Berdamailah Dengan Masa Lalu

Masa lalu bukanlah sesuatu yang bisa ditinggal. Sebab ia adalah bagian dari diriku sendiri, ada di dalam diriku. Aku tidak mungkin bisa meninggalkannya. Temanku berkata, aku harus memaafkan diriku sendiri dan berdamai dengan masa itu.

Begitu pula kuharap denganmu, berdamailah dengan masa lalumu. Setiap orang memiliki masa lalu, baik atau buruk itu tidak lagi menjadi persoalan yang harus diperdebatkan. Bukankah semua telah terjadi, jadi untuk apa disesali. Sekarang lebih baik mulai berpikir bagaimana melakukan penerimaan masa lalu satu sama lain dan menghargainya sebagai cara yang disediakan Tuhan untuk mendewasakan hidup.

Kebaikan dalam cinta itu dimulai dari kesadaran bahwa kehadiran seseorang di dalam kehidupan yang dicintainya untuk menyempurnakan segala kekurangannya. Oleh karena itu, penerimaan terhadap masa lalu menjadi sesuatu yang penting, sebab itu sebagai bentuk dari tanggung jawab siap melakukan pendampingan cinta dengan kondisi yang bagaimanapun.

Satu hal yang harus dilakukan, terbukalah dengan masa lalumu. Baik atau buruknya katakan saja, daripada aku mengetahuinya kelak. Kejujuran kadang terasa pahit, tetapi itu akan menjadi obat yang tepat untuk menimbulkan kesadaran pentingnya ikhlas. Tuhan selalu menyediakan kemungkinan-kemungkinan untuk bisa mengubah kehidupan, termasuk bila masa lalumu buruk bukan berarti masa depan juga akan menjadi buruk.

Baca Juga : Belajarlah Untuk Melupakanku

Demikian pula denganku, akan kuceritakan padamu tentang masa laluku-seburuk apapun itu. Semua ini sebagai bentuk keinginanku untuk memulai hubungan dengan keterbukaan. Harapannya, saat dirimu mengetahui keburukanku bisa memberi masukan untuk ke depan. Sesungguhnya, cinta terbaik bukan tentang seberapa banyak kelebihan yang kita peroleh dalam diri pasangan, tetapi seberapa siap dirinya menceritakan masa lalunya untuk dijadikan pertimbangan bagaimana cara terbaik dalam melakukan pendampingan cinta dalam kehidupan rumah tangga di masa mendatang.

This website uses cookies.