Life

Alasan Dilarang Hangout Meski Sudah Vaksin Covid-19

Mengapa Dilarang Hangout Meski Sudah Divaksin Covid-19?

This post is also available in: English

Ada kabar gembira tentang kesiapan Indonesia untuk menghadapi Covid-19 dengan vaksin Covid-19 yang sudah mendapatkan izin resmi darurat. Ya, pada Indonesia, pandemi ini sudah nyaris setahun umurnya dan menyebar pada beberapa tempat. Tahun lalu pada tanggal 6 Desember 2020 ada kabar mengatakan bahwa sebanyak kurang lebih 1,2 juta dosis vaksin dapat warga terima secara berkala.

Vaksin ini merupakan vaksin Sinovac. Menurut informasi yang ada Presiden Joko Widodo sendiri mengatakan bahwa ada kemungkinan kedepannya masih ada jutaan dosis vaksin yang akan terus datang secara berkala.

Vaksin Covid-19 Mencegah Wabah Kian Menyebar

Alasan Dilarang Hangout Meski Sudah Vaksin Covid-19
Vaksin Covid-19 Mencegah Wabah Kian Menyebar

Jokowi menambahkan bahwa program vaksinasi kali ini bertujuan untuk mencegah wabah Covid-19 yang nanti akan berlaku pada Indonesia. Kemudian pada tanggal 13 Januari kemarin, Indonesia sudah mulai melakukan vaksin. Hal ini mendapat sambutan meriah oleh sebagian rakyat Indonesia, meskipun tak banyak juga yang pro dan kontra dengan kabar ini

Orang pertama yang mendapatvaksin ini adalah Presiden Joko Widodo. Salah satu artis terkenal Indonesia yaitu Raffi Ahmad juga menjalankannya. Mereka berdua adalah wakil petinggi negara dan perwakilan milenial.

Namun rupanya dengan adanya vaksin ini, masih ada beberapa masyarakat yang beranggapan bahwa kalau sudah dapat vaksin Covid-19. Berarti sudah aman untuk berkeliaran atau hangout. Mereka juga menganggap bahwa kebijakan pemerintah perihal protokol kesehatan bisa perlahan-lahan di longgarkan.

Hal ini membuat sebuah pertanyaan baru, apakah pergi ke kerumunan setelah menjalani suntik vaksin itu boleh atau tidak? Pertanyaan ini lantas mendapat jawaban oleh salah satu pakar yang menjelaskan anggapannya pada salah satu media massa New York. Ia mengatakan bahwa ketika sebagian orang sudah dapat vaksin dan sebagian lagi belum mendapatkan suntik vaksinasi. Maka sebenarnya keadaaan belum benar-benar berubah.

Dari pernyataan itu, dapat kita simpulkan bahwa sangat tidak recommended untuk berkerumun meskipun Anda sudah mendapatkan suntik vaksin. Hal ini juga termasuk untuk tidak melonggarkan kebijakan tentang protokol kesehatan.

Anda tetap harus untuk memakai masker serta mencuci tangan. Semua itu penting demi kenyamanan dan kesehatan semua orang. Para ilmuwan menambahkan bahwa mereka saat ini masih meneliti perihal orang orang yang sudah dapat vaksin Covid-19 apakah masih dapat menyebarkan virus kepada orang lain atau tidak.

Meskipun pada awalnya data yang diberikan menjanjikan, akan tetapi vaksin juga tidak dapat diklaim bisa mencegah penularan virus ini. Kemudian, mengapa orang yang sudah tervaksin dilarang untuk berkumpul? Berikut ini penjelasan yang Anda perlukan

Vaksin Covid-19 Tidak Memberi Kekebalan Instan Pada Tubuh

Vaksin Covid-19 Tidak Memberi Kekebalan Instan Pada Tubuh
Vaksin Covid-19 Tidak Memberi Kekebalan Instan Pada Tubuh

Menurut salah satu media massa terpercaya Amerika Serikat, ABCNews mengatakan bahwa vaksinasi tidak sepenuhnya memberikan kekebalan instan pada tubuh. Mereka menambahkan untuk Vaksin jenis Pfizer atau BioNTech dan Moderna misalnya, mereka membutuhkan setidaknya dua dosis yang diberikan dalam jangka waktu kurang lebih dua minggu. Begitupun dengan Sinovac, vaksin yang telah diketahui telah didistribusikan di Indonesia.

Menurut vaksinnya, mereka memerlukan waktu kurang lebih 4 sampai 6 minggu dari setelah dosis awal untuk dapat mencapai tingkat kekebalan dan perlindungan yang dinilai sebanding dengan data uji klinis. Selama itu pula seseorang yang sudah melakukan vaksin masih mungkin terjangkit virus dari orang lain.

Sementara itu, seorang ahli yang mengembangkan suatu metode terapi antibodi monoklonal untuk virus Covid-19 yang ada di Universitas Columbia. Mengatakan bahwa efektivitas perlindungan yang ada di vaksin tidak dapat terbentuk secara instan. Dokter yang diketahui bernama Dr. David Ho ini juga menambahkan bahwa efek perlindungan dari vaksin mungkin akan memakan waktu kurang lebih satu bulan lamanya, atau mungkin bisa lebih lama lagi.

Meskipun Sudah Vaksin, Tetap Bisa Menularkan Virus

Pada sebuah kasus, para ilmuwan mengatakan bahwa mereka belum menemukan jawaban pasti dari pertanyaan ini dan pihaknya  masih berusaha untuk mengumpulkan data. Menurut NPR, para ilmuwan masih berupaya untuk berfokus pada efektivitas vaksin tersebut.

Selain itu, menurut para ahli bidang kesehatan masyarakat, kurangnya pengetahuan perihal vaksin ini membuat masyarakat menjadi berpikir bahwa kondisinya dapat menular ke orang lain. dalam kata-kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) milik AS.

Mereka mengatakan bahwa para ahli harus lebih memahami perihal perlindungan yang dapat mereka berikan vaksin Covid-19 sebelum akhirnya memutuskan untuk merubah rekomendasi tentang langkah yang harus orang orang ambil untuk memperlambat penyebaran virus.

Batas Herd Immunity Masih Belum Terlalu Jelas

Batas Herd Immunity Dikatakan Masih Belum Terlalu Jelas
Batas Herd Immunity Masih Belum Terlalu Jelas

Direktur institut nasional Alergi serta Penyakit Menular AS memberikan beberapa info. Bahwa ia merekomendasikan setiap orang tidak mengabadaikan protokol kesehatan. Bahkan meskipun mereka telah dapat vaksinasi.

Direktur ini diketahui bernama Anthony Fauci yang juga menambahkan. Protokol kesehatan yang ia maksud itu termasuk memakai masker ketika beraktitifas outdoor. Anda harus juga menjaga jarak antara manusia, menghindari kerumunan, meminimalisir kegiatan outdoor sampai harus rutin mencuci tangan.

Pernyataan ini ada alasaannya. Penurunan angka herd immunity atau kekebalan komunitas nantinya sudah tercapai. Jadi, mereka masih belum mengerti pasti perihal seberapa efektif vaksin yang tercipta untuk Covid-19 ini.

Meskipun saat ini sudah sekitar sembilan puluh persen manusia telah dapat vaksinasi. Mereka mungkin bisa sedikit lebih lega dan tenang.Akan tetapi meskipun pada tingkat keberhasilan mencapai 90 hingga 95 persen sekalipun, masih ada sekitar 5 hingga 10 orang yang telah vaksinasi namun masih bisa tertular virus

Ia juga mengatakan bahwa imunitas bukanlah seperti saklar yang bisa sesuka hati dihidupkan atau dimatikan. Apabila kekebalan masih kurang dari angka batas herd immunity. Virus mungkin saja masih bisa dengan mudah beredar di populasi manusia dan selalu akan ada kemungkinan vaksin tidak berhasil untuk Anda.

Durasi Kekebalan yang Belum Pasti

Kekebalan dari vaksin Covid-19 buatan Moderna Inc misalnya, telah dapat bertahan setidaknya untuk satu tahun kedepan. Akan tetapi meskipun begitu, belum ada kejelasan pasti.

Terutama perihal berapa lama vaksin tersebut dapat memberikan kekebalan untuk orang yang sebelumnya sudah dapat vaksin. Pertama, karena virus tersebut masih tergolong sangat baru. Kedua, karena adanya mutasi virus Covid-19 membuat seluruh peneliti serta ahli yang ada pada seluruh dunia terus berupaya mengumpulkan data perihal Covid-19.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top