Life

9 Jenis Keju, Kandungan Gizi dan Manfaatnya

9 Jenis Keju, Kandungan Gizi dan Manfaatnya

Bayangkan, betapa lezat menyantap sarapan pagi dengan menu roti bakar isi keju susu atau coklat keju yang hangat. Hmm…sarapan yang ringan untuk seluruh keluarga tapi cukup untuk menambah tenaga di pagi hari. Seringkali kita mengkonsumsi keju dalam aneka kudapan lezat. Tapi tak banyak yang kita ketahui dibalik sebuah “Keju”.

Keju pertama kali ditemukan dalam sebuah ketidak sengajaan, dan justru bukan dikenal di Eropa seperti yang banyak kita ketahui dimana produksi dan pengkonsumsi keju terbesar di Eropa, namun malah dari Timur Tengah. Hal tersebut berawal dari perjalanan seorang pengembara Arab bernama Nomad yang menunggang kuda dan membawa bekal susu yang diletakkan di pelana kudanya.

Sewaktu dia sudah menempuh perjalanan jauh, timbul niatnya untuk menghilangkan rasa haus. Maka, segera diambilnya bekal susu yang tadi dibawanya. Tapi, ia justru mendapati susunya telah berubah sebagian. Susu itu telah berubah jadi semacam gumpalan yang enak dimakan dan cairan susu yang sangat nikmat diminum. Gumpalan itulah yang kini dikenal dengan keju.

Memang, penemuan itu tak disadari Nomad. Namun, sebenarnya, setelah kini dilakukan penelitan mutakhir, sebenarnya keju tak sengaja itu terbentuk karena wadahnya terbuat dari bekas kulit perut binatang yang mengandung enzim rennin, ditambah goncangan kuda dan terpaan sinar matahari yang panas. Dan, itulah yang kini terus dikembangkan sebagai keju lezat yang dihidangkan di mana-mana.

Umumnya, hewan yang dijadikan sumber air susu adalah sapi. Air susu unta, kambing, domba, kuda, atau kerbau digunakan pada beberapa tipe keju lokal. Keju memiliki hampir semua kandungan nutrisi pada susu, seperti protein, vitamin, mineral, kalsium, dan fosfor namun juga lemak dan kolesterol yang dapat menyebabkan masalah kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Besaran kandungan lemak dalam keju tergantung pada jenis susu yang digunakan. Keju yang dibuat dengan susu murni atau yang sudah ditambah dengan krim memiliki kandungan lemak, kolesterol dan kalori yang tinggi. Keju sangat bermanfaat karena kaya akan protein, terutama bagi anak kecil karena mereka membutuhkan protein yang lebih banyak dibandingkan orang dewasa.

Jenis Keju, Kandungan Gizi dan Manfaat
Keju

Jenis Jenis Keju

KANDUNGAN GIZI KEJU

Jumlah Per 100 g100 g
Kalori (kcal) 402
Kandungan Keju Per Kalori
Jumlah Lemak 33 g
Lemak jenuh 21 g
Lemak tak jenuh ganda 0,9 g
Lemak tak jenuh tunggal 9 g
Kolesterol 105 mg
Natrium 621 mg
Kalium 98 mg
Jumlah Karbohidrat 1,3 g
Serat pangan 0 g
Gula 0,5 g
Protein 25 g
Kandungan Keju
Vitamin A1.002 IUVitamin C0 mg
Kalsium721 mgZat besi0,7 mg
Vitamin D24 IUVitamin B60,1 mg
Vitamin B120,8 µgMagnesium28 mg
Kandungan Keju dalam Vitamin

Dari teksturnya keju dibedakan menjadi dua jenis, yaitu ;

  1. Keju muda atau lunak (soft cheese) dengan kadar air 36 – 40%
  2. Keju tua atau keras (hard cheese) berkadar air 25 – 36%.

9 JENIS KEJU DAN KARAKTERISTIK

  • Camembert. Keju lunak dari Perancis ini pertama kali di buat pada abad ke-18 di desa Normandia. Comembert terbuat dari susu sapi, teksturnya sangat lembut dengan warna creamy yellow. Keju Camembert ini mengandung lemak antara 45% – 50%. Selain enak digado atau sebagai table cheese, juga cocok untuk campuran omelette, isi souffle, pancake atau apple pie.
  • Ricotta. Keju Ricotta berasal dari Italia. Keju lunak dari susu sapi ini teksturnya sangat rapuh. Kandungan lemaknya termasuk tinggi, mencapai 65 %. kombinasi rasa yang gurih dan lezat dengan aroma harum menjadikan terasa pas dipadukan dengan aneka masakan pasta Italia seperti Lasagna dan Spaghetti.
  • Brie. Brie termasuk kategori soft cheese dari Preancis. Ciri khas keju Brie ini adalah kulit luarnya berwarna putih dan bagian dalamnya lembut meleleh. Aromanya tajam dan kandungan lemaknya tinggi (45%). Brie sangat cocok dipakai sebagai bahan campuran salad, dimakan dengan buah olive maupun pickle.
  • Cream Cheese. Di pasaran kita dapat menemukan dua macam cream cheese, double cream cheese adalah pilihan pertama dengan kandungan lemak 65% dan cream cheese(45% lemak) pilihan lainnya. Berbeda dengan jenis keju lainya, cream cheese memiliki rasa yang sedikit asam. Umumnya keju ini digunakan pada hidangan penutup, misalnya chesse cake, sebagai isi pie, atau dimakan bersama potongan buah-buahan.
  • Mozzarella. Keju Mozzarella adalah keju Italia yang aslinya berasal dari susu kerbau liar. Mozzarella lunak dengan kandungan lemak antara 40 – 50% ini sangat sepesifik sifatnya. Keju Mozzarella akan meleleh ketika dipanggang, sangat cocok untuk topping pizza maupun campuran fritata.
  • Edam. Salah satu keju asal Belanda yang popular. Teksturnya keras dengan aroma mirip kacang. Kandungan lemak keju Edam sekitar 40%. Yang membedakan dengan keju lain adalah kemasannya yang selalu terbungkus lapisan sejenis lilin berwarna merah. Keju Edam sangat cocok untuk campuran kue kering seperti aneka cookies atau taburan pada hidangan panggang.
  • Parmesan. Salah satu jenis keju keras dari kota Parma, Italia. Pada umumnya berbentuk silinder dengan warna kuning muda. Teksturnya keras, cocok untuk keju parut. Aroma Keju Parmesan cukup tajam karena proses pemeraman yang cukup lama, antara 14 bulan sampai 4 tahun. Keju ini sangat cocok untuk taburan pizza, soup maupun olahan aneka pasta. Kandungan lemak keju sekitar 61%.
  • Cheddar. Salah satu jenis keju asal Inggris yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Rasanya yang lezat dengan aroma tidak terlalu tajam menjadikan keju cheddar cocok digunakan untuk masakan apa saja. Sajian casseroles, soup, isi sandwich dan salad terasa lebih lezat dengan penambahan keju ini. Keju Cheddar mengandung lemak 48% dengan masa pemeraman 9-24 bulan.
  • Emmenthal. Asal dari keju ini berasal dari Swiss, salah satu keju keras yang cukup populer. Keju Emmenthal memiliki karakteristik berbeda dengan keju-keju lainya, bentuknya unik karena jika dipotong akan terlihat lubang-lubang yang terbentuk selama proses fermentasi. Emmenthal ini banyak disuka karena cita rasanya lembut dan aromanya yang kaya. Keju Emmenthal cocok dihidangkan sebagai keju meja dengan disertai segelas anggur.
Kandungan Gizi dan Manfaat
Keju

MANFAAT KEJU UNTUK KESEHATAN

Dari beberapa hasil penelitian mengkonsumsi keju dapat mengurangi gejala sindrom pra menstruasi dan memperkuat tulang. Kandungan beragam mineral yang tinggi pada keju sangat bermanfaat untuk melindungi gigi.

Walaupun banyak manfaatnya bagi kesehatan, bagi penderita laktosa intoleran, keju pantang dikonsumsi. Gula susu (laktosa) yang terkandung dapat menimbulkan bahaya bagi tubuh. Kandungan garam dan lemak pada keju juga cukup tinggi, karenanya disarankan bagi penderita ginjal, jantung, kantung empedu dan penyakit hati sebaiknya membatasi jumlah konsumsi keju.

Baca Juga : Cara Menyimpan Keju Agar Tahan Lama

Namun bagi Anda yang terbebas dari penyakit-penyakit di atas, nikmati kelezatan keju dan raih manfaatnya baik untuk melindungi gigi dari karies, ini dikarenakan unsur tadi dapat memperkuat mineralisasi email pada gigi.

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top