Life

5 Film Perjuangan Kemerdekaan Sejak Tahun 1987

Bulan Agustus, suasana kemerdekaan begitu terasa. Nasionalisme di mana-mana. Bendera merah putih berkibar di setiap rumah, tanda ikut merayakan kemerdekaan. Berbagai lomba diadakan turut memeriahkan. Pembicaraan mengenai fakta-fakta kemerdekaan, perjuangan para pahlawan, menjadi topik terhangat baik di dunia nyata maupun sosial media.

Berbicara tentang perjuangan, tahukah Anda judul-judul film yang mengusung tema tersebut sejak zaman dulu? Film perjuangan kemerdekaan sejak tahun 1987 selalu berhasil menggugah kembali rasa nasionalisme kita tiap kali menontonnya. Sedikitnya, ada 5 film perjuangan kemerdekaan yang mampu membuat kita mengingat kembali jasa-jasa para pahlawan sehingga kita bisa lebih menghargainya. Berikut kami merangkum kelima judul tersebut untuk Anda.

Naga Bonar

Dalam film ini, Deddy Mizwar memerankan tokoh Naga Bonar, seorang pencopet yang baru keluar dari penjara Jepang. Tak lama setelah kebebasannya, Naga Bonar mendapat fakta bahwa kemerdekaan telah diproklamasikan di Jakarta. Cerita berlanjut dengan dijadikannya Naga Bonar sebagai tentara garis depan untuk melawan Belanda di Medan. Film situasi komedi ini, kemudian mempertontonkan tentang betapa lucunya Naga Bonar kala menjadi tentara saat itu. Dimulai dari ketidakmampuan Naga Bonar membaca peta yang membuatnya salah memilih wilayah pasukan, hingga beberapa kelucuan lainnya. Pada akhirnya, Naga Bonar menjadi lebih termotivasi memusnahkan markas Belanda karena kematian sahabatnya, Bujang (Afrizal Anoda) yang tewas di medan perang. Film ini juga menceritakan sedikit romantisme percintaan antara Naga Bonar dengan Kirana (Nurul Arifin).

Film ini berhasil mengantarkan Deddy Mizwar sebagai Pemeran Pria Terbaik dalam Festival Film Indonesia pada tahun 1987. Naga Bonar (Jadi) 2 merupakan film sekuel dari film ini yang juga diperankan oleh Tora Sudiro.

Soerabaia 45

Film ini bisa disebut sebagai rekonstruksi ulang peristiwa 10 November di Surabaya dalam bentuk visual. Peristiwa yang mengantarkan kita mengenal tokoh Bung Tomo, peristiwa heroik perobekan bendera Belanda, hingga tertembaknya jenderal Inggris, Brigadir Mallaby.

Film Soerabaia 45 ini mengingatkan betapa marahnya rakyat Surabaya ketika mengetahui rencana Pasukan Sekutu mengembalikan Indonesia ke tangan Belanda.

Film yang rilis pada tahun 1990 ini dibintangi oleh Nyoman Swadani, Leo Kristi dan Usman Effendy. Film Soerabaia 45 mengantarkan Imam Tantowi sebagai sutradara terbaik dalam Festival Film Indonesia pada tahun 1991.

Merah Putih

Film ini mengisahkan tentang lima calon perwira berbeda latar belakang, suku dan agama yang tengah mengikuti latihan militer di Barak Bantir, Semarang, Jawa Tengah. Lima calon perwira tersebut adalah Amir (Lukman Sardi), Tomas (Donny Alamsyah), Dayan (Teuku Rifnu),Soerono (Zumi Zola), dan Marius (Darius Sinathrya). Mereka bersatu melawan tentara Belanda yang menyerang barak militer mereka. Suatu ketika, Soerono mati dan hanya menyisakan empat calon perwira. Keempatnya kemudian bergabung dalam pasukan perang gerilya di Jawa.

Film ini menyajikan konflik bukan hanya peperangan melawan Belanda, namun juga menceritakan berbagai konflik yang disebabkan oleh perbedaan yang melatari semua tokoh.

Film ini rilis pada tahun 2009 dan merupakan bagian pertama dari film Trilogi Merdeka.

Darah Garuda

Film ini merupakan bagian kedua dari Trilogi Merdeka. Film ini masih menyajikan konflik perbedaan masing-masing tokoh, keempat calon perwira dalam film Merah Putih. Jika di film sebelumnya keempat tokoh diceritakan bergabung dalam pasukan perang gerilya, maka di film inilah pasukan tersebut bergerak melawan tentara Belanda yang menyandera perempuan-perempuan yang berarti bagi keempat tokoh tersebut.

Kesatuan pasukan perang ini diuji ketika harus bergabung dengan pasukan-pasukan lain dari separatis Islam, jua beberapa sekutu baru yang ternyata memiliki seorang pengkhianat, mata-mata Belanda.

Film ini mengajak sejumlah pemain lain seperti Atiqah Hasiholan, Rahayu Saraswati, Astri Nurdin, Aldy Zulfikar dan Rudy Wowor. Film ini tayang pada September 2010, setahun sesudah penayangan film pertamanya.

Hati Merdeka

Film ketiga dari Trilogi Merdeka ini tayang setahun setelah film sebelumnya, Darah Garuda. Dalam film ini, Amir (Lukman Sardi) mengundurkan diri dari Angkatan Darat sehingga membuat tokoh-tokoh lain merasa kehilangan.

Meski tanpa pemimpin, keempat calon perwira yang tersisa itu tetap melakukan misi pembalasan dendam kepada Belanda, terutama Kolonel Raymer yang membunuh keluarga Tomas (Donny Alamsyah). Dalam misi ini, Tomas kemudian dipilih menjadi pemimpin.

Film ini juga menyajikan konflik romansa antara Tomas dan Marius (Darius Sinathrya) memperebutkan Senja (Rahayu Saraswati). Selain itu, diceritakan juga tentang perjuangan keempat calon perwira itu menyelamatkan Dayu (Ranggani Puspandya) dari kelompok Kolonel  Raymer.

Nah, itu dia 5 film perjuangan kemerdekaan sejak tahun 1987. Beberapa film mungkin masih dapat anda tonton melalui berbagai sumber. Demi memelihara rasa nasionalisme, memang tidak ada salahnya kita mengingat kembali aksi-aksi heroik para pejuang untuk mendapatkan kemerdekaan Republik Indonesia salah satunya dengan menonton film-film perjuangan. Selamat merayakan Hari Kemerdekaan!

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top