Life

Inilah 5 Rangkaian Hari Raya Nyepi Beserta Maknanya yang Perlu Kamu Tahu

Inilah 5 Rangkaian Hari Raya Nyepi Beserta Maknanya

Umat Hindu akan merayakan puncak Hari Raya Nyepi pada, Kamis (3/3/2022) mendatang. Seperti biasanya, rangkaian Hari Raya Nyepi bakal berlangsung hening dengan diiringi beberapa peribadatan serta tradisi.

Berdasarkan penanggalan Caka sejak 78 Masehi, Hari Raya Nyepi adalah tahun baru umat Hindu. Hari raya ini juga menjadi permohonan pada Tuhan untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta).

Ada beberapa rangkaian ritual dan ibadah yang dijalankan umat hindu sebelum maupun setelah Hari Raya Nyepi, seperti berikut ini.

Upacara Melasti

Dua hari menjelang Nyepi, umat Hindu melaksanakan persembahyangan di laut atau danau. Rangkaian yang disebut upacara Melasti ini juga dilakukan dengan menyucikan semua benda yang dianggap sakral dari Pura. Menurut kepercayaan umat Hindu, laut dan danau adalah sumber air suci yang bisa menyucikan semua hal kotor dari dalam diri manusia maupun alam.

Lihat Juga: Deretan Makanan Khas Bali Yang Wajib Ada Saat Perayaan Nyepi

Tawur Kesanga

Tawur Kesangan dilakukan sehari setelah upacara Melasti alias satu hari sebelum Nyepi. Hari tersebut dikenal sebagai ‘Tilem Sasih Kasanga’. Pada hari itu, umat Hindu akan menyiapkan aneka sesajen alias caru di rumah masing-masing.

Pengrupukan atau Mecaru

Rangkaian Hari Raya Nyepi selanjutnya yaitu Pengrupukan yang dilakukan bersamaan dengan Tawur Kesangan. Pengrupukan merupakan menebar nasi Tawur di sekitar rumah sembari memukul kentongan sampai gaduh.

Pengrupukan memiliki makna sebagai pengusiran Buta Kala di sekitar rumah. Umat Hindu di Bali biasanya memeriahkan prosesi Pengrupukan dengan pawai ogoh-ogoh berwujud Buta Kala, yang mencerminkan sifat buruk dari manusia.

Nyepi

Setelah itu, umat Hindu akan memasuki puncak Hari Raya Nyepi, selama 24 jam umat Hindu tak menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

Pada hari ini, umat Hindu tak diperbolehkan menyalakan api, bepergian atau melakukan kegiatan apapun. Puncak Hari Raya Nyepi berlangsung secara hening.

Tujuannya yaitu sebagai bentuk introspeksi diri maupun menyucikan diri dengan melepaskan segala yang berhubungan dengan kehidupan duniawi selama satu hari penuh. Di saat bersamaan, mereka yang mampu juga disarankan untuk berpuasa selama 24 jam, tapa, yoga atau samadi untuk merenungi dosa-dosa dan menyambut tahun baru.

Ngembak Geni

Setelah hening dalam satu hari penuh, rangkaian Hari Raya Nyepi dilanjutkan dengan tradisi Ngembang Geni dengan mengagungkan nilai Dharma Shanti.

Lihat Juga: Harmonis!! Saat Nyepi dan Solat Gerhana Matahari di Bali

Seperti Lebaran, Ngembak Geni jadi waktunya bagi umat Hindu untuk menyukuri, saling memaafkan dan membuka lembaran baru.

Saat Ngambak Geni, umat Hindu biasanya akan saling berkunjung ke keluarga dan tetangga untuk bermaaf-maafan. Dharma Shanti sendiri adalah filsafat Tattwamasi yang melihat semua manusia di Bumi sebagai citaan Ida Sanghyang Widhi Wasa. Tradisi ini pun sebagai penutup rangkaian Hari Raya Nyepi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top