Life

4 Tips ‘Food Photography’ ala Barry Kusuma

Tips ‘Food Photography’ ala Barry Kusuma

Beberapa waktu belakangan muncul tren dikalangan anak muda, terutama, memfoto makanan sebelum dimakan. Kebiasaan memfoto makanan sebelum makanan tersebut disantap tak lepas dari menjamurnya media sosial. Media-media sosial dan kemudahan akses internet, serta kecanggihan ponsel berkamera saat ini, seakan saling bahu-membahu menyokong kebiasaan ini. Dan tanpa sadar, para generasi muda kita perlahan mulai terjangkit wabah kebiasaan memotret makanan dan menggunggahnya ke media sosial masing-masing mereka.

Faktanya, seperti dilansir wowfakta, setiap menit ada sedikitnya 27.000 foto baru yang diunggah via Instagram, dan 208.000 foto ke Facebook. Itu berarti Instagram menerima 450 foto perdetiknya, sedangkan Facebook menerima 3.466 foto perdetik. Animo food photography sekarang ini juga membuat restoran mempercantik hidangan makanannya agar foto-able. Selain itu, kecanggihan gadget yang dilengkapi kamera canggih dan aneka macam filter seakan memudahkan mereka untuk mengabadikan makanan-makanan tersebut.

Salah satu maestro fotografi, Barry Kusuma, dalam akun Kaskus miliknya mengatakan ada 3 kategori food photography itu bisa disebut sukses:

  1. Ketika melihat foto tersebut langsung lapar.
  2. Pencahayaan yang tepat, maksudnya ketika pencahayaan pas akan membuat foto tersebut sangat menarik untuk difoto.
  3. Foto kuliner tersebut mampu mendeskripsikan. Ketika foto makanan yang Anda unggah di media sosial bisa mengunggah selera makan orang yang melihatnya.

Food PhotographyNamun, akan menjadi celaka ketika foto yang Anda upload hasilnya jelek. Anda hanya dianggap pamer saja dan bahkan berpotensi di-bully di media sosial. Supaya tak dianggap gagal, ada beberapa tips dan trik dari Barry Kusuma yang akan kami bagikan agar foto yang Anda lakukan bisa dinikmati banyak orang. Berikut ulasannya:

  1. Pilih Tempat dengan Pencahayaan Cukup

Pencahayaan adalah salah satu elemen penting dalam fotografi. Restoran merupakan tempat indoor dan pastinya, tempatnya redup dan gelap. Barry Kusuma memberikan tips agar kita memilih tempat dengan cahaya yang cukup. Barry menyarankan agar duduk di dekat jendela.

“Yang terbaik ketika memotret makanan pada saat traveling adalah pencahayaan yang natural (sinar matahari),” kata Barry.

  1. Pakailah Lensa Bukaan Besar

Kamera paling bagus untuk mengabadikan makanan Anda adalah kamera DSLR atau kamera mirrorless. Menurut Barry Kusuma, lensa yang baik digunakan adalah lensa fix yang punya bukaan yang besar. Buat yang kurang mengerti teknik fotografi, lensa bukaan besar itu dapat menangkap cahaya yang minim, rata rata punya bukaan diafragma 1.4 atau 1.8. Semakin kecil angkanya, semakin besar bukaannya dan semakin mudah menangkap cahaya.

Food Photography' ala Barry KusumaSebaiknya menggunakan lensa yang memiliki ukuran 60 mm, atau jika ada gunakanlah yang lebih besar lagi, sehingga bisa menghasilkan gambar yang lebih detail. Lensa dengan bukaan besar ini akan memaksimalkan cahaya yang didapat dan juga membuat blur background makanan.

  1. Khusus Kuliner Nusantara, Jangan Lakukan Foto Close-Up

Kebanyakan kuliner indonesia tidak enak dilihat, namun sedap di lidah. Berbeda dengan makanan Eropa yang seringkali di foto close up, seperti di kebanyakan akun food blogger. namun jangan lakukan foto close up untuk kuliner nusantara. Barry Kusuma menyarankan, sebaliknya saat memotret makanan Nusantara, sebaiknya mengumpulkan aneka makanan-makanan yang tersedia baru kemudian difoto dari atas.

  1. Gunakan Latar yang Netral

Foto makanan akan sangat mengganggu bagi yang melihat ketika background atau mejanya berantakan. Gunakan background netral. Tidak memiliki corak dan cenderung polos. Jika memiliki corak, pastikan tidak tabrakan dengan warna makanan. Sebaiknya rapikan juga dahulu mejanya.

 

Selamat mencoba…

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top