Inspirasi

Kedalaman Hati Seorang Perempuan (Perasaan VS Logika)

rasa vs logika

Mendahulukan rasa dibanding logika itulah ciri khas wanita, tetapi sungguh jika pun itu mewujud kebenaran apa salahnya? Bukankah kelembutan cinta kasih juga bermula dari kedalaman hati dalam meluhurkan sebuah rasa yang membuncah di dalam dada.

Wanita memiliki kepekaan untuk menafsir segala gejala, baginya sebaik-baik memuliakan dan dimuliakan hanyalah dengan meneguhkan abdi kasih sayang dengan sepenuh-penuhnya kesanggupan berkarib dengan doa berpinta kesantunan bahagia menyapa sekatup bibir jiwa.

Wanita ialah ibu dari kehidupan, membesarkannya dengan kejujuran lalu merengkuhnya dalam buaian teduh hingga menyuratlah ia pada Tuhan perihal lahir dan adanya untuk menjadi pengasuh kebijaksanaan dan menyusui anak zaman dengan cinta yang tiada pernah ada batasnya.

Wanita berhati lembut namun berjantung tegar. Pada hela nafasnya ada benteng kekuatan yang mampu memikul ribuan beban hingga kadang dalam satu hela nafasnya tersimpan rahasia yang tak akan mampu untuk dikisahkan dengan berjuta kosakata, sebab terlalu nganga oleh dukacita.

Ada satu kata yang disukai wanita, sementara sangat sukar diucapkan lelaki, yaitu “Maafkan aku.” Sebab bagi lelaki, kata itu terkesan menjatuhkan harga diri, padahal bagi wanita seorang lelaki yang mau mengakui kesalahannya dan berani mengucapkan kata maaf itulah sebenar lelaki sejati. Hal ini karena bagi seorang wanita, seuntai kata maaf yang terlahir dari ketulusan serupa ungkapan cinta yang penuh kelembutan.

Ini hanya sekelumit kisah perihal wanita. Sebab menghimpun bait-bait makna pada sosoknya ialah kerja seumur hidup, sebab wanita merupakan episode-episode terpanjang yang dijejali metafora. Hingga salah sedikit saja menafsirnya kita akan terjebak lalu hilang dalam rimba tanya.

Ketahuilah, perempuan itu berjuang untuk menguasai kerasnya pasangan dengan lebih banyak mengalah. Baginya mengalah itu kemenangan dengan cara yang santun, lembut namun mematikan keegoisan.

Di balik keberanian mengalah, perempuan mengirimkan pesan bahwa kualitas hubungan bukan berdasar kemampuan menguasai hati dengan arogansi. Tetapi kesanggupan melembutkan hati dengan cinta.

Kedalaman Hati Seorang Perempuan (Perasaan VS Logika)

Perempuan bukannya tak sanggup melawan; mereka bisa berontak, tetapi itu justru menjadi jalan terpendek menuju kehancuran. Andai pun menang dengan cara demikian tetap ada penyesalan karena sudah menyakiti seseorang yang ia cintai. Dan perasaan menyesal ini justru piutang yang paling membebani kedalaman pikiran.

Maka dari itu, perempuan membiasakan diri menguasai dirinya. Mengalah itu salah satu keterampilan yang mesti dikuasai meskipun berat. Sebab ia berkeyakinan, sekeras-kerasnya pasangan tetaplah menyisakan satu celah untuk dimasuki kelembutan cinta.

Saat sudah masuk, rasa lembut itulah yang akan menjadi pedoman pasangan untuk paham betapa beruntungnya memiliki perempuan yang menyediakan ruang kekalahan untuk memenangkan egoisme pasangannya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top