Life

7 Prinsip Budaya Kerja Jepang yang Semestinya Kita Tiru, Bikin Produktif!

Prinsip Budaya Kerja Jepang

Budaya Kerja Orang Jepang – Jepang dikenal sebagai bangsa yang memiliki kedisiplinan dan tingkat produktivitas yang tinggi. Karena hal inilah yang membuat Jepang akhirnya menjadi negara Asia yang tingkat perekonomiannya sejajar dengan negara-negara maju di Amerika dan Eropa. 

Menurut data dari OECD, sebuah organisasi untuk kerja sama ekonomi dan pembangunan, jam kerja para pekerja Jepang dari tahun 2011-2014 sangat tinggi, yakni berkisar 1.728-1.745 per tahunnya. Wah angka yang sangat tinggi bukan? 

Bagaimana dengan orang Indonesia? Jika dirata-rata 6 jam sehari dalam 5 hari kerja, kita memiliki 30 jam kerja seminggu. Namun karena di Indonesia “banyak liburnya” akhirnya kita pun sering terlena dengan masa liburan tersebut. 

Baca Juga : Ingin Sukses? Contoh 8 Kebiasaan Orang Jepang Ini

Jangan khawatir, yuk belajar dari budaya kerja orang Jepang. Semangat juangnya tinggi dan wajib kita tiru inih. 

1. Prinsip Bushindo 

Bushindo adalah prinsip tentang semangat kerja keras yang diwariskan secara turun temurun. Semangat ini menghasilkan proses belajar bangsa Jepang yang tidak kenal lelah. Bushindo menekankan ketulusan, kesederhanaan, dan kesetiaan. 

Prinsip ini sering dikaitkan sebagai jalan pada Samurai. Adapun Prinsip Bushindo ini dibagi menjadi tujuh kebaikan. Nah apa saja ya? 

  1. Integritas, yaitu ketulusan dan kejujuran. (Gi) mengajarkan kita agar jujur selama berurusan dengan semua orang. Percaya akan keadilan pada diri sendiri, dan mempertimbangkan segala sesuatu sesuai dengan prinsip kejujuran adalah nilai yang ditekankan dalam kebaikan yang satu ini. 
  1. Keberanian 

Jepang selalu memegang keberanian dalam setiap perjuangan. Setiap pekerja harus berani mengambil risiko, menjadi cerdas, dan kuat. 

  1. Kasih sayang 

Kekuatan dan kecerdasan digunakan untuk menyebarkan kebaikan melalui sifat kasih sayang. Orang Jepang selalu membantu orang lain di semua kesempatan yang ada. 

  1. Menghormati orang lain 

Selain sifat kasih sayang, hormat menghormati juga dikembangkan dalam budaya kerja Jepang. Artinya mereka tidak boleh kejam. 

  1. Kejujuran 

Tidak seperti orang Indonesia yang penuh dengan janji, bagi Jepang berbicara dan melakukan adalah satu tindakan yang sama. 

  1. Kehormatan 

Kehormatan dimiliki oleh diri sendiri. Artinya keputusan yang dibuat merupakan cerminan dari diri sendiri. 

  1. Kesetiaan dan tanggung jawab 

Orang Jepang terkenal sangat bertanggung jawab. Apa yang mereka katakan, yang mereka lakukan, harus disertai dengan konsekuensi yang mesti ditanggung 

2. Prinsip Samurai 

Prinsip Samurai adalah prinsip tidak mudah menyerah. Semangat tidak mudah menyerah ini bukan digunakan ketika berperang, melainkan dimanfaatkan untuk membangun ekonomi, menjaga harga diri, kehormatan bangsa, hingga jiwa pantang menyerah menghadapi bencana alam, terutama gempa bumi dan tsunami. 

Nah ini merupakan budaya kerja Jepang yang seharusnya kita tiru. Dalam membangun bangsa yang besar, kita tidak boleh menyerah dengan hambatan dan tantangan yang nantinya muncul. Dengan semangat tidak mudah menyerah ini kita pasti meraih kemajuan.

3. Konsep Budaya Keishan 

Konsep budaya kerja Jepang Keishan menuntut adanya kesungguhan, kerajinan, minat dan keyakinan hingga akhirnya melahirkan kemauan untuk selalu belajar dari orang lain. Caranya adalah dengan menjadi seorang pekerja yang kreatif, inovatif, dan produktif. 

Inilah yang mendorong orang Jepang untuk terus berinovasi. Hingga kini, inovasi dari Jepang banyak membawa perubahan pada dunia, khususnya bidang teknologi. Kalau Indonesia ingin mencontoh, rajin-rajinlah berinovasi.

4. Prinsip Kaizen 

Prinsip Kaizen adalah optimal biaya dan waktu dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi. Hal inilah yang mendorong bangsa Jepang untuk berkomitmen tinggi pada pekerjaan dan menyelesaikan sesuai jadwal agar tidak menimbulkan pemborosan. 

Jika tidak mengikuti jadwal, penyelesaian pekerjaan akan lambat dan akhirnya menimbulkan kerugian. Oleh karena itu, perusahaan di Jepang menerapkan peraturan “tepat waktu” bagi pada pekerjanya. 

Budaya kerja Jepang yang satu ini membangun produktivitas yang optimal. Artinya dalam bekerja harus efisien, tidak kelebihan dan tidak kekurangan waktu. Hal ini mendorong keseimbangan dalam bekerja. 

5. Perusahaan Untung, Saya Untung 

Budaya kerja perusahaan yang disiplin menjadi acuan kinerja. Namun pada pelaksanaanya masih karena tuntutan. Sementara itu kalau di Jepang, disiplin dan semangat kerja seperti inilah yang membentuk sikap dan mental kerja yang positif. Disiplin juga menjadikan para pekerja patuh dan loyal pada perusahaan. 

Mereka mau melakukan apa pun demi keberhasilan perusahaan. Bahkan, mereka sanggup bekerja lembur tanpa mengharapkan bayaran tambahan. Hal ini menunjukkan bahwa para pekerja sudah benar-benar loyal pada perusahaan. Sebab, kalau perusahaan untung, saya pun untung. 

6. Malu Jika Pulang Kerja Lebih Cepat 

Di Jepang, pekerja yang pulang lebih cepat dianggap sebagai pekerja yang tidak penting dan tidak produktif. Hal ini berdasar pada nilai disiplin kerja dan jumlah waktu yang dihabiskan di tempat kerja. 

Tanpa ada pengawas pun, para pekerja Jepang akan bekerja dengan baik, penuh dedikasi, dan disiplin. Artinya orang Jepang tidak bergantung pada penilaian atasan. Selama mereka mengerti kinerjanya, performa kerja akan tetap sama meskipun tanpa pengawasan. Keren sekali bukan? 

7. Pembagian Waktu yang Efisien 

Ketika sudah masuk kerja, tidak ada lagi pekerja yang mengobrol dan bercanda. Mereka langsung bekerja sesuai pekerjaannya masing-masing. Barulah ketika tiba saatnya makan siang, mereka langsung menghentikan pekerjaan dan bercanda ria dengan rekan kerja. 

Budaya kerja Jepang yang satu ini juga mesti kita tiru. Fokuslah terhadap apa yang kita lakukan dan jangan memikirkan hal lain dahulu. Setiap kegiatan ada waktunya, setiap pekerjaan dan istirahatnya. Fokuslah pada apa yang sedang kita hadapi dahulu. 

Nah itulah budaya kerja Jepang yang membuat orang Jepang sangat produktif dan maju. Kamu sangat bisa meniru budaya mereka untuk diterapkan dalam rancangan produktivitasmu.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top