Life

8 Penyebab Reputasi Buruk di Kantor

Penyebab Reputasi Buruk di Kantor

Selain memiliki otak yang cemerlang, ada beberapa hal dalam diri Anda yang juga harus diperhatikan dalam pekerjaan. Misalnya, attitude saat berada di kantor atau bahkan saat berucap, tidak boleh sembarang berkata-kata atau Anda akan mendapat reputasi buruk.

Dalam sebuah pekerjaan, apalagi bila Anda bekerja secara tim, sangat rentan terjadi salah ucap. Sebuah kalimat dapat menimbulkan beragam makna bagi pendengarnya. Enggan bersosialisasi dan hanya memikirkan diri sendiri, pun tidak baik untuk kelangsungan karir Anda. Berikut 8 penyebab reputasi buruk di kantor.

Menolak Bekerja Sama

Memang, tidak ada yang mengharuskan Anda untuk menjalin persahabatan dengan siapapun. Tapi, berada dalam naungan perusahaan yang sama, tentu mengharuskan Anda untuk mau bekerja dengan siapa saja.

Jangan sekali-kali mengatakan tidak mau, ketika atasan menugaskan Anda bekerja dengan seseorang.

Jika memang ada masalah dengan seseorang tersebut, cobalah ajak bicara berdua seseorang tersebut di luar jam kantor. Selesaikan masalah pribadi dan perasaan pribadi yang mungkin mengganggu kekompakan dalam tim.

Moody

Jangankan berhadapan dengan klien, ketika berkomunikasi dengan rekan kerja hingga atasan pun Anda dilarang keras untuk mencampuri emosi pribadi dengan pekerjaan, moody. Seseorang yang moody berarti belum cerdas dalam mengelola emosi. Jika Anda terus demikian, promosi jabatan hanya akan menjadi mimpi Anda selamanya.

Menyendiri

Well, melakukan hobi kita di sela waktu senggang memang menyenangkan. Anda suka membaca atau sekadar mendengarkan musik menggunakan headset? Sebaiknya, jangan terlalu sering.

Sesekali boleh, dalam rangka merilekskan diri dari penatnya pekerjaan. Tapi jika Anda jadi malas bersosialiasi, Anda akan dianggap tidak suka berkawan dan ini jelas bisa merusak reputasi Anda.

Saat makan siang, tidak ada salahnya berkumpul dan makan bersama dengan rekan-rekan Anda. Hal demikian juga bisa mempererat kekompakan tim.

Menolak Tugas

Mengatakan bahwa Anda tidak bisa mengerjakan suatu pekerjaan adalah kesalahan fatal, apalagi bila alasannya karena Anda belum selesai mengerjakan tugas sebelumnya.

Buat to do list pekerjaan, termasuk catat tugas yang baru Anda terima. Lakukan pertimbangan, diskusikan dengan atasan, tugas mana yang sebaiknya dikerjakan lebih dulu. Barulah setelah itu atasan memutuskan.

Tertawa Nyaring

Ceria dan ramah boleh saja, apalagi jika dengan tertawa Anda bisa mendapatkan situasi rileks dengan klien. Tapi, tertawa nyaring saat mengobrol dengan klien tidak dibenarkan meskipun Anda sedang membahas sesuatu yang sangat lucu.

Bersikap profesional dengan tidak terlalu menunjukkan perasaan pribadi. Demi menunjukkan profesionalitas, Anda wajib menjaga cara tertawa Anda agar tidak terlihat bermain-main saat bekerja.

Bergosip

Bergosip di sela pekerjaan mungkin akan sedikit menyenangkan. Tapi untuk menjadi ‘biang gosip’ rasanya tidak. Apalagi jika gosip tersebut mengandung kabar yang bisa menjelekkan reputasi orang lain.

Ingat, gosip buruk lebih cepat beredar. Jaga ucapan Anda atau Anda akan kehilangan kepercayaan karena dianggap senang sekali menjelekkan orang lain.

Tidak Mengakui Kesalahan

Pembelaan diri saat sebuah masalah dituduhkan kepada Anda bukanlah jalan terbaik. Bukan masalah siapa yang berbuat kesalahan, tapi, dalam satu pekerjaan yang terpenting adalah tanggung jawab.

Jika pekerjaan tersebut memang tanggung jawab Anda, maka benar atau salah, Anda tetap harus menyelesaikan, bertanggung jawab secara profesional untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan tersebut.

Menyapa Itu Perlu

Anda tidak bekerja sendirian. Bukan hanya mesin absen yang akan Anda temui di kantor. Sapalah rekan kerja Anda, terlebih atasan. Jangan kelewat cuek atau pemalu, bisa-bisa Anda malah dianggap sombong.

Sekadar mengucapkan selamat pagi ketika datang dan berpamitan saat pulang, tidak ada salahnya, ‘kan? Bersikap ramah, rendah hati dan menyenangkan baik untuk menjaga reputasi Anda. Sapaan juga bisa mengakrabkan Anda dengan rekan kerja. Selamat bekerja!

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top