Life

5 Tanda Kamu Harus Mulai Bersikap Dewasa

bersikap dewasa

Beranjak dewasa banyak perubahan yang akan kamu alami. Misalnya saja kamu mulai diberikan tanggung jawab sebagai seorang pemimpin. Pekerjaan itu tentu tidak diberikan kepada sembarang orang. Perlu orang yang mampu memegang amanah dan berpikiran dewasa. Kamu tentu tidak ingin hidup dengan pikiran anak kecil bukan? Dalam arti lain, inilah waktunya kamu mulai bersikap dewasa.

Terkadang seseorang tidak tahu apakah dirinya sudah dewasa atau justru masih menjadi orang yang labil. Meskipun usianya sudah menginjak kepala dua, tetapi sikapnya yang masih bermain dengan anak-anak kecil membuat dirinya dipandang kurang dewasa. Padahal, kasus ini hanyalah tentang cara memposisikan diri. Lantas, apa saja tanda kehidupan yang membuatmu harus mulai bersikap dewasa? 5 tanda berikut wajib kamu tahu.

1. Kamu Harus Mulai Bersikap Dewasa Saat Dihadapkan dengan Pilihan yang Sulit

Hidup memanglah sebuah pilihan. Akan tetapi, pilihan-pilihan yang hadir saat dewasa rasanya lebih sulit dibandingkan pilihan hidup sebelumnya. Jika saat masih belia kamu hanya diberikan pilihan kemudian memutuskan atas dasar keinginan, saat dewasa tidak berlaku demikian. Kamu harus mulai bersikap dewasa. Hal ini cukup berat jika tidak dilatih sejak kecil. Apalagi jika kamu termasuk anak manja yang segala sesuatunya dipenuhi oleh orang tua.

Jangan khawatir, ilmu dari bangku sekolah dan pengalaman hidup yang terus kamu dapatkan inilah yang menjadi modal bagimu. Ketika dihadapkan dengan pilihan yang sulit, kamu bisa mengambil keputusan berdasarkan kesadaran dan pertimbangan yang matang. Sebab, rangkaian keputusan itulah yang akan kamu jalani selama kehidupan di masa mendatang. Jangan salah menentukan pilihan ya!

2. Banyak Tanggung Jawab yang Mesti Dikendalikan

Jika semasa kecil kita hanya mengikuti kehidupan orang tua dan lebih sering dikendalikan oleh orang tua, saat beranjak dewasa kamu harus mulai hidup mandiri. Banyaknya tanggung jawab di sekitarmu saat ini menandakan kamu harus memiliki pola pikir yang dewasa. Segala pilihan yang kita ambil harus dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, risiko yang didapat dari setiap keputusan itu harus ditanggung diri sendiri.

Banyaknya tanggung jawab akan menuntutmu untuk lebih dewasa. Tidak mungkin kamu akan selalu meminta bantuan orang lain dalam setiap urusanmu. Saatnya kamu menunaikan tanggung jawab dengan benar.

3. Bersikap Dewasa Saat Bertemu Teman Toxic

Pertemanan di masa dewasa tentunya lebih kompleks dibandingkan saat di bangku sekolah. Jika semasa sekolah dulu kamu hanya bertemu dengan satu suku, saat memasuki perkuliahan kamu akan bertemu banyak orang dengan budaya beragam. Keanekaragaman tersebut pasti kamu temui karena sikap dan latar belakang manusia memang sangat banyak.

Suatu saat kamu mungkin akan mengalami pertemanan toxic. Saatnya kamu memilih untuk mulai bersikap dewasa. Jika sejumlah teman toxic tersebut dapat menghambat tujuan hidupmu, tentu kamu akan meninggalkan mereka tanpa banyak pertimbangan. Kamu lebih memprioritaskan pertemanan yang berkualitas dengan mereka yang menjadi circle utama cita-citamu.

4. Banyak Mendapat Penolakan dan Kegagalan

Penolakan ataupun kegagalan merupakan hal yang biasa dalam kehidupan. Akan tetapi, semasa kecil kamu belum menyadari betapa berartinya kedua hal ini dalam mengubah hidupmu. Banyak manusia yang ketika gagal justru putus harapan dan takut untuk kembali mencoba. Banyaknya penolakan dan kegagalan yang kamu alami menandakan kamu butuh sikap yang dewasa.

Ternyata, sikap sangat memengaruhi kondisi yang dihadapi di masa depan. Masalah yang dihadapi mungkin sama beratnya. Namun, sikap seseorang menghadapi masalah tersebut yang jadi pembeda. Jika kamu mengalami penolakan, berarti saat itulah kamu harus mulai menjadi dewasa. Kamu harus sadar bahwa hidup akan terus berjalan meskipun kamu sedang dalam masa kegagalan. Memiliki pola pikir dewasa menjadikanmu terus berusaha mencoba kembali hingga menemui keberhasilan.

5. Kesulitan Datang Bertubi-tubi

Kesulitan juga merupakan tanda pembentukan kedewasaan lho! Saat usiamu bertambah, masalah hidup juga semakin kompleks. Apalagi kamu yang berjuang keras mencapai mimpi yang besar. Tantangan yang kamu hadapi pun akan lebih sulit. Dalam masa inilah cara kamu menyikapi masalah kembali diuji. Mereka yang mampu menyelesaikan masalah dengan pikiran tenang, merekalah yang telah memiliki mental yang dewasa.

Jangan heran jika saat dewasa, kamu banyak menemui teman-teman yang sering berkonsultasi dengan psikolog. Ternyata, sebagian dari mereka tidak memiliki mental yang kuat ketika dihadapkan dengan kesulitan yang silih berganti. Padahal masalah yang datang kadarnya sama. Hanya saja, mereka mungkin belum dapat bersikap dewasa.

Jangan takut untuk beranjak dewasa. Sebab, belajar menjadi dewasa justru sangat berguna bagi kehidupanmu kelak. Akan tetapi, jangan mencoba meniru orang dewasa, kamu hanya cukup bersikap dewasa. Latihlah pola pikir dan emosionalmu, cobalah mengambil keputusan dalam kondisi sadar dan penuh pertimbangan. Selain itu, kamu juga bisa meminta saran dari orang lain jika memang diperlukan.

To Top