Life

4 Penyebab Gaji Cepat Habis. Benahi Sebelum Bangkrut!

Penyebab Gaji Cepat Habis. Benahi Sebelum Bangkrut!

Sering melihat Meme yang menggambarkan betapa ‘mengenaskannya’ para individu yang kehabisan gaji di tanggal tua? Botol shampo didirikan dalam posisi terbalik agar cairan shamponya terkumpul lalu bisa digunakan atau stok obat sakit mag yang harus lebih banyak di akhir bulan. Adakah itu terjadi sungguhan pada kehidupan nyata Anda? Jika ya, maka Anda patut waspada. Bisa saja Anda memiliki kebiasaan yang menjadi penyebab gaji cepat habis.

Salah satu kebiasaan penyebab gaji Anda cepat habis mungkin adalah ketika menerima gaji Anda langsung melenggang ceria ke mal. Tidak ada yang melarang untuk menghadiahi diri Anda sendiri dengan membeli apa yang Anda suka atas jerih payah yang Anda lakukan sebulan terakhir. Tapi, tetap ada batasannya agar gaji tetap aman meski tanggal tua. Sebelum bangkrut, ketahuilah penyebab-penyebab gaji Anda cepat habis.

1. Mudah Tergoda Display

Jika Anda tipe individu yang langsung meluncur ke mal sesudah mendapat gaji, maka ketahuilah ini. Tahu mengapa sebagian besar produsen rela membayar sejumlah uang lebih untuk menempatkan produk mereka di tempat-tempat strategis, seperti di dekat kasir? Ya, tentu untuk memaksimalkan penjualan mereka.

Dengan tempat yang strategis, yaitu titik dimana pembeli sedang berdiri untuk mengantri pembayaran, kemasan yang menarik dan berbagai trik lainnya, otomatis akan menarik minat pembeli.

Hal ini berlaku pula pada barang-barang diskon yang mempunyai rak tersendiri agar mudah terjangkau mata pembeli. Semua display tentu dibuat menarik. Jika Anda mudah tergoda, produk-produk itu bisa menarik minat Anda untuk membeli padahal produk tersebut tidak pernah ada di dalam daftar belanjaan dan daftar kebutuhan Anda. Jika Anda mudah tergoda display, siap-siap saja gaji Anda habis sebelum waktunya.

2. Membeli Karena Latah

Teman minta ditemani ke toko baju, niat semula sih memang hanya menemani. Ketika tiba di sana, melihat pakaian yang lucu-lucu dan keren-keren kemudian melihat teman begitu menarik dengan baju barunya, Anda langsung tergiur. Padahal, beberapa hari yang lalu Anda baru saja membeli beberapa potong pakaian baru. Oh, tidak. Jangan namakan itu solidaritas. Itu jelas pemborosan yang akan menjadi kebiasaan buruk.

Tips sebelum Anda memutuskan untuk menemani teman pergi belanja adalah, tabung lebih dulu uang Anda. Atau banyaklah mengingat bahwa Anda masih punya kewajiban cicilan yang harus dipenuhi. Ingatlah akan banyak kebutuhan yang menanti di akhir bulan nanti, yang lebih penting dan darurat dibanding membeli barang-barang hanya karena latah.

perut-dompet-kosong

3. Membeli Semua Barang Diskon

Diskon memang menggiurkan, rasanya tidak ada yang salah dengan diskon. Oke, memang tak ada masalah selama itu membawa keberuntungan. Ketika Anda hendak membeli sesuatu yang sangat Anda butuhkan, lalu Anda mendapati harga barang tersebut sedang diskon, itu keberuntungan yang bagus. Namun, bagaimana bila membeli barang diskon padahal barang tersebut tidak benar-benar Anda butuhkan?

Tetap fokus pada daftar kebutuhan Anda. Sekalipun sedang diskon, apa gunanya bila barang tersebut tidak Anda butuhkan? Pandai-pandailah menjaga gaji agar tidak cepat habis.

4. Mudah Tergoda Barang Baru

Keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru, mengikuti tren, memang tidak bisa dipungkiri selalu terjadi pada tiap individu. Tapi terus membeli barang baru yang terus bermunculan tentu bukan kebiasaan baik. Segalanya harus dikembalikan pada apa yang Anda butuhkan, bukan yang Anda inginkan. Barang baru tidak buruk, yang buruk hanyalah kebiasaan membeli apa-apa yang di luar perencanaan.

Sebelum bangkrut karena gaji selalu cepat habis, ingatlah untuk membeli hanya karena tiga hal. Yaitu, dibeli karena memang Anda butuhkan, dibeli bukan karena Anda sedang lapar mata dan dibeli karena memang harganya masih cukup normal bila disandingkan dengan gaji Anda sekarang. Semoga bermanfaat!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top