari pecahnya pembuluh darah.
  10. Demam yang dirasakan menyebabkan pegal dan sakit pada sendi

Itulah beberapa hal tentang gejala demam berdarah dan bagaimana kamu dapat mengantisipasinya dari lingkungan terdekat. Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan seputar DBD yang akhir-akhir ini menjadi epidemi di beberapa daerah.

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top