Inspirasi

Kepergian Terkadang Awal dari Sebuah Cinta

Kepergian Terkadang Awal dari Sebuah Cinta

Kepergian kadang menjadi awal sebuah cinta, bukankah kehilangan bisa menumbuhkan kerinduan yang membelukar di dalam batin. Begitu pula ketika sesuatu yang kadang kita anggap biasa saja pada awalnya, tiba-tiba memunculkan sesuatu yang jauh beda ketika ia telah tiada di sisi kita.

Kepergiaan bukan semata-mata akhir, tetapi bisa menjadi permulaan dari kesadaran untuk menghargai ketulusan seseorang dalam mencintai. Saat ia telah jauh dari tatapan barulah tersadar bahwa alasan cinta bukan sebatas kesanggupan untuk berucap, tetapi kebijaksanaan untuk berbuat.

Ada banyak pecinta yang begitu bahagia memperoleh ucapan puisi-puisi cinta dari pengagumnya. Hingga kadang abai dengan seseorang yang kerap sekedar bertanya, “Apakah dirimu hari ini baik-baik saja?” Terkesan basa-basi tetapi sesungguhnya ‘ucap’ itu jauh lebih peduli dari ‘puisi’.

Puisi terlalu penuh dengan metafora, ada kebohongan yang diselipkan di dalamnya. Sedangkan cinta ialah kejujuran batin tanpa harus diumbar ke seluruh ‘semesta kata’ sesungguhnya tak jadi perkara, asal mampu mewujudkannya dalam tindakan yang sebenar nyata dan berdaya guna.

Lebih baik, mulailah lihat sekelilingmu jangan-jangan ada yang mencintaimu dalam diam. Hanya memikirkan bagaimana caranya membuatmu bahagia, dengan gurauannya atau dengan cerewetnya saat dirimu alpa menjaga diri sendiri. Sesungguhnya itulah sejatinya cinta.

Cinta itu perhatian, bukan kepura-puraan. Cinta itu kepedulian, bukan sekadar ucapan, pahamilah dengan sepenuh-penuhnya kesadaran, “Pecinta sejati terlahir untuk mengabdi, bukan sekedar mengumbar seribu janji namun tak ada satu pun yang mampu mewujud sebagai bukti.”

Pemuisi cinta sejati ialah pendoa yang ikhlas meyakinkan Tuhan untuk melapangkan jalan kebahagiaan bagi orang yang dicintai-Nya. Maka, berdoalah kepada-Nya; “Apabila memang seseorang yang dianggap terbaik, dekatkanlah. Bila buruk, maka jauhkanlah.” Sebab, memasrahkan cinta kepada Tuhan menjadi pilihan terbaik untuk mengetuk pintu takdir dalam menyempurnakan separuh agama, merengkuh jodoh terbaik untuk rumah tangga yang sempurna.

ketika dia pergi cinta datang

Sebelum pecinta sejati yang ada disekitarmu pergi, cobalah telaah lagi adakah seseorang yang kerap berbuat apa pun untuk membuatmu bahagia, menyediakan gurauannya untuk buatmu tertawa, meluapkan cerewetnya untuk membuatmu lebih baik dalam kinerja sebagai manusia. Jika ada hargailah upayanya, sebab itu semua justru sebenar-benarnya perbuatan mencinta yang tiada ternilai harganya.

Baca Juga : Kisah Inspiratif ; Aku Terpaksa Mencintainya

KPahamilah satu perkara, cinta ialah perbuatan! Perbuatan untuk saling memuliakan satu sama lain agar berperilaku lebih baik, dan saling mendewasakan dengan beragam cara, baik lewat sapaan sederhana, canda, terlebih doa yang dipasrahkan tulus pada Sang Pencipta. Semoga dirimu mengerti kiranya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top