Life

9 Langkah Mengakhiri Toxic Relationship

toxic relationship

This post is also available in: English

Sebagai manusia, tidak ada salahnya jika kita bisa mencintai seseorang. Bahkan jika hubungan itu berlangsung cukup intens. Tetapi, ada banyak pasangan yang terjebak dalam hubungan tidak sehat atau toxic relationship.

Kita perlu memahami hubungan yang sehat, yaitu hubungan yang saling mendukung, memelihara satu sama lain, give and give. Hubungan sehat ini penuh dengan kasih sayang, rasa aman, saling mencintai dan peduli. Bahkan, kita bisa saling berdiskusi dengan sehat bersama pasangan. Kita juga berada dalam hubungan yang sangat dewasa dan dapat menghormati pendapat yang berbeda.  

Sedangkan toxic relationship adalah kebalikan dari semua ciri hubungan sehat di atas. Dalam hubungan beracun, diri kita dikelilingi rasa takut, terancam, tidak nyaman, bahkan merasa dimanipulasi. Kita akan merasa sangat lelah hingga merasa yang saat ini ada bukanlah diri kita sendiri. Paling buruk, toxic relationship dapat ditandai dengan kekerasan fisik dan psikis.

Untuk dapat terlepas dari toxic relationship tentu tidak mudah. Kita harus memulainya dari diri kita sendiri. Selepas itu, kita masih harus bertarung dengan perasaan negatif yang tersisa dari toxic relationship.

1. Identifikasi Hubunganmu

Semua hubungan yang positif memiliki manfaat yang baik untuk diri dan pasanganmu. Bahkan dalam hubungan yang sehat, bertengkar dan berbeda pendapat adalah hal biasa. Asal diiringi perasaan rasional sehingga tidak mengedepankan rasa egois.

Jika kamu merasa ada perasaan yang mengganjal dalam hubunganmu, coba refleksikan hubunganmu selama ini. Apakah kamu merasa nyaman? Apakah akhir-akhir ini kamu sering gelisah dengan hubunganmu? Apakah si doi sering kasar denganmu? Atau hidupmu menjadi sulit setelah dengannya?

Tanyalah kepada pasanganmu, apakah dia merasakan hal yang sama. Seandainya pasanganmu tidak mau memahami dan sulit diajak berdiskusi, maka bisa jadi hubunganmu sudah terjun dalam toxic relationship.

2. Keluar dari Zona Toxic

Energimu akan terkuras habis jika masih meyakinkan diri bahwa hubunganmu baik-baik saja. Cobalah bertanya dengan dirimu sendiri: apakah saya bersemangat atau lelah setelah menghabiskan waktu bersamanya? Apakah setiap kali bertengkar, dan hendak keluar dari zona, saya merasa kasihan dengannya meski dia yang salah? Jika kamu merasa terkekang dengannya, cobalah melangkah perlahan-lahan untuk keluar dari lingkaran hubunganmu.

3. Kelilingi Dirimu dengan Teman yang Selalu Mendukungmu

Carilah kawan dan teman bicara yang tepat. Beri tahu keluargamu yang kamu percayai untuk menceritakan toxic relationship yang kamu alami sekarang. Mereka bisa menjadi batu loncatan yang baik. Selain itu, mereka juga memberimu dukungan sosial dan emosional. Ingat, pilihlah teman bicara yang benar-benar dapat mendengarmu. Banyak teman bukan berarti kamu bisa mempercayakan ke semua temanmu.

4. Berhenti Menunggunya Berubah

Jangan berpikiran kamu dapat mengubah pasanganmu. Perubahan diri dimulai dari diri sendiri. Kamu bisa membantunya jika dia membutuhkan bantuan. Tetapi ketika nyatanya dia tidak membutuhkan bantuan, dan seenaknya sendiri, itu bisa menjadi racun untukmu. Mereka mungkin saja akan berjanji untuk berubah lebih baik. Sayangnya, omongan itu menjadi sia-sia saat ia tidak bersungguh-sungguh untuk berubah.

5. Potong Komunikasi

Dalam kasus toxic relationship memutus komunikasi bukan berarti memutus tali silaturahmi, lho. Untuk dapat menyembuhkan psikismu, kamu perlu memutus komunikasi dengan mantan toxic-mu. Kamu memerlukan waktu buat dirimu sendiri untuk berdamai. Setelah beberapa waktu, kamu bisa menjaga komunikasimu tetap lancar dengan doi, kok.

6. Isi Perasaan Buruk Dengan Kegiatan Positif

Jika kamu sudah menyadari hubunganmu ada dalam toxic relationship, berusahalah untuk lepas darinya. Salah satu caranya dengan mengisi kegiatan positif yang membuatmu bisa melupakannya. Isi hari-harimu dengan hobi yang kamu tekuni. Lakukan meditasi untuk menenangkan pikiran dan buang energi negatif. Kamu bisa memulai menulis buku harian dengan kegiatan positif yang kamu lakukan seharian ini. Memiliki binatang peliharaan juga membuat perasaanmu semakin membaik. Hindari untuk menghubunginya kembali.

7. Lakukan Detoksifikasi Digital

Kamu juga tidak perlu ragu untuk memblokir atau berhenti mengikuti media sosial doi . Terkadang kita sering takut dengan anggapan orang-orang. Kita akan dianggap tidak bersahabat karena hal itu. Jika ada yang beranggapan begitu, maka berilah pengertian mengapa kamu melakukan hal tersebut. Pilihan lainnya adalah kamu dapat membisukan kontak atau sosial media mereka.

8. Luangkan Waktu untuk Istirahat

Atur waktumu untuk beristirahat. Menurut Ready to Heal: Women Facing Love, Sex, and Addiction Relationship, Kelly McDaniel menyarankan orang yang baru saja lepas dari toxic relationship untuk mengisi daya energi dengan beristirahat. Energi yang diperlukan untuk menarik diri dari toxic relationship ternyata setara dengan bekerja penuh waktu. Istirahatlah di rumah untuk tidur, membaca buku, minum kopi, atau bermeditasi.

9. Komitmen Terhadap Pilihanmu

Kukuh terhadap pilihanmu untuk move on. Ketika kamu sudah mengakhiri toxic relationship, artinya kamu berjanji pada dirimu sendiri untuk tetap melangkah ke depan. Selagi menyembuhkan diri, kamu bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang disarankan di atas. Cobalah merayakannya dengan mengatakan bahwa kamu mencintai dirimu sendiri lebih dari doi.

To Top